Nasehat Islami tentang Rizqi. Ia Akan datang dengan Dua Cara. Pilih yang Mana?

0
887

Nasehat islami tentang rizqi – Di dalam kehidupan yang manusia jalani, semuanya telah ditentukan oleh Allah dalam kitab Laukhil Mahfudz yang telah ditulis Allah bahkan 50.000 tahun sebelum bumi diciptakan. Entah itu umur, jodoh, termasuk juga rizqi kita. Meski telah ditentukan, namun kita wajib berusaha untuk mendapatkannya dengan cara yang halal baik halal bentuknya juga halal cara mendapatkannya, sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Baqorah ayat 172.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kalian makanlah di antara rizqi yang baik yang Kami berikan kepadamu dan kalian bersyukurlah kepada Allah, jika kalian benar-benar menyembah padaNya.”

Dalam nasehat islami yang disampaikan oleh Ustad Emir -seorang ulama’ yang telah lama bermukin di Sydney, Australia- menjelaskan bahwa Rizqi itu datang dengan dua cara, yaitu :

Kita Menghampiri Rizqi Tersebut Dengan Hina

Rizqi memang harus dijemput, dia tidak akan datang dengan sendirinya. Namun, beberapa dari kita mungkin ada yang bersusah payah hingga bekerja sangat keras untuk mendapatkannya. Bahkan mungkin tak jarang bisa sampai melalaikan ibadah terutama sholat lima waktunya. Apabila hal tersebut sampai terjadi, maka itu tandanya kita menjemput rizqi dengan hina. Sejatinya, perintah Allah untuk mencari rizqi itu tujuannya adalah agar ibadah kita menjadi lancar. Namun, apabila dalam praktiknya justru membuat manusia lupa ibadah maka rizqi yang didapat tidak akan menjadi berkah dalam kehidupannya atau malah bisa saja mengantarkan kita kedalam neraka. Dalam nasehat islami singkat ini tim cahayaislam.id mengajak sobat semua agar jangan sampai menjadi budak dunia, yang dalam bekerja selalu berorientasi materi dan materi. Ingat tujuan kita hidup adalah untuk masuk surga yang tentunya dengan cara beribadah pada Allah, maka jadikanlah ikhtiyar kita dalam mencari rizqi ini menjadi sarana kita beribadah pada Allah bukan hanya untuk menumpuk harta.

Rizqi Tersebut yang Akan Datang Dengan Hina

Cara yang kedua dalam nasehat islami Ustad Emir adalah bahwa rizqi itu yang datang kepada kita dengan hina. Artinya, rizqi itu akan datang menghampiri seorang hamba dimana saja dan bagaimana saja keadaan hamba tersebut. Hal itu akan terjadi apabila, kita melakukan empat hal ini:

  1. TIDAK meninggalkan sholat lima waktu karena rizqi
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila sholat telah ditunaikan, maka kalian bertebaranlah di muka bumi (untuk mencari rizqi dan usaha yang halal) dan kalian carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agat kalian beruntung(QS al-Jumu’ah:10)

Dalam Surah Al-Jumu’ah tersebut mengandung nasehat islami bahwa ketika kita sedang berikhtiyar dalam mencari rizqi, maka jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu. Mengambil contoh kebiasaan masyarakat di Negara Saudi Arabia, para pedagang akan menutup toko mereka ketika waktu sholat telah tiba dan membukanya kembali ketika telah selesai. Seberapapun sibuknya pekerjaan kita atau berapapun banyaknya pelanggan dalam bisnis kita, jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu karena amalan inilah yang nantinya akan dihisab pertama kali.

  1. TIDAK meninggalkan sholat Jum’at karena rizqi

Sholat jum’at adalah amalan wajib yang bagi seorang laki-laki muslim. Banyak nasehat islami yang disampaikan para ulama’ tentang ancarman jika meninggalkan sholat jum’at, salah satunya yang terberat tentu adalah siksaan neraka. Untuk itu janganlah sekali-kali meninggalkan sholat jum’at hanya karena kesibukan kita dalam mencari rizqi.

  1. TIDAK meninggalkan kegiatan amrin jami’ karena rizqi

Amrin Jami’ adalah kegiatan yang telah menjadi hasil musyawarah, semisal kegiatan amal sholih membangun masjid. Ketika sebuah kegiatan telah menjadi hasil musyawarah dan kita bisa melaksanakannya, maka itu akan menghasilkan pahala yang luar biasa besar. Dan apapun yang kita lakukan di jalan Allah pahalanya bahkan lebih besar dari dunia dan isinya. Apakah kita mampu membeli dunia ini? Tidak kan?

  1. TIDAK meninggalkan ilmu karena rizqi

Mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim. Dan ada 3 ilmu yang wajib kita cari yaitu ilmu Al-qur’an, Al-hadist, dan Ilmu faroidh (Ilmu waris) sedangkan diluar dari ketiganya hanyalah tambahan. Dari ketiga ilmu itulah kita bisa mendapatkan nasehat islami tentang kehidupan. Untuk itu jangan sampai kita meninggalkan dari mencari ketiga ilmu tersebut hanya karena mungkin ada tawaran pekerjaan atau bisnis yang kita anggap menguntungkan.

Rizqi seorang hamba tidak akan pernah meleset. Untuk itu sebagai hamba yang beriman pada Allah jika suatu saat menghadapi situasi dimana kita dipertemukan dengan jalan rizqi namun ternyata harom atau membuat ibadah jadi tidak lancar, maka kita harus berani meninggalkannya. Maka ketika kita telah meninggalkannya, Allah akan memberikan ganti yang lebih berbarokah.

Semoga nasehat islami singkat tentang bagaimana rizqi akan datang ini bisa membuat kita lebih menyadari bahwa rizqi itu sudah ada yang mengatur. Kerja keras sangat dianjurkan tapi jangan sampai kerja keras itu membuat kita lalai dalam beribadah pada Allah SWT.

Jadi sobat cahayaislam mau pilih mana, menjemput rizqi dengan hina atau dijemput dengan hina?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!