Rukun Islam Haji: Sudah Wajibkah Kita?

0
686

Haji adalah salah satu rukun Islam. Haji merupakan rukun dalam Islam yang terakhir. Sebagai salah satu rukun dalam agama Islam, tentu saja ini merupakan ibadah wajib bagi setiap umat muslim. Namun, dengan catatan jika mampu. Jadi, jika memang kita tidak mampu, maka kita tidak berkewajiban beragkat haji. Haji adalah ibadah yang dilakukan di Mekah. Kewajiban haji sebagai salah satu rukun Islam bagi yang mampu dengan jelas diperintahkan oleh Allah dalam surat Ali Imran ayat 97:

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

Mampu yang Seperti Apa?

Lalu, mampu yang seperti apakah yang dimaksud dalam syarat rukun Islam haji ini? Dari banyak hadits yang bisa kita temua dalam kitab-kitab, mampu yang dimaksud adalah mampu melaksanakan perjalanan ke Baitullah, Mekah. Untuk menuju Baitullah, tentu saja kita membutuhkan uang yang banyak.

Jadi, jika kita sudah bisa memenuhi kebutuhan kita dan keluarga dan masih memiliki kelebihan harta untuk berangkat haji, maka hukum haji di sini wajib. Namun, jika harta kita hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak memiliki uang yang cukup untuk ke baitullah, maka hukum melaksanakan rukun Islam di sini tidak wajib.

Selain masalah harta, mampu dalam menjalankan rukun Islam yang ke lima ini juga berhubungan dengan kesehatan. Jadi, kalau kita merasa sehat dan mampu, jangan menunda-nunda lagi untuk mendaftar haji karena belum tentu kita masih hidup untuk beberapa tahun ke depan.

Jangan pula kita malah membelanjakan harta kita untuk hal-hal lain yang tidak penting atau tidak darurat. Namun, jika kita sakit-sakitan atau kita memiliki salah satu anggota keluarga yang sakit yang tidak mungkin kita tinggalkan, maka menunaikan rukun Islam ini tidak wajib.

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ جِسْمَهُ وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِى الْمَعِيشَةِ تَأْتِى عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لَمْ يَفِدْ إِلَىَّ لَمَحْرُومٌ

Allah SWT berfirman: Bahwa sesungguhnya hamba yang telah Aku beri anugerah kesehatan badan dan keluasan pada penghidupannya, Ketika telah lewat baginya 5 tahun tapi dia tidak datang padaKu (melaksanakan ibadah haji), maka dia benar-benar dicegah (dari segala kebaikan)

Bagaimana Jika Mampu tapi Tak Haji?

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ مُسْلِمٍ الْقُرَشِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏”‏ أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ – ثُمَّ قَالَ – ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلاَفِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَىْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَىْءٍ فَدَعُوهُ ‏”‏ ‏.‏

Rasulullah ﷺ bersabda: “wahai kaumku! Allah telah mewajibkan haji atasmu!”, kemudian ada seseorang yang bertanya “Wahai Rasulullah, apakah itu harus dilaksanakan setiap tahun?” – Rasulullah diam hingga orang tersebut mengulangi pertanyaannya 3 kali. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata “Jika aku katakan “iya” maka hal itu akan menjadi kewajiban bagimu setiap tahun dan kalian tidak akan bisa melakukannya. Jadi ketika aku memerintahkanmu melakukan sesuatu, maka lakukanlah semampu kalian dan bila aku memerintahkan untuk meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah”

Dalam hadits Riwayat Muslim 1337 diatas diselipkan perintah untuk melaksanakan semaksimal dan semampu kita tentang perintah Allah Rasul. kita harus berusaha sekuat tenaga atau Mastatho’na terlebih dahulu untuk melaksanakannya.

Pada kenyataanya, banyak orang yang sebenarnya mampu melaksanakan ibadah haji namun tak melakukannya atau bahkan sama sekali tidak berniat melaksanakan ibadah haji suatu saat nanti. Banyak orang yang merasa sayang jika uangnya digunakan untuk berhaji hanya untuk mendapatkan gelar Haji padahal haji bukanlah gelar tapi ibadah.

Mereka lebih memilih menggunakan uangnya untuk berlibur ke Eropa daripada ke Baitullah. Banyak juga yang mempu membeli mobil atau rumah baru tetapi tidak mampu melaksanakan rukun Islam ini padahal harga mobil atau rumah baru jauh lebih mahal dari biaya haji. Harusnya orang-orang seperti itu malu terhadap Allah.

Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang demikian? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, bahwa seseorang yang menunda-nunda haji padahal ia mampu, maka kebaikannya akan terhalangi. Dalam hadits lain riwayat Baihaqi, orang yang tidak mau melaksanakan rukun Islam ini padahal mereka mampu, maka mereka termasuk orang Yahudi dan Nasrani saat mati kelak. Melihat ancaman tersebut, seharusnya kita segera mendaftar haji jika memang sudah mampu.

Hikmah yang Bisa Kita Ambil

Dari penjelasan tentang haji sebagai salah satu rukun Islam di atas, kita hendaknya berusaha mencari rezeki agar mampu melaksanakan kewajiban haji. Jika kita sudah memiliki harta yang cukup, maka segeralah mendaftar haji, bukan malah berpura-pura belum mampu dan memilih membelanjakan harta untuk hal-hal yang kurang penting.

Masalah mampu atau tidak mampu janganlah kita jadikan sebagai dalih untuk tidak mau berusaha bisa melaksanakan haji. Pada kenyataannya ada kok mereka orang-orang yang terlihat tidak mampu malah bisa melaksanakannya. Lalu apakah kita yang diberi lebih rejekinya oleh Allah malah lembek dalam usaha melaksanakan ibadah haji ini.

Kewajiban haji hanya sekali seumur hidup. Mudah-mudahan kita menjadi salah satu orang yang dimudahkan rezekinya dan disehatkan badannya sehingga mampu melaksanakan panggilan haji dan Islam kita menjadi sempurna.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!