Rasulullah Membenci Orang yang Begadang dan Nongkrong Larut Malam?

0
2638

Jika sobat pembaca cahayaislam ada yang tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta, maka pasti sobat sangat tahu betul dong betapa budaya anak nongkrong dan begadang sudah sangat mendarah daging disana. Semakin maraknya perkembangan bisnis cafe dan tempat nongkrong di kota pelajar inilah yang pada awalnya menyulut trend nongkrong larut malam (begadang) atau hang out bareng teman-teman atau kolega. Segala tempat nongkrong dari warung kopi sederhana, diskotik sampai yang bernuansa mewah dan VVIP ada di kota ini.

Tim cahayaislam sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang gemar nongkrong di Yogyakarta. Kebanyakan mereka mengatakan bahwa tren nongkrong hingga larut malam ini sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kehidupan sosial dan pergaulan di kalangan mahasiswa. Ada juga yang berpendapat “sayang aja kalo malam cuma digunakan untuk tidur tanpa nongkrong”. Memang sih, tren ini terdengar sangat keren. Namun tahukah sobat cahayaislam bahwa sesungguhnya ada hadits dimana Rasulullah membenci trend semacam itu.

Rasulullah membenci ngobrol tidak berfaidah setelah sholat Isya’

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ، عَنْ أَبِي بَرْزَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Dalam hadits riwayat Bukhari 568 diatas dijelaskan bahwa sungguh Rasulullah membenci tidur sebelum waktu isya dan berbicara setelahnya. Hal ini menurut para alim ulama sebagai landasan atas tidak disukainya trend nongkrong yang banyak terjadi sekarang. Tentu hal ini dituturkan bukan tanpa alasan sama sekali. Ada beberapa hal yang menjadi alasan tidak bagusnya acara nongkrong ini.

Alasan pertama adalah karena kegiatan nongkrong larut malam ini ditengarai kebanyakan tidak memberikan faidah apapun. Kebanyakan orang yang nongkrong dan begadang larut malam hanya ngobrol-ngobrol tidak jelas arah. Bahkan lebih buruk lagi bila tempat nongkrong tersebut menyajikan khamr dan minuman atau makanan yang haram dan dilarang oleh Allah. Tentu hal itu malah akan menambah dosa.

Alasan kedua adalah karena kegiatan nongkrong sampai larut malam biasanya akan membuat orang yang melakukannya lalai dalam melakukan sholat tahajud maupun sholat subuh yang merupakan shalat wajib. Kasus ini sering sekali terjadi, karena asyik nongkrong sampai jam 3 pagi, biasanya ketika pulang ke rumah akan langsung tidur dan enggan melakukan sholat tahajud maupun menunggu waktu subuh tiba. Lalu apa bedanya kita dengan orang-orang kafir bila sholat saja kita sangat lalai?

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Sesungguhnya perjanjian diantara kami dan mereka (kaum kafir) adalah shalat. Siapapun yang meninggalkan sholat maka sungguh dia telah kafir. (H.R Nasa’i 463)

Begadang boleh asalkan ada hajat atau keperluan yang harus dilakukan

Kebencian Rasulullah tentang perilaku begadang maupun pada trend yang sekarang disebut sebagai nongkrong itu tidak berlaku secara mutlak. Ada pengecualian yang ada didalamnya. Para ulama menuturkan bahwa kegiatan begadang atau nongkrong tersebut boleh saja dilakukan selama memang ada hajat atau keperluan yang harus dilakukan. Misalnya begadang untuk mengerjakan tugas atau urusan pekerjaan. Maka itu diperbolehkan. Semoga bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!