Rasulullah Aja Bantuin Istrinya di Rumah? Masa Kamu Enggak?!

0
463

Pernah nggak sih sobat pembaca cahayaislam yang merupakan seorang suami bertanya kepada istri: Wahai istriku, bagaimana pekerjaan rumah hari ini? Apakah perlu kubantu? – Kalau anda pernah atau malah sering menanyakan hal tersebut, maka anda layak disebut sebagai suami TOP Markotop!

Seolah sudah menjadi sebuah hal yang lumrah di Indonesia ini untuk seorang istri untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah. Seorang suami, biasanya ketika pulang dari tempat kerja langsung leyeh-leyeh duduk sembari meminta dibuatkan kopi oleh istrinya. Namun, sobat cahayaislam tahu tidak bahwa sebenarnya suami terbaik adalah dia yang mau peduli serta bertandang membantu istrinya dalam urusan pekerjaan Rumah.

Suri Tauladan Rasulullah yang membantu pekerjaan rumah istrinya

حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ الأَسْوَدِ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ ـ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ ـ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ

Dalam hadits riwayat Bukhari 676 diatas dijelaskan. Aswad pernah bertanya kepada ibunda Aisha tentang apa yang biasanya dilakukan oleh Rasulullah ketika di dalam rumah? – Aisha yang merupakan istri tersayang Rasulullah menjawab bahwa Rasulullah sering bersibuk diri membantu keluarganya (dalam hal pekerjaan rumah) dan ketika waktu shalat tiba, Beliau bertandang untuk segera melaksanakannya.

Karena perilaku membantu pekerjaan rumah tangga tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, maka hal itu menjadi sebuah sunnah yang baik untuk dilaksanakan. Banyak dari alim ulama yang mengkaji hadits ini bersama tim cahayaislam setuju bahwa seorang suami yang baik memiliki kriteria ringan tangan dalam membantu pekerjaan rumah istrinya. Dia telah mengikuti kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah dan orang-orang sholih lainnya.

Membantu pekerjaan rumah sebagai wujud Tawadhu’ seseorang? 

Menjadi orang yang pengertian kepada istri dengan membantu pekerjaan rumah juga tergolong sebagai wujud tawadhu’ seseorang. Sikap tawadhu merupakan sikap rendah hati yang oleh para alim ulama ditunjukkan dengan perbuatan yang menghargai sesama serta tidak acuh dan sombong.

Dengan membantu pekerjaan istri, secara otomatis anda menunjukkan sikap penghargaan terhadapnya. Dan yang pasti adalah dengan bersikap tawadhu’, Allah berjanji akan meninggikan derajatnya kelak seperti yang dijelaskan dalam hadits Riwayat Muslim 2588 ini.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Termasuk sebagai sebaik-baiknya suami menurut Rasulullah

Dalam hadits ibnu Majjah 1977 (kitab pernikahan) dijelaskan pula bahwa Rasulullah bersabda tentang sebaik-baiknya kalian adalah orang yang baik terhadap istrinya.

حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ، بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ يَحْيَى بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ عَمِّهِ، عُمَارَةَ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏ “‏ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي

Nah, sekarang sobat cahayaislam tahu kan begitu penting dan mulianya membantu istri dalam pekerjaan rumahnya. Semoga dengan ini kita bisa menjadi lebih aware dan pengertian kepada istri-istri kita yang selalu dihadapkan dengan pekerjaan rumah yang menumpuk. Semoga bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!