Panduan dan Ketentuan Melakukan Ibadah I’tikaf Lailatul Qadar dengan Baik dan Benar!

0
851

Banyak orang beranggapan bahwasanya kalau kita ingin mendapatkan hikmah lailatul qadar maka kita tidak bisa meninggalkan i’tikaf dimasjid selama 10 malam terakhir bulan Ramadhan. 8 dari 10 responden muslim yang telah tim Cahayaislam tanyai tentang kedua hal itu (lailatul qadar dan i’tikaf) meyakini bahwa keduanya merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Namun sebenarnya tidak demikian. Secara sederhananya: pahala rahmat lailatul qadar bisa didapatkan dimana saja (tidak harus didalam masjid), namun i’tikaf haruslah dimasjid. Jadi sebenarnya bila anda melakukan keduanya (i’tikaf dengan niyat mencari rahmat pahala lailatul qadar) anda mendapatkan dua pahala yang berbeda.

Pahala rahmat lailatul qadar adalah mendapatkan kebaikan yang lebih baik daripada 1000 bulan bila anda berhasil mendapatkannya. Dan pahala i’tikaf adalah mendapatkan luapan dari segala macam kebaikan selama mereka berdiam diri didalam masjid. Dengan menggabungkan dua hal (i’tikaf dan beribadah dengan niyat mencari lailatul qadar), maka pahala yang didapat pastinya lebih pol dan maksimal dibandingkan hanya beribadah dengan niyat mencari lailatul qadar dirumah anda, karena anda tidak mendapatkan pahala i’tikaf.

Nah, bila sobat Cahayaislam disini berencana melaksanakan i’tikaf didalam masjid dengan niyat mencari kemuliaannya malam lailatul qadar, maka ada beberapa ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi dan dilakukan tanpa cela. Cek detailnya dibawah deh:

Jangan lupakan niyat i’tikaf lailatul Qadar anda

Selain ketentuan i’tikaf yang harus dilakukan didalam masjid dan beberapa anjuran bahwa lebih utamanya melakukan i’tikaf adalah dalam keadaan suci, anda jangang sampai lupa menata niyat anda. Niyat hanya perlu diset didalam hati. Niyatkan didalam hati anda bahwa anda ingin memaksimalkan pahala di sepuluh malam terakhir bulan puasa dan mencari rahmat lailatul Qadar. Jangan sampai salah niyat ya sobat Cahayaislam!

Fokus beribadah dan melaksanakan amalan-amalan yang bermanfaat

Nah, setelah anda menata niyat dengan benar, tentunya anda harus merealisasikan niyat tersebut dengan sebenar-benarnya. Maksimalkan i’tikaf anda dengan melaksanakan hal-hal positif dan memiliki manfaat dan pahala yang banyak. Anda bisa juga mentargetkan ibadah-ibadah apa saja yang akan anda lakukan ketika i’tikaf seperti yang sudah kami ulas juga dalam tips luar biasa lailatul qadar sebelumnya.

Menghindari hal-hal yang menjadikan i’tikaf kurang maksimal

Disamping memaksimalkan ibadah dan panen pahala pada waktu i’tikaf, anda juga perlu berhati-hati dan menghindari hal-hal yang membuat amalan ibadah i’tikaf kita kurang maksimal seperti contohnya mengobrol dengan teman yang tidak berhubungan dengan ibadah, bermain gadget, keluar masuk masjid tanpa hajat yang diperbolehkan dan lain-lain yang intinya menyia-nyiakan waktu i’tikaf anda.

Do’a i’tikaf lailatul qadar

Dalam pengkombinasian mencari lailatul qadar dan beri’tikaf, anda bisa melakukan doa malam lailatul qadar berulang ulang sebanyak banyaknya. Doa malam lailatul qadar bisa dilirik dari hadits riwayat ibn Majjah dan Tirmidzi dibawah ini.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Allahumma innaka Afuwwun tuhibbul afwafa’fuanni

Nah, kira-kira itulah beberapa panduan detail dan penjelasan singkat perihal i’tikaf malam lailatul qadar disepuluh malam terkhir bulan Ramadhan ini. Semoga kita bisa selalu diberikan kekuatan dan semangat yang menggebu oleh Allah untuk mencara keutamaan malam yang lebih baik dari 1000 bulan ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!