Nasihat Islami: Mari Berhenti Menebar Kebencian di Sosial Media

0
717

Nasihat islami – Sosial media seharusnya menjadi sebuah sarana yang bisa digunakan untuk memaksimalkan silaturahmi. Selain itu sosial media memiliki satu fungsi baik lainnya sebagai tempat informasi dan warta berita untuk kita sehari-hari. Sosial media pada dasarnya memiliki banyak fungsi yang bermanfaat untuk kita. Namun apa daya, lambat-laun fungsi-fungsi dan manfaat dari sosial media tersebut mulai pudar. Sekarang bahkan sosial media digunakan untuk menebarkan kebencian, saling mencaci dan melaknat satu sama lain. Sosial media malah memutuskan tali silaturahim antar keluarga, dan memutuskan persahabatan antara sesama teman.

Kenapa hal itu bisa terjadi? – jawaban dari pertanyaan itu adalah karena banyak dari kita yang kurang bijak dalam menggunakan sosial media. Kita tidak bisa memfilter dan membatasi diri. Kita tidak memiliki kaidah yang pasti dalam menyatakan komentar, membagikan berita dan seberapa jauh kita bisa berbagi berita-berita yang belum tentu jelas kebenarannya. Dari situlah permasalahan berasal. Padahal kita sebagai orang yang beriman, mengetahui dengan jelas bahwa perilaku-perilaku buruk di sosial media yang kami sebutkan diatas tidak diperbolehkan dalam islam.

Orang-orang yang menyakiti hati saudaranya adalah ia yang memikul dusta dan dosa nyata!

Alangkah baik bila kita bisa menjaga lisan seperti yang selalu dinasihatkan oleh baginda Rasulullah SAW dalam beberapa sabdanya. Beberapa alim ulama menyatakan bahwa dalam sosial media, komentar dan perilaku kita dalam menyebarkan berita atau menulis status itu disamakan dengan lisan kita dalam kehidupan sehari-hari. Jadi keduanya memiliki adab yang sama yang harus diikuti. Kita harus bijak dalam memberikan komentar. Kita harus memikirkan apakah itu memberikan manfaat kepada orang lain? dan apakah hal itu bisa menyakiti hati seseorang atau tidak? – Dalam nukilan Al Quran surat Al Ahzab ayat 58, Allah melarang kita menyakiti orang lain. Karena itu adalah dosa yang nyata!

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينً

dan mereka orang-orang yang menyakiti saudara-saudarinya yang seiman tanpa ada alasan yang jelas (tanpa mereka melakukan kesalahan apapun). Sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang pasti.

Termasuk orang-orang yang muflis di akhirat kelak

Banyak sekali nasihat islami tentang menjaga lisan yang telah tim cahayaislam ulas di kesempatan sebelumnya. Tak jemu-jemu kami mencoba untuk saling menasihati perihal perkara itu. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena memang lidah kita sangat rawan untuk menciptakan dosa kepada orang lain. Dan parahnya lagi, anda bisa termasuk golongan orang-orang yang muflis (orang-orang yang ditimpa kerugian/pailit) di akhirat kelak.

Allah maha adil dan segala bentuk tindakan dan perbuatan kita di dunia ini semuanya akan dihukumi oleh Allah, meskipun itu sebesar semut hitam. Orang yang dulunya sering menyakiti hati saudaranya dengan berkomentar buruk dan laknat di sosial media akan dihadapkan satu sama lain untuk diadili. Orang yang disakiti hatinya akan diberikan keadilan oleh Allah dengan mengambil amal perbuatan baiknya dulu di akhirat dari orang yang menyakitinya tersebut, dan bila sudah habis amal perbuatannya maka dia akan dilimpahkan dosa-dosa dari orang tersebut. Sungguh merugi orang-orang seperti ini.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، – وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ ‏.‏ فَقَالَ ‏”‏ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim 2581. Dimana mereka yang gemar menyakiti saudara seiman dengan kata-kata kasar, laknat dan fitnah dikatakan oleh Rasulullah sebagai orang yang mengalami kebangkrutan di akhirat. Semoga nasihat islami ini bisa menjadi renungan untuk kita semua ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!