Sambut Bulan Ramadhan dengan Bekal-bekal Baik Ini!

0
479

Esok, bulan yang penuh hikmah dan limpahan rahmat dari Allah akan menghadiri hari-hari kita. Ramadhan dimana segala bentuk amal perbuatan manusia dilipat gandakan oleh Allah. Ramadhan merupakan momentum penting bagi kehidupan umat muslim untuk menjadi lebih getol dari biasanya, panen ria kabajikan dan rahmat dari Allah. Tentu untuk menyambut bulan mulia ini, kita harus bersiap-siap baik hati, mental, serta segenap jiwa dan raga untuk melaluinya tanpa sia-sia.

Sebaik-baiknya dalam menyambut bulan suci ramadhan kali ini, ada baiknya kita mempersiapkan beberapa bekal-bekal baik. Bekal-bekal baik seperti apakah yang perlu kita persiapkan? kami akan ulas beberapa bekal tersebut dibawah ini:

Bekali diri dengan taubat sebenar-benarnya kepada Allah

Banyak orang yang meyakini bahwa seseorang harus mensucikan diri terlebih dahulu untuk sebelum memasuki bulan puasa. Itulah kenapa kemudian banyak orang-orang yang menciptakan budaya-budaya pensucian seperti padusan (budaya mandi besar sebelum ramadhan), budaya mengirimkan pesan-pesan permintaan maaf kepada semua orang lewat banyak media yang diyakini bisa menyucikan diri, dan kebudayaan-kebudayaan lainnya yang sebenarnya kami sendiri tidak bisa menemukan tuntunannya dalam Al Quran dan Al Hadits.

Cara tepat yang terbaik untuk mensucikan diri adalah dengan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat kepada Allah SWT. Tentu taubat yang sebenarnya yang dimaksud disini tidak sembarang taubat dengan beristighfar dan meminta maaf kepada Allah secara lisan saja lho. Harus ada i’tikad dan niyat yang kuat untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa yang kita taubati tersebut. Sobat cahayaislam bisa kok nyobain salah satu panjatan permintaan ampun yang biasa dilantunkan oleh Rasulullah ini. Hal ini dijelaskan dalam riwayat Bukhari 6399.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوسَى، وَأَبِي، بُرْدَةَ ـ أَحْسِبُهُ ـ عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو ‏ “‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي هَزْلِي وَجِدِّي وَخَطَاىَ وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي

Wahai Allah tuhanku, ampunilah kebatilan dan kesalahan sikapku yang terlampau batas dalam segala hal yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ku mohon ampunilah kesalahan yang telah kuperbuat ketika lajat maupun ketika bercanda dan hendaknya Engkau mengampuni pula kesalahanku saat sengaja maupun tidak, ampunilah segala kesalahan yang telah kulakukan.

Membanjiri diri dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat

Kenapa kita perlu bekal dengan membanjiri ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kita sebelum masuk pada bulan Puasa? Jawabannya simpel: (1) agar kita tahu hukum islam dengan benar dan amalan kita bisa diterima oleh Allah, dan (2) Kita tidak terjerumus pada hal-hal yang salah secara tidak sengaja.

Kita tahu betul bahwa seseorang haruslah mengetahui ilmu dari segala sesuatu terlebih dahulu agar hal itu bisa diterima. Dalam beramal juga demikian. Tim cahayaislam telah mengulas tentang hal itu dalam pembahasan hadits Arbain nawawi nomor 5 sebelumnya (DISINI). Selain agar amalan kita sah dan diterima. Membanjiri diri dengan ilmu sangat baik untuk mencegah kita lalai dan masuk pada kesalahan tanpa kita sadari.

Kita harus tahu betul norma-norma dan ketentuan Allah Rasul tentang puasa Ramadhan. Jangan sampai amalan ibadah puasa kita nanti berujung rusak dan tidak membuahkan faidah untuk kita. Jadi bekali diri dengan banyak ilmu agama itu penting!!

Perbanyak doa minta kemudahan kepada Allah di bulan Ramadhan

وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ ‏ “‏ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ 

Rasulullah sering berdoa kepada Allah: Yaa Allah, hamba meminta kepadaMu kelakuan baik dan meninggalkan yang Engkau tolak. dan cinta kepada mereka yang miskin. (dinukil dari kitab Muwatta Malik 512)

Manusia bisa selamat dari hal-hal buruk dan bisa mendapatkan kemudahan, itu semata-mata karena izin Allah. Dengan memahami hal tersebut, kita haruslah berbekal diri dengan menengadahkan tangan kita meminta kemudahan kepada Allah sekaligus meminta perlindungan pada Allah dari banyak hal-hal yang bisa merusak ibadah puasa kita. Insha Allah, permintaan kita akan di dengar oleh Allah, sehingga kita akan menemui kemudahan dan manisnya bulan penuh rahmat ini. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!