Petuah Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Motivasi Dalam Agama Islam

0
581

Motivasi Islam rasanya sangat wajib dibaca, terlebih lagi setelah membacanya kita semakin termotivasi dan semakin giat dalam urusan agama. Berbicara mengenai motivasi, pasti erat kaitannya dengan tokoh-tokoh penting yang ilmu keagamaannya lebih tinggi dibandingkan kita, benar bukan sahabat cahaya Islam. Terkadang para tokoh tersebut hanya memberikan sedikit kata-kata, namun memiliki makna yang sangat mendalam serta mampu membangkitkan semangat seseorang. Salah satu tokoh yang berpengaruh adalah Petuah Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Motivasi Dalam Agama Islam. Beliau merupakan seorang pengajar, imam Sunni, cendikiawan, ahli fiqih yang hidup diabad ke-13.

Petuah Ibnu Qayyim Al Jauziyyah Motivasi Dalam Agama Islam

Beliau adalah ahli dalam fiqih bermazhab Hambali, disamping itu beliau juga ahli dalam ilmu Tafsir, ahli hadits, penghafal al Qur’an, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam sekaligus seorang mujtahid. Petuah dari ibnu al Qayyim juga sering dijadikan motivasi dan pembangkit semangat dalam beragama.

Petuah Bijak Ibnu Al Qayyim

Ada sebuah petuah bijak ibnu Qayyim al Jauziyyah yang begitu bermakna, beliau mengibaratkan dunia seperti bayangan ‘Dunia ini ibarat bayangan, kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu’. Petuah tersebut mempunyai makna bahwa segala urusan didunia tidak akan pernah dapat dipenuhi dan tak ada habisnya. Seperti kita yang berlari mengejar bayang-bayang, tidak akan pernah dapat menangkapnya bukan? Motivasi Islam dapat disimpulkan bahwa kita hanya akan mendapatkan lelah bila selama didunia ini terus mengejar duniawi.

Urusan duniawi biasanya penuh akan urusan uang dan harta saja. Semakin kita mengejar harta, maka kita akan merasa semakin miskin dan tidak akan pernah puas. Yang harus dilakukan sebagai motivasi islam terbaru adalah ‘Balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu’. Maknanya adalah kita sebaiknya tidak mengejar dunia, namun mengejar akhirat. Sejatinya dunia ini hanyalah sarana bagi kita untuk mencari bekal diakhirat nantinya. Jadi motivasi Islam yang terdapat pada petuah ini adalah kita sebaiknya mengejar akhirat, bukan mengejar dunia yang fana ini. Sebab kehidupan diakhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, dan kita akan kekal disana.

Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang juga menyiratkan motivasi Islam, bahwa Rasulullah SAW bersabda ‘Barangsiapa yang tujuannya akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia akan mendapatkan tiga perkara yaitu Allah menjadikan kecukupan dihatinya, Allah mengumpulkan urusannya, dunia akan datang kepadanya dalam keadaan dunia itu hina. Barang siapa yang tujuannya dunia, obsesinya dunia, cita-citanya dunia, maka dia akan mendapatkan tiga perkara yaitu Allah menjadikan kemelaratan ada didepan matanya, Allah mencerai beraikan urusannya, dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja’.

Hal tersebut sebenarnya telah tertuang dalam al Qur’an dalam surah Al Qasas ayat 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Motivasi Islam jelas terlihat dari al Qur’an dan hadits tersebut, dimana kita tidak akan pernah habis bila mengejar dunia. Akan tetapi, bila kita mengejar akhirat, maka Allah akan mencukupkan urusan duniawi.

Namun perlu digaris bawahi motivasi Islam ini, meskipun Allah berjanji mencukupkan urusan duniawi bukan berarti kita lantas melupakan dunia. Bila kita hanya beribadah tanpa bekerja dan berpangku tangan saja, Allah juga tidak menyukainya. Lebih baik antara urusan dunia dan akhirat semuanya seimbang dan tidak berat sebelah agar hidup semakin sempurna.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!