Perkenalkan, Namaku Adalah Uang! (Nasihat Islami)

0
479

Perkenankan aku untuk memperkenalkan diri. Namaku adalah uang. Banyak orang-orang menyebutku dengan berbagai panggilan. Ada mereka yang memanggilku dengan sebutan duit. Ada mereka yang memanggilku dengan nama-nama yag terkesan islami, yaitu fulus. Ada pula mereka dari luar negeri yang menyebutku dengan istilah ‘money’.

Diriku hanyalah sebuah kertas yang lemah. Penampilanku juga terbilang biasa-biasa saja. Aku menyadari hal itu. Namun aku akan memberitahu satu hal mencengangkan tentang diriku. Meskipun aku lemah dan terlihat remeh. Aku sangatlah hebat! Karena aku mampu, meski dengan keadaanku yang berfisik lemah itu untuk merombak dan mengacaukan tatanan dunia.

Aku bisa pula mengubah perilaku dari manusia di dunia ini. Aku bisa menjadi dalang dari berubahnya sifat dan karakter seseorang. Manusia-manusia itu berubah karena diriku. Mereka tega mengkhianati teman dan saudara, membuang harga diri mereka, dan bahkan meninggalkan iman dan keyakinannya demi diriku yang hanya merupakan sebuah kertas remeh ini.

Aku sama sekali tak mengerti dimana letak mereka yang bejat maupun sholeh. Namun banyak orang menggunakanku sebagai sebuah “patokan” untuk manusia. Patokan dari derajat manusia. Aku menentukan apakah mereka kaya atau miskin, hina atau terhormat. Padahal aku sama sekali tidak bisa membedakan hal tersebut.

Aku tidak memiliki hubungan kekerabatan apapun dengan iblis atau syetan beserta tentaranya. Akupun bukanlah bagian dari mereka. Namun entah kenapa banyak orang yang melakukan hal keji demi diriku. Diriku bukan pula “orang ketiga” dalam sebuah hubungan. Namun anehnya, aku bisa membuat pasangan suami dan istri berpisah, saudara saling membenci satu sama lain, orang tua dan anak jatuh pada lubang perselisihan.

Teramat sangat jelas pula bahwa aku bukanlah Allah. Bahkan setitikpun diriku tak bisa disamakan pada sosok-Nya yang penuh keagungan. Namun entah bagaimana ceritanya, banyak yang menyembah kepadaku. Tak sedikit pula mereka yang merupakan hamba Allah malah lebih menghormatiku dan memprioritaskan hidupnya untukku.

Aku pada dasarnya hanyalah sebuah alat yang digunakan untuk melayani manusia. Namun malah kebalikannya. Manusia malah dengan senang hati menjadi budakku. Akupun tak pernah berkorban apapun untuk mereka, namun malah mereka yang rela berkorban demi diriku.

Aku juga bukanlah hal yang bisa membuat umur anda panjang, atau hal yang bisa anda gunakan untuk menebus dosa-dosa yang telah anda lakukan di dunia. Bahkan diriku takkan berada kelak ketika anda bertemu dengan Allah. Aku tak bisa menemani anda kelak dalam menerima penghakiman dari-Nya. Saranku hanya satu, jangan terlalu mencintai aku namun pergunakan aku untuk menjadi teman kalian yang akan menerangi jalan kalian menuju akhirat dengan banyak bersedekah, zakat dan infaq di jalan-Nya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!