Pertolongan Allah Untuk Ahli Ibadah: Kisah Sahabat Rasul Abu Mu’allaq Al Anshori

2
1292

Sesungguhnya diciptakannya jin dan manusia di dunia ini tidak lain dan tidka bukan untuk beribadah kepada Allah (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ). Nukilan Ayat Al-Quran tersebut pastinya sudah sering terngiang ditelinga kita orang-orang muslim, dimana kita selalu diingatkan tentang sebenarnya apa sih inti dari kehidupan manusia di dunia ini? Yakni beribadah dan mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk akhirat kelak. Sebagai orang beriman yang yakin kepada Allah atas pertolongan-pertolongannya, kita harus bisa lebih mementingkan hal lain yang bukan beribadah kepada Allah. Karena Allah selalu memberikan pertolongan kepada hamba-hambanya yang taat dijalan Allah. Seperti pertolongan Allah untuk ahli ibadah Abu Muallaq Al Anshori yang diceritakan oleh Anas dalam sebuah hadits.

Perampok yang menginginkan harta dan nyawa

Tersebutlah cerita yang terkenal tentang seorang ahli ibadah bernama Abu Muallaq Al Anshori. Beliau adalah muslim ikhsan yang senantiasa melaksanakan ibadah kepada Allah tanpa cela serta memprioritaskan hal tersebut diatas segalanya. Beliau ahli sholat sunnah dan puasa serta tidak ragu untuk membelanjakan hartanya di sabilillah. Suatu ketika dalam perjalanan pulang berdagang dikota tetangga, beliau bertemu dengan seorang pembonceng yang ingin ikut nebeng kereta kudanya sampai kota selanjutnya.

Karena jalanan pada waktu itu sunyi senyap dan Abu Muallaq Al Anshori peduli dengan orang tersebut, diajaklah pembonceng tadi untuk naik ke kereta kudanya bersama barang-barang dagangannya tanpa ada perasaan curiga. Namun, ternyata orang tersebut adalah perampok yang sudah banyak dikenal kejam didaerah tersebut dan oleh para saudagar disebut-sebut sebagai perampok keji, karena tidak hanya merampok saja, penjahat itu juga tidak membunuh orang yang dirampoknya.

Ditengah perjalanan perampok itu menodongkan sebilah pedang tajam ke leher Abu Muallaq Al Anshori dan berkata “Hey pedagang tua! Aku akan menginginkan hartamu dan juga nyawamu!” dengan wajah garang. Terkejut akan itu Abu Muallaq Al Anshori berkata “Bolehkah hanya hartaku saja yang engkau ambil wahai perampok, tapi jangan nyawaku, aku khawatir atas siksa Allah karena aku masih belum cukup beramal shalih”. Namun perampok itu masih bersikeras.

Kemunculan seorang prajurit gagah berani

Karena melihat perampok tersebut bersikeras ingin membunuh dan mengambil hartanya, Abdul Mu’alaf Al Anshori kemudian meminta syarat untuk diizinkan melaksanakan shalat sunnah bertaubat meminta ampun kepada Allah dan berdoa. Abdul Mu’alaf Al Anshori kemudian melaksanakan shalat dengan khusyu serta berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Pertolongan Allah untuk ahli ibadah pun terjadi kemudian.

يا ودود، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، أسألك بعزتك التي لا ترام، وملكك الذي لا يضام، وبنورك الذي ملأ أركان عرشك، أن تكفيني شر هذا اللص، يا مغيث أغثني

Dalam keadaan diambang kematian itu, tidak disangka-sangka muncullah satu sosok dengan pakaian perang yang lengkap dan tombak. Prajurit itu kemudian menerjang perampok itu dan menebasnya hingga tewas. Abu Muallaq Al Anshori yang melihatnyapun kaget tak karuan dan bertanya kepada sosok itu sebenarnya siapa dirinya? – Prajurit tersebut kemudian menjawab “Aku adalah orang yang diperintahkan Allah untuk menolongmu, karena Dia sangat mencintaimu” dengan lantang. Mendengar itu, Abu Muallaq Al Anshori pun kemudian bertakbir dan bersujud syukur kepada Allah. Dan ketika beliau bangun dari sujud syukurnya, sosok prajurit itupun telah lenyap.

Apa yang bisa dipetik dari kisah diatas?

Kisah Abu Muallaq Al Anshori diatas mengajarkan kita tentang tidak hanya bahwa pertolongan Allah untuk ahli ibadah itu pasti, namun juga menasihatkan kepada kita untuk menjadi lebih dekat dengan Allah untuk mendapatkan cintaNya. Kita juga bisa menjadikan sosok ahli ibadah Abu Muallaq Al Anshori sebagai tauladan dimana dia meminta perampok untuk mengambil hartanya, namun tidak nyawanya karena khawatir bahwa amalnya didunia ini belum cukup untuk melindunginya dari siksa Allah (meskipun dia dikenal sebagai orang yang ahli ibadah). Semoga bermanfaat ya sobat Cahayaislam!

2 KOMENTAR

    • Alhamdulillah jaza kAllahau khoiro mas Anwar… kebetulan saya mendapatkan penjelasan tentang kisah ini dalam pengkajian kitab Syarah Asmaul Husna dengan mendapatkan penjelasan secara langsung dari ustadz yang diatas mimbar, insha Allah bisa dipertanggung-jawabkan

Ikut Berkomentar Yuk!