Peluang Dan Harapan Hijrah Bagi Umat Muslim

0
686

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tentu tidak akan terlepas dari kesalahan yang mungkin terjadi. Memang sudah kodratnya bahwa manusia tidak akan terlepas dari dosa dan kesalahan sebagaimana diceritakan bahwa iblis akan mengajak manusia bertindak mungkar hingga hari kiamat. Namun, adanya kesadaran mengenai kesalahan apa yang sudah dikerjakan dan timbulnya keinginan untuk berubah adalah suatu anugerah yang harus sangat disyukuri karena tidak semua orang mendapatkan hal semacam itu pada hidupnya. Dalam hal ini, bagaimanakah kajian islam mengenai Peluang Dan Harapan Hijrah Bagi Umat Muslim terutama di zaman yang serba terbalik sekarang ini?

Peluang Dan Harapan Hijrah Bagi Umat Muslim

Jangan merasa paling suci

Terkadang, ketika kita melihat bahwa seseorang belum melakukan perintah agama sebagaimana yang kita lakukan, maka kita cenderung berpendapat bahwa kita adalah hamba yang lebih baik dari dirinya. Hal semacam ini merupakan sesuatu yang salah dan sebaiknya di hindari oleh kaum Muslim. Perkara ini cukup penting karena merupakan bagian dari hijrah bagi umat Muslim. Bagaimana maksudnya?

Ketika seseorang merasa bahwa dirinya sudah suci dan benar, maka akan timbul kecenderungan untuk bertahan dengan apa yang ada pada diri mereka sekarang. Mereka tidak akan melihat harapan hijrah bagi umat Muslim dan justru mencari pembenaran atas apa yang sudah mereka miliki.

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman :

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

“(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Jangan sekali kali kalian merasa paling suci, karena hanya Allah yang paling tahu siapa yang paling bertakwa.” [1]

Dari petikan ayat di atas kita bisa mengetahui bahwa Allah SWT sangat melarang umat-Nya merasa diri mereka paling benar dan paling suci karena hanya Allah SWT-lah yang memahami diri mereka. Selain itu, dengan adanya sikap mawas diri jika seseorang tidak lepas dari kesalahan dalam hidupnya, maka seseorang tersebut akan paham bahwa ia perlu untuk selalu berusaha untuk mendapatkan hal yang terbaik.

Semua berpeluang hijrah

Dalam kajian islam, hijrah adalah sebuah jalan bagi umat Muslim untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk mendapatkan kenikmatan akhirat. Lantas, bagaimanakah harapan hijrah bagi umat Muslim?

Sering kita lihat bahwa seseorang terpenjara oleh keyakinannya sendiri bahwa dosa yang ia lakukan sudah tidak mungkin diampuni atau mereka berpikir bahwa hijrah tidak ada gunanya karena mereka terlalu banyak kesalahan. Pemikiran semacam adalah pemikiran yang bathil dan harus senantiasa ditinggalkan.

Perlu dipahami bersama bahwa harapan hijrah bagi umat Muslim semuanya adalah sama. Dalam hal ini, semua muslim berpeluang untuk berhijrah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya. Hal ini seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [2]

Dalam hadis, Rasulullah SAW juga bersabda,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ يَعْنِي سُلَيْمَانَ بْنَ حَيَّانَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا حَفْصٌ يَعْنِي ابْنَ غِيَاثٍ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامٍ ح و حَدَّثَنِي أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Sulaiman bin Hayyan] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu’awiyah] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku [Abu Sa’id Al Asyaj] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] semuanya dari [Hisyam] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb] -dan lafadh ini miliknya- telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ibrahim] dari [Hisyam bin Hasan] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah] dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat (kiamat), maka Allah masih akan menerima taubatnya.'” [3]

Kedua sumber tersebut menjelaskan bahwa pada dasarnya, Allah SWT adalah Maha Pengampun yang tetap akan mengampuni umat-Nya yang berusaha untuk meninggalkan hal buruk dan menggantinya dengan hal baik dalam hidupnya. Namun, tentu saja, hijrah ini harus dibarengi dengan niat yang ikhlas dan tulus hanya mengharap ridho Allah SWT, bukan lainnya. Oleh karena itu, hamba yang beriman harus senantiasa memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan menyadari bahwa harapan hijrah bagi umat Muslim adalah sama, tidak ada yang membedakannya.

Dengan memahami bahwa hijrah bagi umat Muslim adalah perkara yang amat penting, maka tentu kita wajib untuk membuat sebuah rencana yang hendak direalisasikan. Dalam hal ini, tentu kita harus mendapatkan bimbingan yang tepat agar hijrah yang kita lakukan mendapatkan berkah dan ampunan dari Allah SWT.

Dan, perlu diketahui bahwa peluang dan harapan hijrah bagi umat Muslim adalah sama meskipun kita adalah pendosa. Semoga bermanfaat.

[1] QS An-Najm: 32

[2] QS Az-Zumar: 53

[3] H.R. Muslim 4872 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!