Nasihat Agama Untuk Orang yang Berpuasa: Hati-Hati dalam Ucapan dan Perbuatan!

0
924

Ada salah satu kenalan tim Cahayaislam, dia bekerja sebagai pegawai disalah satu cafe yang berada di kota besar di Indonesia. Di bulan puasa ini, dia banyak mendapatkan shift bekerja disore hari sekitar jam 3 sampai menjelang jam 10 malam. Beberapa hari yang lalu dia mendapati seorang pembeli yang sedang nongkrong dengan teman-temannya menjelang buka puasa. Karena meja mereka berada dekat dengan orang-orang tersebut, dia sedikit mendengar percakapan-percakapan mereka. Namun percakapan-percakapan mereka terdengar bak orang-orang yang tidak pernah belajar bertutur kata dengan baik. Banyak kata-kata makian dan kata-kata kotor yang mereka utarakan. Selang beberapa saat kemudian, adzan berkumandang dan para pelanggan tersebut menyantap makanan mereka untuk berbuka puasa.

Dari pengalaman tersebut timbullah pertanyaan-pertanyaan yang menghantui teman tim Cahayaislam yang bekerja dicafe tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seperti, apakah berkata-kata kotor itu membatalkan puasa? Apakah boleh mengeluarkan kata-kata makian ketika berpuasa? Bukankah kita harus menjaga lisan dan perbuatan di bulan ramadhan? Itu bukanlah suatu pertanyaan retoris namun merupakan pertanyaan yang memiliki jawaban berupa renungan untuk kita para muslim yang beriman:  apakah kita rela, kita berpuasa hanya menahan lapar dan haus tanpa mendapatkan hikmah dan pahala apapun? – Jadi nasihat agama yang tepat untuk orang yang berpuasa adalah untuk berhati-hati dalam menjaga ucapan dan perbuatan! Karena konsekuensinya adalah ibadah puasa anda muspro atau tidak berarti sama-sekali.

Ruginya Orang yang berpuasa namun tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan jelek

 من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Dalam hadits bukhari 1903 tersebut diterangkan bahwasanya barangsiapapun yang sedang melaksanakan puasa namun tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan yang dusta maupun jelek, maka menahan lapar dan dahaganya tidak dibutuhkan oleh Allah. Orang yang berpuasa namun tidak bisa menjaga lisan dan perbuatan di bulan ramadhan hanya akan menjadi bagian dari orang-orang yang tidak mendapatkan apapun dibulan puasa kecuali hanya lapar dan haus. Secara kasarnya, mending tidak usah puasa saja deh, daripada sudah lapar dan haus tapi tidak ada pahalanya.

Dari hadits tersebut, kita bisa mengerti betapa ruginya mereka, orang yang berpuasa namun tidak berusaha meninggalkan perbuatan maupun ucapan jelek. Tentunya sobat Cahayaislam tidak ingin menjadi salah satu diantara orang-orang tersebut bukan?

Cara menghindari ucapan dan perbuatan jelek ketika berpuasa?

Untuk menghindari hal-hal demikian tidak lain adalah menghindari kemungkinan-kemungkinan hal tersebut bisa terjadi. Semisal dengan bertemu dengan teman-teman anda yang sering berperilaku demikian akan membuat anda bisa dengan mudah mengucapkan kata-kata jelek atau melakukan hal-hal yang melanggar norma agama, maka ada baiknya anda menghindarinya. Memang menjaga lisan agar selalu berbicara baik adalah sebuah kebiasaan, jadi marilah kita mulai untuk membiasakan hal tersebut mulai sekarang.

Selain menghindari ucapan dan perbuatan jelek ketika berpuasa dengan tidak berada dekat-dekat dengan kemungkinan yang bisa menimbulkan hal demikian, sobat Cahayaislam bisa juga mengatasi hal ini dengan mengganti rutinitas sobat Cahayaislam. Misalnya diselain bulan puasa, anda lebih sering nongkrong bersama teman-teman anda, maka dibulan Ramadhan anda bisa mengubahnya dengan lebih banyak mengunjungi masjid untuk shalat sunnah, dzikir atau tadarus Al-Qur’an daripada nongkrong bersama teman-teman dengan ngobrol ngalor ngidul yang tidak jelas dimana faidah dan tujuannya atau bahkan membuat anda terpengaruh. Sehingga sobat Cahayaislam tidak bisa menjaga lisan dan perbuatan di bulan ramadhan ini.

Puasa sesungguhnya adalah tentang menahan segala godaan-godaan tidak baik yang datang kepada anda, termasuk godaan-godaan untuk tidak menjaga ucapan dan perbuatan dibulan ramadhan. Ini merupakan ujian yang perlu anda lewati. Dan bila anda bisa melewatinya, insha Allah anda akan menjadi salah satu hamba yang dicintai oleh Allah dan dilimpahi dengan Rahmat dan BerkahNya. Dan lagi, semoga kebiasaan menjaga lisan dan perbuatan di bulan ramadhan ini tetap bisa terjaga sampai kapanpun ya, Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!