Sabar Tidak Harus Menunggu Tua Kok!

0
442

Sabar tidak harus menunggu tua – Begitu mudah memang kita memberikan nasihat kepada seorang teman yang sedang curhat tentang masalahnya dengan ucapan “sabar aja ya, Allah itu bersama orang yang sabar”. Namun banyak diantara kita yang mengatakan seperti itu akan terdiam bila ditanya, bagaimana sih caranya sabar itu? Pada kenyataannya kita hanya bisa mengatakan bahwa sabar itu ya menerima apa yang terjadi, titik.

Karena banyak orang mudah memberikan nasihat untuk bersikap jujur namun tidak menjelaskan secara eksplisit bagaimana caranya, banyak orang kemudian mempercayai bahwa kejujuran adalah sifat bawaan dari lahir atau bahkan mengatakan bahwa kita harus tua dulu agar bisa lebih bersabar menghadapi kehidupan ini. Namun sebenarnya Sabar tidak harus menunggu tua kok. Ada trik sabar yang bisa kita praktikkan sebagai latihan.

Bergaul dengan orang-orang yang memiliki sifat sabar dan belajar dari mereka

Salah satu trik yang bisa kita gunakan adalah mendekati atau bergaul dengan mereka orang-orang alim yang sudah terbukti kesabarannya. Dengan memiliki teman yang bersifat sabar dan menerima ketetapan Allah, kita akan bisa belajar bagaimana caranya agar kita juga menjadi orang yang sabar. Banyak meminta nasihat dari orang-orang dewasa yang berpengalaman dan bijak akan membantu kita dengan wejangan-wejangan yang ril dari pengalaman hidup mereka, sehingga kita paling tidak memiliki gambaran tentang bagaimana mengambil sikap sabar untuk hal-hal kedepan yang kemungkinan akan terjadi.

Rasulullah sendiri mencontohkan dirinya sebagai orang yang sabar dalam mengayomi umatnya. Beliau bahkan tidak malu hidup dalam kemiskinan dan ringan dalam mengalah kepada saudara-saudara seiman. Hal ini bisa dilihat dari begitu dermawannya Rasulullah kepada para sahabat-sahabatnya dan sikap tabah serta keikhlasan beliau dalam berjuang menegakkan agama Allah.

Mengubah program dalam pikiran kita terhadap segala hal

Dalam banyak sekali pengajian serta seminar motivasi spiritual yang telah tim Cahayaislam ikuti, kami memiliki kesimpulan bahwa satu hal yang membedakan antara dia yang sabar dan tidak adalah program kata-kata yang ada dalam pikirannya. Manusia sering merasa tidak sabar karena dalam pikirannya terdapat kata-kata yang mengafirmasikan kebencian.

Penggambarannya seperti ini: Joko adalah orang yang memiliki program kata-kata dalam pikirannya tentang orang yang menghina keluarganya. Bila seseorang menghina keluarganya, maka orang yang menghina itu akan dia peringatkan, namun bila setelah diperingatkan orang tersebut masih menghina, maka joko akan menghajar orang tersebut.

Orang kedua bernama Ahmad, dia adalah orang yan memiliki program kata-kata dalam pikirannya tentang orang yang menghina keluarganya. Bila ada orang yang menghina keluarganya, maka Ahmad akan memperingatkan orang tersebut. Namun bila orang itu masih menghina keluarganya Ahmad, maka Ahmad menganggap orang itu adalah orang gila.

Coba bayangkan saja bila ada orang yang menghina keluarga Joko. Joko akan bertengkar atau menghajar orang itu. Bahkan bisa lebih parah sampai membunuh orang itu. Setelah itu joko akan menghadapi jalan panjang dengan pihak polisi dan dipenjara, belum lagi dendam yang berkecambuk dihati Joko tidak langsung pada begitu saja. Sedangkan Ahmad? Ahmad dengan program kata-katanya yang baik dalam pikirannya pasti sudah melupakan penghinaan itu. Mungkin malah sedang minum kopi dan nyemil biskuit diberanda rumahnya.

Tim Cahayaislam yakin kok, insha Allah dengan mempraktikkan dua tips bahagia dengan Sabar tidak harus menunggu tua diatas, sobat Cahayaislam akan bisa terbiasa dan menjadi orang yang lebih bijak. Jadi marilah kita sama-sama berusaha lebih baik lagi untuk menjadi hamba-hamba Allah yang ahli sabar.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!