Pentingnya Mengingat Jasa Orang Lain Dalam Hidup

0
590

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu tidak akan terlepas dari interaksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia memang ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan membantu sesama manusia, terutama pada mereka yang menderita. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa saling menolong dalam kesusahan. Namun, di sisi lain Islam juga mengajarkan kepada umatnya betapa Pentingnya Mengingat Jasa Orang Lain Dalam Hidup, terutama bagi mereka yang sudah membantu kita untuk hidup lebih baik.

Pentingnya Mengingat Jasa Orang Lain Dalam Hidup

Mengingat bantuan yang telah diberikan oleh orang lain adalah salah satu hal yang penting. Ini adalah salah satu bagian dari mawas diri dimana seseorang akan senantiasa rendah hati ketika ia menyadari bahwa banyak orang lain yang telah membantu kehidupannya. Tidak hanya itu, ia juga akan senantiasa bersyukur dan tidak bertindak semena-mena dalam menjalani kehidupan.

Kisah Rasulullah SAW

Mengenai pentingnya menghargai jasa orang lain, maka kita bisa melihat banyak kisah yang dituturkan oleh Rasulullah SAW. Dari kisah tersebut, kita tentu bisa belajar mengenai pentingnya mengingat jasa orang lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini, salah satu kisah yang sangat terkenal dan juga memberikan banyak inspirasi adalah kisah mengenai tiga orang Bani Israel.

Dikisahkan, pada zaman dahulu, ada tiga orang Bani Israel yang mereka hidup dalam kesusahan karena beragam keterbatasan yang mereka miliki. Keterbatasan yang mereka miliki membuat mereka tidak bisa hidup layak sebagaimana orang lain dan seringkali mereka kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup.

Ketiga orang Bani Israel tersebut memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan hal itulah yang membuat mereka hidup dalam keterbatasan dan kesusahan.

Orang pertama menderita kusta, orang kedua mengalami kebotakan dan orang yang ketiga buta. Allah SWT mengutus malaikat dan menyuruhnya untuk menguji mereka bertiga.

Ketika malaikat turun dan melakukan tugasnya, ia bertanya pada orang pertama. Ia mengatakan bahwa ia ingin sembuh dari kudis yang ia derita. Malaikat kemudian mengusap kulitnya dan atas izin Allah SWT, secara tiba-tiba penyakit kudis yang ia derita menjadi hilang dan ia sembuh. Lalu, malaikat bertanya lagi kepadanya, “harta apa yang kau inginkan?”. Lantas orang pertama tersebut berkata bahwa ia menginginkan unta.

Setelah itu, malaikat menemui orang kedua dari Bani Israel tersebut. Ia bertanya padanya tentang apa yang ia inginkan. “Aku ingin rambut di kepalaku tumbuh kembali”. Malaikat tersebut mengusap kepalanya dan rambut tersebut tumbuh. Malaikat lalu memberikannya seekor sapi.

Begitu pula orang ketiga. Ia yang buta menginginkan matanya sembuh dan bisa melihat. Malaikat lantas mengusap kedua matanya dan seketika buta yang ia derita menjadi sembuh. Malaikat lalu memberikannya seekor kambing nan gemuk.

Waktu berlalu dan ketiga orang tersebut sudah menjadi kaya raya dengan kekayaan yang berlimpah. Jika semula mereka direndahkan oleh masyarakat umum karena kekurangan yang mereka miliki, kini mereka menjadi orang yang terpandang di kalangan masyarakat.

Lalu, apakah mereka masih ingat tentang kehidupan mereka di masa lalu dan mereka akan senantiasa mengingat jasa orang lain? Di sinilah kita bisa belajar dari kisah mereka.

Setelah waktu berlalu, malaikat mendatangi orang pertama yang dulu berkudis. Ia mengaku bahwa ia seorang musafir dan kehabisan bekal. Namun, orang pertama tidak menggubrisnya dan langsung meninggalkannya. Malaikat lantas berkata, “bukankah anda dulu sama seperti saya?”. Dengan angkuhnya orang pertama tersebut menjawab bahwa kekayaan yang ia miliki adalah warisan. Sebelum pergi, malaikat tersebut berkata bahwa jika ia berdusta, maka kondisinya kembali seperti semula. Kisah yang sama juga terjadi pada orang kedua yang tidak mengingat jasa orang lain dalam hidupnya.

Lantas, malaikat berkunjung ke orang ketiga. Ia disambut dengan hangat karena orang ketiga ini senantiasa mengingat jasa orang lain dalam hidupnya. Di akhir kunjungan, malaikat berpesan “Jagalah kekayaanmu, sebenarnya kalian sedang diuji. Kau telah diridhai dan kedua temanmu dimurkai” HR. Bukhari Muslim (shahih)

Dari kisah tersebut kita bisa melihat bahwa kita tidak bisa hidup tanpa jasa orang lain. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mengingat jasa orang lain agar kehidupan kita selanjutnya menjadi lebih baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!