Orang yang “Pailit” Saat Menghadap Allah di Akhirat?!

0
576

Sobat pembaca cahayaislam disini ada yang merupakan pengusaha atau entrepreneur yang bergelut dalam dunia bisnis? Tentu sudah menjadi hal yang lumrah ketika melakukan bisnis sempat mengalami kerugian atau pailit dalam keuangan. Rasanya mengalami pailit cukup memukul dan membuat seorang pengusaha down tentunya. Namun, tidak masalah karena biasanya jiwa pengusaha yang benar-benar hebat adalah dia yang bisa bertahan diterpa banyak kesulitan.

Terlebih sebagai pengusaha islam yang bertaqwa kepada Allah, pailit dunia tidaklah menjadi penghalang atau hal yang membuat kita terlalu larut dalam kesedihan. Itu karena kita tahu bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat kelak.

Namun, apa jadinya bila pailit tersebut tidak terjadi di dunia ketika kita masih hidup? tetapi malah terjadi kepada kita ketika kita berada di hadapan Allah yang maha adil. Bila begitu, sungguh kita termasuk orang-orang yang sangat merugi dan sangat buruk keadaannya di akhirat. Lalu bagaimana agar kita tidak menjadi orang-orang yang mengalami pailit kelak di akhirat? Kami akan ulas hal itu dalam artikel ini.

Orang yang pailit di akhirat menurut sabda Rasulullah

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ ‏.‏ فَقَالَ ‏”‏ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dalam hadits riwayat Muslim 2581 diatas dijelaskan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada sahabatnya tentang siapa sebenarnya orang yang mengalami pailit (Muflis) itu?

Para sahabat menjawab bahwa muflis adalah mereka yang jatuh miskin tidak memiliki dirham maupun dinar dalam hidup mereka. Rasulullah menggelengkan kepala sembari mengatakan bahwa orang yang muflis atau pailit adalah mereka yang datang saat hari pembalasan dengan membawa banyak sekali pahala-pahala dari ibadahnya. Tetapi dia telah menghina, melemparkan tuduhan palsu, merenggut harta, membunuh dan memukul orang tanpa hak.

Para sahabat termangu mendengar sabda beliau. Rasulullah melanjutkan penjelasannya bahwa orang-orang yang telah dicaci maki, dibunuh, direnggut hartanya maupun di pukul oleh orang tersebut tanpa hak akan diberi pahala dan kebaikan yang dia bawa saat itu. Dan ketika semua pahala kebaikan itu telah habis. Maka dia akan dilimpahkan kesalahan-kesalahan mereka hingga akhirnya dia akan diseret dan dilemparkan kedalam pedihnya neraka.

Menjaga lisan dan menjauhi perbuatan tanpa hak

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa mereka yang mengalami pailit adalah orang yang tidak menjaga lisan mereka sehingga mereka melukai perasaan orang-orang disekitarnya. Selain itu adalah mereka orang-orang yang tidak bisa mengontrol tindakan mereka atas orang lain. Mendzolimi orang tanpa dilandasi hak-hak yang benar.

Agar kita tidak menjadi orang yang pailit di akhirat kelak. Maka sudah jelas bahwa kita harus menjaga lisan kita. Berkata dengan pahit madu dan berhati-hati agar tidak sampai melukai perasaan orang lain. Kita harus berlaku adil pula kepada semua orang dan banyak berbuat baik kepada sesama. Dengan begitu insha Allah kita akan menjadi orang-orang yang beruntung di akhirat nanti.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!