Menurut Rasulullah, Kesuksesan Manusia yang Hakiki itu Meliputi 3 Hal!

0
1437

Beberapa hari yang lalu tim cahayaislam mencoba untuk bertanya kepada beberapa orang secara random di sekitar tempat kita diskusi. Pertanyaan yang kita lontarkan kepada mereka cukup sederhana, yaitu “bagaimana definisi sukses menurut anda?”.

Jawaban dari beberapa orang yang kami tanyai secara random tersebut beragam. Ada yang unik dan lucu, ada pula yang sederhana, dan ada pula yang fantastis. Namun ada satu jawaban yang cukup menggelitik. Ada seorang lelaki yang menjawab bahwa kesuksesan menurut dia adalah ketika dia bisa memiliki uang sekitar 100 miliar dollar. Kami nggak salah ketik lho! Serius, dia menjawab uang 100 Miliar dollar.

Banyak dari kita yang hidup di dunia modern ini memiliki barometer kesuksesan dari seberapa banyak uang yang dimiliki. Memang sih uang memiliki peranan yang penting dalam kehidupan kita. Meski begitu, janganlah menjadikan uang sebagai hal yang bisa merebut kebahagiaan dan keimanan kita. Karena orang yang paling rugi adalah dia yang menukarkan akhirat dengan dunia. nah, pada kesempatan kali ini tim cahayaislam akan membawakan satu hadits yang cukup menarik dan memiliki hubungan atas apa sih sebenarnya arti dari kesuksesan itu?

3 berometer kesuksesan seseorang menurut Rasulullah

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي، أَيُّوبَ حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ، – وَهُوَ ابْنُ شَرِيكٍ – عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Dalam hadits riwayat Muslim 1054 diatas, kita diberi pencerahan oleh sabda Rasulullah tentang 3 hal sebagai barometer kesuksesan seseorang, yaitu: (1) Orang yang menerima islam, (2) Dia yang telah diberikan apa yang dia butuhkan, dan (3) Dia merasa puas dengan hal tersebut.

Penjelasan 3 aspek kesuksesan dalam hadits Muslim 1054

Kita mulai dari aspek pertama. Yaitu orang yang menerima islam. Orang yang menerima islam disini tentunya bukan orang yang hanya memiliki ktp dengan kolom islam pada bagian agamanya. Yang dimaksudkan disini adalah orang yang “benar-benar” menerima islam sebagai agama yang benar. Yang pasti sikap penerimaan itu ditunjukkan dari iman dan taqwa yang dimiliki olehnya. Dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Takut bila melakukan dosa kepada Allah dan senantiasa dengan senang hati berbuat kebaikan dengan mengharap rahmat-Nya.

Aspek kedua dalam hadits tersebut adalah orang yang dianugerahi sesuatu yang dia butuhkan. Perlu digaris bawahi disini bahwa segala hal yang kita butuhkan bukan berarti sama seperti segala sesuatu yang kita inginkan. Dalam hadits lain bahkan Rasulullah menggambarkan hal yang dibutuhkan disini dengan “disisi orang tersebut ada makanan dan minuman” yang mana merupakan kebutuhan pokok manusia. Anda tidak perlu memiliki mobil ketika anda tidak pernah butuh untuk mengendarainya. Anda tidak perlu membeli kapal pesiar bila anda tidak pernah berlayar setiap harinya. Sering, apa yang kita inginkan sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar kita butuhkan.

Aspek ketiga yang dijelaskan dalam hadits tersebut adalah sikap puas pada yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini erat kaitannya dengan sikap bersyukur dan qona’ah. Seseorang yang selalu bersyukur kepada Allah akan diliputi kebahagiaan dalam hidupnya. Dan orang yang selalu mencoba untuk bersikap qona’ah akan terhindar dari sifat takabur dan sombong yang merusak.

Nah, sobat cahayaislam. Jika anda bisa memahami dan mempraktikkan ketiga aspek ini dalam kehidupan anda. Kami yakin insha Allah anda akan bisa menikmati indahnya keimanan, dan menjadi orang yang tidak hanya sukses di dunia saja. Melainkan juga sukses di akhirat nanti.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!