Mimbar Cahaya Untuk Para Pemimpin-pemimpin yang Adil – Sabda Rasulullah SAW

0
482

Berita-berita di layar kaca tentang sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi selalu saja ada. Setiap bulan sudah seolah menjadi sebuah berita pasti bahwa ada pejabat yang dicurigai sebagai tersangka kasus korupsi atau praktek suap dan sejenisnya. Negara Indonesia sendiri termasuk dalam daftar 100 besar negara terkorup dunia dari total 176 negara versi International transparency dan beberapa statistik kepemerintahan.

Dari banyak penelitian juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan satu negara asia pasifik yang memiliki indikasi praktik korupsi tinggi yang menyubur karena lambatnya penanganan kasus korupsi. Kelamnya sejarah korupsi di Indonesia sendiri tak ayal merupakan outcome dari bagaimana baiknya kepemimpinan politiknya. Indonesia mulai tenggelam dalam kubangan ini semenjak dimulainya era orde baru.

Pemimpin memegang kunci dalam hal ini. Bila saja pemimpin-pemimpin Indonesia yang menempati kursi pejabat diatas sana merupakan pemimpin yang amanah dan bisa berusaha keras memenuhi kewajibannya sebagai pemimpin baik nan bijaksana. Niscaya negara akan menjadi semakin makmur dan sejahtera. Terkait dengan hal itu, pada kesempatan kali ini tim cahayaislam akan mencoba memberikan sedikit motivasi yang ingin kamu tujukkan pada para pemimpin islam di Indonesia dan negara-negara lain.

Pemimpin bijaksana dan adil akan diberi oleh Allah mimbar cahaya disisi Allah

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو، – يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ – عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو بَكْرٍ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَفِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

Dalam hadits riwayat sahaih Muslim 1827 diatas dijelaskan dengan sangat gamblang janji bahwa besok ketika hari akhir tiba, seorang pemimpin yang adil akan diberi tempat duduk berupa mimbar cahaya disisi Allah yang maha mulia dan agung. Pemimpin yang adil tersebut adalah dia yang berlaku adil dalam perkara baik itu keluarga maupun hal-hal yang dibebankan kepadanya.

Para alim ulama meyakini bahwa mimbar cahaya yang dimaksudkan dalam hadits ini bukan hanya sekedar tempat duduk yang bercahaya dengan berkilau. Namun lebih kepada sebuah kiasan yang menyatakan tentang kedudukan yang mulia dimata Allah di akhirat kelak. Dan yang pasti adalah ketika Allah menyatakan seorang hambanya berhak mendapatkan tempat yang mulia. Maka mulia-lah tingkatan derajatnya di surga kelak. Sungguh luar biasa.

Pemimpin adil adalah yang tidak membedakan dalam menegaskan hukum

Dalam hadits tersebut diatas dijelaskan pula bahwa seorang imam (pemimpin) yang adil merupakan dia yang berlaku tegas dalam setiap perkara yang dibebankan kepadanya, serta dalam urusan keluarganya. Seorang pemimpin haruslah jauh dari sikap nepotisme yang merupakan sikap pilih kasih yang condong kepada keluarga atau kerabat dekat saja.

Dalam menegaskan hukum pula misalnya. Seorang pemimpin yang adil akan dengan tegas menghukumi seseorang (meski itu adalah anggota keluarganya) sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Nah, tentu ini merupakan hal yang sulit, mengingat manusia merupakan ciptaan Allah yang selalu dengan mudah terombang-ambing oleh hawa nafsu. Semoga ini bisa menjadi cambuk untuk kita semua agar menjadi pemimpin yang lebih baik dan bijaksana. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!