Nasihat islami Tentang Keikhlasan: Pertanyaan Kapan Kita Bisa Menjadi Bahagia?

0
663

Menjadi Bahagia – Beberapa waktu yang lalu tim cahayaislam melakukan beberapa survey kecil-kecilan kepada beberapa orang responden. Survey itu berupa pertanyaan “kapan anda akan bisa merasa bahagia?”. Beberapa orang responden yang kami temui dibeberapa tempat memberikan jawaban yang sangat beragam. Namun, kebanyakan dari orang-orang yang telah kami tanyai tersebut mengukur kebahagiaan mereka dengan uang/materi.

Malah ada satu responden yang menjawab bahwa dia akan bisa menjadi bahagia ketika dia mendapatkan uang 500 juta dollar. Dia berkata bahwa dengan uang sebanyak itu, dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi dalam kehidupan ini. Kami sedikit kaget dengan pernyataan itu. Lalu kemudian tim mencoba lagi untuk bertanya apakah dia telah memiliki paling tidak setengah dari uang sebanyak itu? – dan jawabannya tidak, bahkan belum 0,1 persennya.

“Berarti anda tidak merasa bahagia sekarang? Sebelum anda bisa mendapatkan sejumlah uang tersebut” – tanya kami lagi, dan jawaban responden itupun mantab mengatakan dengan kata “tidak, saya tidak merasa bahagia sebelum mendapatkannya”

Hidup ini indah bila dilandasi dengan rasa ikhlas

Kami tim Cahayaislam bukanlah orang yang anti-materi. Bahkan kami mendukung para sobat cahayaislam yang ingin menjadi orang sukses dan kaya raya. Memiliki impian dan keinginan yang tinggi seperti itu bukanlah hal yang salah. Bahkan malah akan terus memici semangat kita untuk menjadi ulet dan bekerja keras.

Hanya saja, sayang sekali bila kita sebagai orang islam yang tahu betul bahwa kehidupan kita di dunia ini hanya sementara dan fana, malah menggantungkan kebahagiaan hidup kita di masa depan yang belum pasti. Bahkan sampai menjadikan perjalanan kehidupan kita ini sarat dengan ketidak bahagiaan dan bahkan jauh dari Allah.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sejatinya kehidupan di dunia ini hanya sekedar permainan dan suatu hal yang melalaikan, perhiasan dan yang bermegah-megah diantara Engkau serta sikap berbangga-banggaan tentang banyaknya anak dan harta, seperti layaknya hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu berubah menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning dan menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Hidup ini indah, terlebih bila kita mendedikasikannya untuk mencari ridho dari Allah dengan dilandasi sikap ikhlas. Kami percaya bahwa setiap orang, tidak peduli status sosialnya, atau sebanyak apapun harta yang dimilikinya. Kunci utama yang menjadi inti dari kebahagiaan itu adalah sifat ikhlas.

Periksa level penerimaan dan Keikhlasan anda!

Bila hari ini anda masih merasa bahwa hidup anda tidak adil dan tidak bahagia. Maka yang menjadi nasihat islami untuk anda agar menjadi lebih bahagia adalah memeriksa “level penerimaan” anda. Jika anda merasa pasangan anda berubah, maka tanyakan jangan-jangan tuntutan anda meninggi dan penerimaan atau keikhlasan anda untuk menerima pasangan anda berkurang.

Sobat cahayaislam yang dirahmati oleh Allah. Kebahagiaan tidak dipengaruhi hal-hal yang ada diluar. Kebahagiaan ada didalam dan merupakan sesuatu yang bisa dipelihara dengan membiasakan sikap bersyukur dengan apa yang kita terima dalam keikhlasan. Semoga bermanfaat dan mari menjadi bahagia.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!