Sejarah Islam Dimasa Sebelum Nabi Muhammad SAW

0
2992

Assalamu’alaikum sahabat Cahaya Islam yang dirahmati Allah SWT, semoga kita semua selalu dalam lindungan serta Rahmat-Nya aamiin. Berbicara masalah sejarah Islam, dapatkah kita bayangkan bagaimana kehidupan masyarakat sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW? Agama yang dipeluk kaum Arab pada masa dahulu memang mengikuti agama dari Nabi Ibrahim AS yakni agama tauhid yang telah beribadah kepada Allah SWT. Akan tetapi lama kelamaan agama ini mulai ditinggalkan meskipun masih ada sisa-sisa peninggalan ajaran tersebut seperti Ka’bah.

Kehidupan Agama

Di Mekkah ada seorang yang bernama ‘Amr bin Luhay dari suku khuza’ah yang sangat dihormati dan dimuliakan karena kedermawanannya. Suatu ketika dalam sejarah islam dia pergi ke kota Syam dan disana dia melihat penduduk kaum Syam menyembah berhala sebagai bentuk ibadah mereka. Melihat kondisi tersebut dia menyimpulkan bahwa menyembah berhala merupakan perbuatan baik, akhirnya diapun membawa satu berhala untuk dibawa pulang ke Mekkah.

Berhala itu bernama Hubal, sesampainya di Mekkah berhala tersebut diletakkan didalam Mekkah dan menyuruh semua kaum Mekkah melakukan hal yang sama seperti penduduk Syam. Karena pengaruh kedudukannya dalam sejarah islam dimasa sebelum Rasulullah,tak lama kemudian menyembah berhala menjadi keyakinan baru bagi penduduk Mekkah hingga Hijaz (wilayah sekitar Mekkah) dan terus menyebar sampai Jazirah Arabia. Bahkan disekitar ka’bah bukan hanya terdapat satu berhala saja, telah terdapat banyak berhala lainnya disana.

Kehidupan Sosial

Dimasa sejarah islam saat itu kehidupan masyarakat Arab berkelas dan bersuku-suku, pemandangan kontras sangat terlihat dimana orang kaya yang bergelimang harta dan kehormatan bersanding dengan para budak dengan kemiskinannya, kekurangan juga kehinaan. Sikap semena-mena selalu terlihat untuk para budak. Perzinahan sangat merajalela pada zaman tersebut. Perlakuan pria kepada para wanita juga sangat zalim, dimana pria akan berpoligami secara bebas tanpa batasan.

Bahkan seorang pria dapat menikahi dua saudara wanita sekaligus. Kehidupan agama dan sosial sebelum zaman Nabi sangatlah miris. Suami tidak segan menyuruh istrinya tidur bersama lelaki lain demi mendapatkan keturunan mulia. Lahirnya anak perempuan merupakan sebuah aib bagi keluarga, pada masa itu juga dikenal istilah wa’dul banat. Wa’dul banat sendiri merupakan sebuah perbuatan mengubur anak wanita darah dagingnya sendiri secara hidup-hidup.

Lahirnya Rasulullah SAW

Carut marut sangat terlihat di mekkah, menyembah berhala, ketidakadilan, ketimpangan sosial dan perbuatan keji lainnya. Beruntunglah Nabi Muhammad SAW kembali membangkitkan agama tauhid yang dulu sempat diajarkan Nabi Ibrahim AS. Tertulis dalam sejarah islam semenjak Nabi Muhammad SAW berdakwah di Mekkah, memang tidak semua orang mengikuti ajaran beliau. Bahkan banyak penolakan, penghinaan serta caci maki kepada Rasul, namun beliau tidak pernah menyerah dan terus berdakwah demi tegaknya Islam. Semua berhala di Ka’bah telah lenyap dan hanya menyisakan Ka’bah nan agung.

Kehadiran sejarah Islam memberikan banyak pengajaran, bahkan kita tidak bisa membedakan setiap orang dari segi materi. Perbudakanpun semakin menghilang, budak diperlakukan secara baik tidak seperti dulu. Perzinahan semakin lama semakin menghilang. Sikap para pria kepada wanita semakin penuh akan kasih sayang. Cara berpoligami juga diajarkan oleh Rasul, berpoligami dengan cara yang baik serta adil. Kelahiran bayi wanita sudah bukan aib lagi bagi para pengikut Nabi Muhammad SAW yang berjalan hingga saat ini.

Itulah sedikit kupasan kita mengenai sejarah Islam dizaman sebelum Nabi Muhammad SAW. Awalnya kaum Mekkah memang telah memeluk agama tauhid dari Nabi Ibrahim AS, akan tetapi semua berangsur menghilang dan digantikan berhala.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!