Nasihat Tentang Mengatasi Kecemasan Cara Islam

0
1995
Autism, kid looking far away without interesting

Mengatasi Kecemasan Cara Islam – Tim Cahayaislam masih ingat jelas kejadian beberapa bulan yang lalu dipesawat yang kami tumpangi diperjalanan silaturahmi dari Jakarta ke Surabaya. Pada penerbangan malam hari itu, pramugari memberitahukan bahwa ada masalah teknis di pesawat yang membuat pesawat harus kembali ke airport. Kebetulan beberapa dari kami masih terjaga pada malam hari itu. Dalam keadaan seperti itu mereka yang masih terjaga (termasuk kami) seolah memiliki pancaindera yang lebih berlipat mode waspadanya.

Tampak dari raut wajah dan tatapan orang-orang yang terjaga setelah mendengar pemberitahuan tersebut menunjukkan rasa cemas dan khawatir yang luar biasa. Tak berbeda dengan kami, seolah-olah bayangan skenario buruk seperti pada film final destination telah muncul dibenak kami. Kecemasan itupun kemudian seolah lenyap bagai es batu yang menguap setelah pasawat berhasil mendarat dengan mulus di airport terdekat.

Kecemasan itu adalah sesuatu yang tidak ada untungnya untuk kita

Merasa cemas memang bukan suatu hal yang haram. Namun, merasa cemas sebenarnya tidak memberikan kita keuntungan sedikitpun, dalam salah satu karya literatur oleh Skakespeare yang berjudul Romeo dan Juliet ada salah satu kutipan yang mengatakan bahwa kecemasan dan rasa takut pada hal-hal yang akan terjadi menyebabkan kita lebih menderita ketimbang saat kemalangan itu tiba.

Bahkan banyak para pakar kesehatan mengatakan bahwasanya merasa cemas merupakan hal yang tidak baik untuk tubuh kita. Kekhawatiran dan kecemasan menerjang seluruh oragan dalam tubuh kita, mengganggu sistem kerja hormon dan kemudian membuat efek yang buruk pada kesehatan. Lalu pertanyaannya kenapa kita harus merasa cemas atau menciptakan kecemasan dalam pikiran kita, bila itu tidak ada gunanya?

Yakin bahwa segala hal yang terjadi dibumi adalah karena kehendak Allah

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

dan Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan serapi-rapinya (Al Furqan)

Mengatasi Kecemasan Cara Islam yang pertama adalah memiliki keyakinan atas ketetapan Allah. Sebagai orang islam yang beriman kepada Allah, kita harus tahu bahwa segala sesuatu dialam semesta ini, dari mulai awal mula penciptaan sampai nanti berakhirnya dunia pada hari kiyamat kelak, ketidakpastian merupakan sebuah kepastian, tetapi kecemasan dan kekhawatiran tentang hal itu adalah sebuah pilihan untuk kita. Kita harus yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah menurut kehendak Allah. Bukankah Kita kan sebagai orang iman diharuskan percaya pada Qodar Allah?

Menjadi insan beriman yang berserah diri kepada Allah

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْئٌ فَلاَ تَقُل:ْ لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ، كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

dan bila sesuatu terjadi kepadamu, jangan katakan seandainya ini dan itu, katakanlah bahwa semua yang terjadi merupakan ketetapan Allah (Riwayat Muslim 2664)

Mengatasi Kecemasan Cara Islam kedua adalah selalu berserah diri kepada Allah. Dalam banyaknya kepungan rasa cemas dan khawatir pada sesuatu yang belum terjadi itu, keimanan kita diuji. Allah ingin mengetahui seberapa jauh kita mempercayaiNya dan seberapa besar berserah diri kita kepadaNya. Alih-alih merasa tersiksa dengan rasa khawatir itu, bukankah lebih baik untuk berdoa kepada Allah dan berserah diri kepadaNya?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!