Para Pembaca Al Qur’an dan Penggambarannya yang Mirip Aneka Buah

0
341

Al Quran adalah diibaratkan cahaya yang bisa menerangi jalan seseorang nanti di akhirat. Seseorang yang membiasakan rutin membaca Al Quran di kesehariannya merupakan orang mulia yang akan mendapatkan derajat yang tidak bisa diremehkan di surga Allah kelak. Karena dia yang dekat dengan Firman-Nya adalah dia yang dekat pula dengan Allah SWT. Tapi tunggu dulu. bagaimana bila orang yang membaca Al Quran adalah orang yang munafik? Apakah begitu juga keadaannya?

Tentu tidak, seseorang tidak semata-mata bisa mendapatkan surga Allah dengan hanya puas berbekal pada membaca Al Quran setiap waktu. Islam mengajarkan banyak tuntunan, dan semua itu harus berimbang. Terkait dengan para pembaca-pembaca Al Quran ternyata ada sebuah hadits yang menggambarkan mereka dengan ala ala buah lho. Simak detailnya deh:

Penggambaran sang pembaca Al Quran dengan aneka Buah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ كِلاَهُمَا عَنْ أَبِي عَوَانَةَ، – قَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، – عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Hadits riwayat Muslim 797 yang termaktup dalam kitabushilatil mushafirin diatas menjelaskan beberapa gambaran yang diungkapkan oleh Rasulullah terkait dengan para pembaca-pembaca Al Quran. Setidaknya ada empat jenis buah yang dijadikan penggambaran oleh Rasulullah dalam sabdanya ini.

Seorang beriman yang (membiasakan) membaca ayat Allah adalah layaknya buah jeruk yang memiliki aroma manis dan rasa yang manis pula. Orang mukmin yang tidak melantunkan ayat Al Quran diibaratkan sebagai buah kurma yang tidak beraroma, namun memiliki rasa yang manis ketika dimakan. Lalu orang munafik yang membaca Al Quran adalah selayaknya buah basil/selasih yang memiliki aroma wangi dan manis, namun rasanya adalah pahit. Dan lagi orang munafik yang tidak melafalkan ayat Al Quran di dalam kehidupannya diibaratkan sebagai buah kolocynth yang tidak memiliki aroma dan pahit rasanya pula.

Al Quran yang menjelma sebagai kebaikan diri baik luar maupun dalam

Membiasakan Al quran dengan serta terus memupuk keimanan kita adalah layaknya buah jeruk seperti kata Rasulullah. Hal ini oleh para alim ulama dipercaya sebagai nasihat bahwa sebenarnya dengan kita memadukan keimanan beserta istiqomah kita dalam melantunkan ayat-ayat Allah bisa membentuk kharisma dan kebaikan diri. Tidak hanya terbatas pada luar diri, namun juga merebak didalam jiwa kita.

Sobat cahayaislam tidak perlu mengharuskan khatam satu juz dalam satu hari (tapi kalo bisa sih lebih baik). Sobat bisa membiasakan membaca paling tidak 3 ayat Al Quran disela-sela kesibukan anda yang padat dengan konsisten. Bahkan itu malah lebih baik daripada yang hanya sesekali membaca dengan kuantitas yang banyak. Bukankah Rasulullah pernah meyatakan bahwa amalan terbaik itu adalah yang sedikit namun dikerjakan secara kontinyu?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!