Nasihat Islam: Manusia itu Banyak yang Melakukan Praktik Korupsi!

0
402

Berita-berita dengan nuansa dan tajuk korupsi sepertinya selalu ada disetiap kesempatan kita menilik berita-berita di berbagai media. Beberapa waktu lalu ada kasus yang diangkat pula oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tentang kasus dana yang diselewengkan dalam proyek pengadaan e-KTP. Selain itu ada kasus suap cukup besar pula yang dilansir beberapa media berita sedang diselidiki KPK yang membawa beberapa nama perusahaa besar di Indonesia.

Uang sudah menguasai nurani manusia, membuatnya gelap mata serta merugikan orang banyak. Namun, pada kesempatan kali ini, kami tidak akan membahas satu-satu carut marut kasus korupsi yang entah bagaimana ceritanya selalu ada di lini-lini berita tanah air. Tetapi pada kesempatan kali ini, kami mengajak mulai dari diri kami masing-masing dan secara meluas kepada sobat pembaca cahayaislam yang diridhoi oleh Allah. Mari kita introspeksi dan mawas diri, bahwa ternyata kita merupakan orang-orang yang (sadar tidak sadar) merupakan pelaku korupsi.

Lho kok bisa begitu? saya kan tidak pernah menggelapkan uang rakyat? saya tidak pernah pula menyelewengkan amanat orang untuk hal-hal yang menguntungkan diri sendiri? – Benar, beberapa dari sobat bahkan mungkin merupakan orang yang sangat berhati-hati dalam hal amanah. Namun, korupsi yang kami maksud disini bukan korupsi uang atau harta benda. Namun korupsi waktu.

Sungguh manusia itu berada dalam suatu kerugian yang nyata! 

وَالْعَصْر – ِإِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْر – ٍإِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Dalam kutipan surat yang dikenal sebagai surat peringatan dari Allah tentang kehidupan manusia yang penuh kerugian diatas (Surat Al Ashr). Kita bisa belajar bahwa banyak dari kita manusia yang hidup di dunia ini mendapatkan kerugian tanpa kita sadari. Terkecuali mereka orang-orang yang beriman dan berkemauan untuk melaksanakan amal sholih dan saling mengingatkan kepada kebaikan dan kesabaran.

Waktu disebut diawal surat ini, dimana kita dihadapkan pada sosok menakutkan yakni sang waktu yang tidak pandang bulu. Dia tetap berjalan meninggalkan kita detik demi detik. Para alim ulama percaya bahwasanya waktulah yang dilansir menjadi kunci dari rugi atau tidaknya kehidupan seseorang manusia. Bukan dia yang bisa memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta-lah yang disebut beruntung. Namun, dia yang bisa memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya dalam keimanan dan hidup penuh amal sholih. Maka dialah orang yang beruntung dalam hidup.

Manusia banyak “korupsi waktu” dengan melakukan hal yang tidak berfaidah

Salah satu yang termasuk menjadi orang yang merugi karena waktu adalah dia yang bersibuk ria menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak memberikan manfaat untuknya. Seharusnya waktu yang dia miliki bisa digunakan untuk menyibukkan diri dengan banyak amal sholih dan perkara yang mulia. Terlebih merupakan sebaik-baiknya islam seseorang adalah dia yang meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya. Itu kata Rasulullah lho, yang diriwayatkan dalam hadits Arbain Nawawi 12 dengan kedudukan hadits yang hasan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم “مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Nah, sobat cahayaislam yang dirahmati oleh Allah. Marilah kita bersama menyadari bahwa waktu itu benar-benar berharga. Sungguh kita telah banyak “korupsi waktu” dengan (sadar atau tidak sadar) melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam hidup ini. Hidup kita ini pada hakikatnya merupakan ibadah kepada Allah. Untuk itu, marilah kita berusaha keras untuk menjadi insan yang selalu hidup setiap detik dan setiap hembus nafas hanya untuk Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!