Sederet Keutamaan Menjadi Penghafal Al Qur’an Dan Tips Mudah Menghafalnya

0
426

Al-Qur’an merupakan pedoman untuk umat Islam dimanapun berada yang kemudian disusul oleh Hadist. Keduanya harus dipegang teguh agar tidak tersesat kejalan yang salah. Setiap bulan Ramadhan kini disebuah stasiun TV lokal menayangkan berita islam yaitu ajang pencarian hafis atau hafidzah. Para pesertanya masih sangat kecil bahkan ada yang masih berusia 3 tahunan. Melihatnya pasti sobat Cahaya Islam ingin mengikuti jejak mereka menjadi hafis atau hafidzah. Menjadi penghafal al-Qur’an akan mendapatkan pahala, memuliakan orang tuanya di akhirat dan ada Sederet Keutamaan Menjadi Penghafal Al Qur’an Dan Tips Mudah Menghafalnya. Ingin tahu kajian islamnya? Mari kita simak bersama!

Sederet Keutamaan Menjadi Penghafal Al Qur’an Dan Tips Mudah Menghafalnya

Keutamaan Menghafal Al Qur’an

Tadi sempat kita singgung bersama bahwa menghafal al-Qur’an bukan sekedar memberikan keutamaan bagi diri sendiri, tapi juga untuk keluarga lebih khususnya orang tua. Berdasarkan hadist Rasulullah, keutamaan penghafal al-Qur’an adalah sebagai berikut :

Menjadi keluarga Allah

Semua umat Islam yakin bahwa Allah tidak berkeluarga, karena Allah hanya satu. Dalam kajian islam dijelaskan jika kita menjadi penghafal al Qur’an maka kita akan jadi bagian dari keluarga Allah. Subhanallah.

Lebih diutamakan

Siapa sih yang tidak tersanjung bila diutamakan, dihormati dan didahulukan layaknya orang penting? Merasakan hal seperti ini di dunia saja kita sudah senang bukan? apalagi bila di akhirat kita diperlakukan demikian. Inilah yang jadi keutamaan menjadi penghafal al Qur’an, yakin tidak bahagia?

Mendapat syafa’at dari al Qur’an

Dalam sebuah Hadist riwayat Tirmidzi dijelaskan :

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الصَّمَدِ عَنْ شُعْبَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad bin Abdul Warits] telah mengabarkan kepada kami [Syu’bah] dari [‘Ashim] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Pada hari kiyamat, Al Qur`an akan datang kemudian berkata; “Wahai Rabb berilah dia pakaian, ” maka dipakaikanlah kepadanya mahkota kemuliaan, kemudian Al Qur`an berkata lagi; “Wahai Rabb, tambahkanlah kepadanya, ” maka dipakaikan kepadanya pakaian kemuliaan, kemudian berkata lagi; “Wahai Rabb ridlailah dia, ” akhirnya dia pun diridlai, kemudian dikatakan kepada ahli Al Qur`an; “Bacalah dan naiklah, niscaya akan ditambahkan kepadamu satu pahala kebaikan pada setiap ayat.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [‘Ashim bin Bahdalah] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dengan hadits yang semakna, namun dia tidak merafa’kannya. Abu Isa berkata; Hadits ini lebih shahih dari hadits Abdusshamad dari Syu’bah. [1]

Mampu menyelamatkan kedua orang tua

Sering kita dengar dalam ceramah agama bahwa di akhirat kelak, seorang penghafal al Qur’an memiliki kekuasaan di tangan kanannya, dan diberikan kekekalan di tangan kirinya. Serta diberi mahkota perkasa diatas kepalanya. Sedangkan kedua orang tuanya diberikan pakaian baru yang sangat bagus dan harganya tidak mampu dibayar oleh penghuni dunia sekalipun. Keutamaan penghafal al-Qur’an nantinya akan membawa orang tuanya masuk surga.

Sebaik-baiknya manusia

Dalam kajian islam menjelaskan menjadi penghafal al Qur’an membuat kita menjadi sebaik-baiknya manusia. Meskipun kita memiliki kekurangan baik itu fisik, materi, atau kekurangan lainnya dan sering dipandang rendah orang lain di dunia. akan tetapi derajat kita tinggi di akhirat kelak dan termasuk sebaik-baiknya manusia.

Tips Menghafal Al Qur’an

Banyak orang sudah terbayang sulitnya menjadi penghafal al Qur’an mengingat jumlahnya yang banyak berlembar-lembar. Tapi ada seorang Ustadz memberikan ceramah agama mengenai sedikit tips menghafal al Qur’an dengan mudah dan cepat. Bahkan menghafalkan al Qur’an jadi sangat menyenangkan. Berikut tips cepat dan mudah menjadi penghafal al Qur’an :

Niat

Untuk menghafalkan al Qur’an, niat sangat penting bahkan jadi keharusan. Dengan niat bersungguh-sungguh ini, kita akan terus bersemangat menghafal al Qur’an. Dan jangan lupa bila kita memiliki niat yang lurus sebagai penghafal al Qur’an, Allah akan melimpahkan berkah.

Mengetahui fadhilah

Mengetahui fadhilah atau keutamaan penghafal al-Qur’an akan jadi cambuk semangat yang sangat ampuh. Mengetahui banyaknya manfaat yang diperoleh nantinya membuat akan menumbuhkan ambisi. Semakin kuat ambisi yang dimiliki, semakin kuat pula tekad dan niat jadi penghafal al Qur’an.

Mengulang ayat

Menghafal sama saja merekam dalam otak, jadi agar cepat hafal dan terekam didalam otak satu ayat harus dibaca berulang kali. Satu ayat pendek sebaiknya dibaca paling tidak 20 kali. Jika ayatnya panjang dapat dibagi menjadi dua untuk memudahkannya. Tapi semua bergantung pada daya ingat masing-masing.

Bagaimana sobat cahaya Islam, semakin tertarik menjadi penghafal al Qur’an? Ternyata jadi seorang penghafal al Qur’an sangat mudah bila kita telah mencintai al Qur’an dan mengetahui banyaknya keutamaan penghafal al-Qur’an yang dimiliki. Sekian kajian islam mengenai menghafal al Qur’an yang memiliki banyak keutamaan, dan kebaikan ini bukan hanya di dunia saja tapi juga dirasakan di akhirat, untuk diri sendiri dan keluarga.

[1] HR. Tirmidzi nomor 2839 (hasan shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!