Orang Gila Itu Masuk Surga Atau Neraka Ya?

0
283

Assalamu’alaikum sobat Cahaya Islam, bertemu lagi kita kali ini dalam kesempatan yang berbeda dan waktu yang tak sama ya. Sobat, pernahkah kalian melihat orang gila dijalan? Dan pernahkah terpikirkan dibenak kalian bagaimana kehidupannya kelak di akhirat? Orang gila atau sakit jiwa sejatinya adalah orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa atau rohaninya. Penyebabnyapun beragam. Jangan salah ya sobat, penyakit jiwa ini dapat muncul dari faktor bawaan atau keturunan loh. Nah, kajian Islam tentang kehidupan kali ini akan membahas tentang¬†Orang Gila Itu Masuk Surga Atau Neraka Ya?¬†Penasaran? Simak lebih lanjut ya!

Orang Gila Itu Masuk Surga Atau Neraka Ya?

Penyebab gila

Seperti yang sempat kita singgung tadi, bahwa faktor penyebab gila ada dua yakni faktor genetik dan umum. Atau dapat dikatakan faktor dari garis keturunan dan faktor dari luar. Sebagai contoh faktor genetik misalnya A memiliki garis keturunan gila baik itu dari orang tua, kakek atau pendahulunya maka A dapat berpotensi memiliki gangguan jiwa sejak dia lahir. Selain kajian Islam tentang kehidupan itu terdapat gangguan perkembangan otak itu dapat terjadi juga ketika ibu yang tengah hamil terserang virus, terkena racun, kelainan hormonal atau trauma yang membuat faktor pemicu gangguan pada otak sang bayi nantinya. Sedangkan faktor dari luar sendiri dapat beragam, bisa dari gangguan otak, pengaruh obat-obatan terlarang, penyakit, serta depresi atau stress.

Kedudukan orang gila dalam islam

Ternyata orang gila di dunia tidak dibebani tanggung jawab menjalankan ibadah atau hukum syara’ seperti anak kecil yang belum baligh, sebab tidak memiliki akal. Karena tidak dibebani syariat maka kajian Islam tentang kehidupan diakhirat nantinya amal perbuatan mereka semasa gila tidak akan dipersidangkan di yaumul hisab (perhitungan amal) kelak. Kecuali orang yang gilanya musiman, dia akan tetap dihitung amal perbuatannya. Lalu bagaimana bila gilanya setelah usia baligh?

kajian Islam tentang kehidupan menuliskan bahwa bila kondisi dia gila setelah usia baligh, maka amal perbuatan semasa dia belum gila akan dipersidangkan. Masuk surga atau neraka Allahua’lam, hanya Allah yang tahu. Ada kemungkinan masuk surga atau neraka tetap bergantung pada perbuatannya dulu. Lantas bagaimana kedudukan seseorang yang sudah gila sejak lahir sebelum memasuki usia baligh? Terdapat dua rincian dari para ulama. Pertama adalah orang gila dengan garis keturunan Islam. Jika kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya beragama Islam, maka dia dihukumi sebagai seorang muslim dan nasibnya di akhirat kelak akan dimasukkan kedalam surga.

Kedua adalah orang gila dengan garis keturunan non muslim. Dalam kondisi tersebut terdapat perbedaan pendapat dari para ulama. Pendapat pertama kajian Islam tentang kehidupan menyatakan bahwa orang gila dia akan langsung masuk surga. Sebab hujah atau dakwah Islam belum sampai kepadanya, membuat dia tidak bisa memahami wahyu Allah. Pendapat kedua menyatakan bahwa orang gila itu akan masuk surga setelah melewati ujian dari Allah. Bila lulus ujian dengan melaksanakan perintah Allah akan masuk surga, tapi bila tidak neraka jadi tempatnya.

Cukup jelas bukan kajian Islam tentang kehidupan kali ini sobat. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bila dia gila setelah baligh maka amal perbuatannya sebelum baligh yang akan di-hisab. Sedangkan jika dia gila sebelum baligh dan masuk golongan kaum muslim, akan langsung masuk surga. Tapi bila dia non-muslim masih terjadi perbedaan pendapat, Allahua’lam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!