Sampai Waktu Kan Kujaga Cintamu (Puisi Cinta Islami dari Wanita Sholehah)

0
1271

Senang sekali rasanya ketika beberapa waktu yang lalu tim Cahayaislam menerima satu kiriman puisi dari seorang pembaca setia Cahayaislam. Dia mengatakan kepada tim cahayaislam untuk mempostingkannya kedalam halaman situs sebagai nasihat untuk para muslim dan muslimah yang sedang dimabuk cinta. Berikut penampakan puisi cintanya:

 

Waktu memang terus memadu kilahnya yang banyak berjajar,

tanpa henti meninggalkan semburat detik yang tercecar,

tertinggal pada sebuah skema masa yang telah berpudar.

Allah menciptakan sang waktu bukan tanpa alasan nyata,

tak lebih, yakni agar kita tahu tentang kejamnya ia,

tak ayal, yakni supaya kita paham pentingya ia,

dan yakni agar kita tidak menyia-nyiakannya.

Dan satu hal yang tengah hidup diantaranya: Cinta

Banyak yang berkata bahwa Cinta adalah semu muslihat dunia

laksana permadi-permadi yang menghujam langsat sang surya.

Cinta adalah dalih untuk merenggut kesucian, menodai keimanan,

Cinta kini hanya kantong kering berisi dusta dan kesombongan,

kasih kini hanya sebuah kain rombeng usang yang telah terlupakan

Pada riuk rentak hidup yang penuh kemelut dan kerumitan.

Wahai kasih, cinta kita islam, cinta kita berbeda dengan cinta mereka

Cinta kita membutuhkan kesabaran dan niyat menderu dan menerka,

berdasarkan rasa takut pada Allah atas pedih dan kelamnya api neraka.

luaskah hati kita? sanggupkah jiwa kita? itulah pertanyaannya!

Retoris tanya itu takkan berhenti bergema, tanpa engkau sadari kehadiranNya.

Dalam setiap hela-hela udara yang menyeruak diserat nafas yang kupunya,

disetiap inci syaraf yang menjelma di sudut-sudut yang dialiri merah bidara.

Sampai tiba masa, Allah ada didalam hatimu melebihi hadirku disana,

disitulah aku menunggu, disitulah lembah kan kujaga cintaku padamu. Selamanya.

Gimana? bagus nggak? Ceritanya puisi ini berisi tentang kegundahan seorang wanita muslimah tentang cintanya kepada seorang lelaki. Dia ingin mencintai dan dicintai oleh lelaki tersebut bila Allah telah berada terlebih dahulu dihatinya. Dia mencoba untuk memberikan nasihat bahwa cinta sebagai orang islam yang beriman adalah yang waspada. Khawatir tentang api neraka yang merupakan tempat dia bisa terjerumus didalamnya. Dia tidak ingin bahwa cinta yang seharusnya indah, malah menjadikannya menderita dalam siksa Allah.

Sobat cahayaislam yang ingin berbagi juga karya tulis islami maupun tentang karya lainnya bisa langsung kontak tim cahayaislam via email. Semoga hari-hari kita selalu dipenuhi dengan rahmat dan barokah dari Allah. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!