Pertanyaan: Bagaimana Bila Orang Tua Tidak Memperbolehkan Kita Melakukan I’tikaf?

0
1618
Muslim Woman Reading Holy Islamic Book Koran

Disepuluh malam terakhir bulan Ramadhan seharusnya kita sebagai orang islam yang mengaku bertaqwa dan beriman kepada Allah menjadi lebih keranjingan dalam beribadah. Mencari rahmat dari malam lailatul qadar dengan melaksanakan i’tikaf dan menyepi di dalam masjid sembari melakukan aktiffitas peribadatan yang beraneka ragam semampu kita. Entah anda ingin melakukan shalat sunnah, dzikir kepada Allah, memperbanyak membaca Al-Qur’an maupun yang lainnya. Namun ada lho, beberapa orang yang tidak bisa melakukannya (kita harus bersyukur), dan alasannya bukan merupakan sesuatu yang biasa seperti sakit atau sibuk, melainkan kehendak orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk melakukan i’tikaf dimasjid. Beberapa waktu lalu tim Cahayaislam mendapati pertanyaan semacam itu. Lalu bagaimana dan apa yang harus kita lakukan bila itu terjadi. Simak solusi beberapa ulama disini deh.

Ta’at orang tua adalah hal yang wajib, sedangkan i’tikaf tidak

Beberapa ulama menjawab pertanyaan ini dengan tinjauan hukum antara ta’at kepada orang tua dengan hukum i’tikaf bulan Ramadhan itu sendiri. I’tikaf merupakan anjuran Rasulullah dan secara otomatis menjadi sunnah yang bila tidak dilakukan tidak berdosa. Lain halnya dengan menta’ati orang tua. Allah dan Rasul selalu menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua. Bukankah Ridhonya Allah merupakan ridhonya orang tua? Maka dari itu bila anda merupakan orang yang berada dalam keadaan seperti ini, anda perlu ta’at kepada orang tua anda.

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Aku bertanya kepada Rasulullah, amalan seperti apa yang paling mulia dimata Allah. Rasulullah memberi jawaban: (1) Shalat tepat waktu, (2) Berbakti kepada orang tua, dan (3) berjihad di jalan Allah (Sabilillah)

Lalu, bukankah kita boleh tidak menta’ati orang tua bila mereka memerintahkan kita untuk hal-hal buruk? (dalam konteks disini meninggalkan i’tikaf). Ada pula pertanyaan lanjutan semacam ini. Yang perlu anda pahami adalah, perintah buruk itu adalah perintah yang memiliki hukum mutlak sebuah dosa. Misalnya orang tua menyuruh anda minum minuman keras atau berjudi. Nah, bila seperti ini, anda wajib menolaknya.

Anda tetap bisa mendapatkan rahmat pahala lailatul Qadar tanpa berada di masjid

Seperti yang telah kami ulas dalam artikel panduan i’tikaf malam lailatul qadar sebelumnya, secara eksplisit kami menerangkan bahwasanya i’tikaf dan mencari malam lailatul qadar itu berbeda. Anda tetap bisa mendapatkan rahmat pahala lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan tanpa harus i’tikaf (anda bisa beribadah dirumah dengan niyat mencari keutamaan lailatul Qadar). Namun yang perlu digaris bawahi disini adalah, anda tidak mendapatkan pahala i’tikaf itu sendiri, karena salah satu ketentuan i’tikaf adalah berdiam diri dimasjid.

Solusi alternatif: Ajak orang tua untuk melaksanakan i’tikaf bersama

Bila sobat Cahayaislam masih belum puas juga dengan dua penjelasan dan solusi diatas. Maka tentu ada satu lagi solusi alternatif. Bila orang tua tidak memperbolehkan anda i’tikaf di masjid karena beberapa alasan, anda bisa mencoba menjelaskan apa sih sebenarnya manfaat i’tikaf kepada mereka. Beri mereka pengertian akan mulianya ibadah 10 malam terakhir Ramadhan ini. Dan bila mereka masih saja tidak mau mendengarkan, maka anda bisa mengajak mereka untuk ikut serta melaksanakan i’tikaf bersama di masjid.

Nah, kira-kira itu beberapa solusi tentang permasalahan bila orang tua anda melarang anda untuk melakukan i’tikaf di masjid. Semoga dengan ulasan kali ini, tidak hanya anda saja yang mendapat kemuliaan dan hikmah bulan Ramadhan, namun anda bisa mengangkat pula derajat orang tua anda hingga nanti di akhirat kelak bisa bersama-sama masuk kedalam surga Allah yang maha nikmat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!