Nasehat Agama Tentang Hati Yang Bersih

0
799

Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang diciptakan selayaknya sebagai kodrat menjadi makhluk yang penuh dosa dan salah. Dan tentunya tidak bisa semua manusia bisa menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya, terutama adalah masalah hati maka dari itu ada nasehat agama tentang hati yang bersih. Berbuat dosa ternyata banyak sekali hal yang belum pernah disadari oleh sobat cahaya islam maka dari itu banyak yang tidak menyadari hal apa yang sudah dilakukan.

Nasehat Agama Tentang Hati Yang Bersih

Manusia memang bukanlah yang memiliki kehidupan, nasehat agama tentang hati yang bersih dan dalam kehidupan ini tidak akan ada manusia yang selalu berhasil dalam meraih hal-hal yang mereka inginkan. Ketika merasakan kesenangan dan akan merasa bahagia dan pada saat merasa gagal justru merasa menjadi manusia yang paling hina serta usaha yang harus dilakukan adalah bagaimana untuk menenangkan hati.

Cerita didalam hidup memang berbeda-beda dari sini sobat Cahaya islam tidak bisa menyamakan dari masalah yang satu dan lainnya dalam hidup. Karena pada dasarnya cerita hidup akan berwarna, manusia akan hidup kadang diatas dan terkadang dibawah maka inilah yang membuat kekuatan hati manusia menjadi berbolak-bali, bertukar-tukar dan lain sebagainya.

Sobat Cahaya islam, sebuah ketenangan dalam menghadapi sebuah masalah sangatlah dibutuhkan sebab masalah tidak akan pernah selesai, jika hati tidak kuat dalam menanggapi masalah. Misalkan selama ketika menghadapi permasalahan yang ada, saat hatimu merasa tenang dalam menghadapi sesuatu masalah. Hati yang tenang akan selalu terlihat tenang, bahkan lisan dan anggota badan lainnya bukan berusaha rileks lagi melainkan benar-benar sangat rileks.

Sifat Tenang Menjadi Ciri Orang Beriman

Tindakan yang harus diambil dari jalan manusia adalah jangan ambil jalur pemecahan masalah yang salah melainkan pilih jalur yang tepat. Kata-kata yang akan keluar dari mulut penuh dengan kesantunan, bahkan sesulit atau separah permasalahan yang sedang terjadi.

Sesungguhnya ketenangan ini berasal dari allah dan ini dikhususkan kepada orang-orang yang beriman. Dan layaknya Allah berfirman : 

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [1]

Kemudian nasehat agama tentang hati Syaikh Abdurrahman As-Si’dy rahimahullah mengatakan “Allah mengabarkan tentang karunia-Nya atas orang-orang yang beriman dengan diturunkan kepada hati mereka sakinah. Ia adalah ketenangan dan keteguhan dalam kondisi terhimpit cobaan dan kesulitan yang menggoyahkan hati, mengganggu pikiran dan melemahkan jiwa. Maka diantara nikmat Allah atas orang-orang yang beriman dalam situasi ini adalah, Allah meneguhkan dan menguatkan hati mereka, agar mereka senantiasa dapat menghadapi kondisi ini dengan jiwa yang tenang dan hati yang teguh, sehingga mereka tetap mampu menunaikan perintah Allah dalam kondisi sulit seperti ini pun. Maka bertambahlah keimanan mereka, semakin sempurnalah keteguhan mereka.” (Taisir al Karim: 791)

Ada beberapa hal untuk bisa meraih ketenangan dalam hati manusia, dimana bisa membuat sobat Cahaya islam menjadi jauh lebih tenang ketika menghadapi hati yang sedang kacau. Maka nasehat agama tentang hati yang harus dilakukan adalah dengan cara terbaik dan tentunya menguntungkan. Banyak orang yang justru mengambil dan mencari ketenangan dalam hal yang negatif, misalnya melakukan perbuatan yang sia-sia, bahkan bisa jadi mencari tempat untuk bermaksiat. Arahan yang terdapat dalam al-quran dan sunnah bisa mendapatkan ketenangan hati adalah :

Berdo’a

Membaca al-qur’an

Memperbanyak amalan dalam dzikrullah

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [2]

Jujur dalam berkata dan perbuatan

Harus berhati-hati dari perkara syubhat ( tidak resmi dan masih belum diketahui kehalalan dan keharamannnya)

[1] QS. Al Fath [48]: 4

[2] QS. Al Ra’du [13]: 28

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!