Menjadi Sosok Kartini Muda yang Menakjubkan dengan Ajaran Islam!

0
441

Berbicara tentang peringatan hari Kartini yang menjadi hari nasional yang didedikasikan untuk sosok seorang wanita hebat, R.A Kartini. Kita tidak bisa melupakan perjuangan beliau yang merupakan salah satu tonggak sejarah penting di Indonesia. Tanpa jasa beliau, bangsa ini tak ubahnya bagaikan bangsa yang hampa. Wanita yang berperan dalam memperjuangkan hak-hak wanita di Indonesia ini haruslah dijadikan satu teladan yang baik untuk kita para muslimah muslim di Indonesia. Kita seharusnya menjadi berapi-api untuk mengikuti jejak perjuangan beliau dengan menjadi kartini-kartini muda yang akan menjadi peluru bangsa ini.

Namun, untuk menjadi kartini muda yang bisa mengharumkan nama bangsa ini tidaklah mudah. Kita harus memiliki tujuan jelas dalam pergerakan kita menjadi seorang kartini muda muslimah yang berbobot. Persepsi-persepsi R.A kartini di zaman modern ini sudah banyak dicampur adukkan dengan budaya kental feminisme dan liberalisme barat yang berseberangan dengan ajaran islam yang benar. Prinsip emansipasi sosok hebat R.A kartini telah banyak disalah gunakan pihak-pihak oknum untuk membuat wanita jauh tersesat dari kodratnya.

Makna habis gelap terbitlah terang dalam konteks islam

Banyak para alim ulama mengkaitkan kalimat terkenal yang merupakan judul perkamen tulisan R.A Kartini sebagai penggerak wanita muslimah untuk turut serta dalam dakwah. Kalimat Door duisternis Tot Licht yang juga bermakna habis gelap terbitlah terang itu sebenarnya adalah penyulut yang seharusnya menjadi pembakar semangat wanita-wanita muslim untuk turut andil dalam berdakwah di tengah-tengah masyarakat.

Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 257 pula, Allah telah menjelaskan dengan kalimat yang serupa yakni (يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ) yang bermakna Allah yang mengeluarkan mereka dari kegelapan (jahiliyah dan kekufuran) kepada cahaya (iman).

Ada beberapa sumber pula yang menjelaskan kalimat R.A kartini ini dalam konteks keilmuan yang menyatakan bahwa wanita harus memiliki ilmu sehingga dia bisa turut serta mencerdaskan bangsa. Hal ini juga berkaitan dengan dakwah dalam islam yang seharusnya para kartini-kartini muda lakukan dalam hidup ini. Para wanita haruslah gemar berdakwah. Paling tidak memulai dari ranah keluarga.

Yang kami maksudkan disini adalah menjadi wanita sholehah yang berilmu dan memiliki kepahaman agama yang kuat. Wanita seperti inilah yang akan menjadi penggerak roda keluarganya. Dia akan mengingatkan suami dan anak-anaknya ketika mulai melenceng dari ajaran Allah atau melewati batas-batas Allah. Wanita seperti inilah yang akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi bangsa yang penuh dengan kebaikan dan mau menyebarkan kebaikan ditengah-tengah persatuan bangsa yang kian hari semakin merapuh.

Dalam satu surat yang merupakan kumpulan perkamen dari R.A kartini yang terhimpun dalam buku habis gelap terbitlah terang tersebut ada satu kutipan isi yang menguatkan. Surat tersebut ditujukkan kepada Nyonya Van Kol di tahun 1902 dengan isi: “Semoga, Rahmat diberikan kepada Kami, dan dapat bekerja keras membuat pemeluk dan umat agama lain memiliki pandangan pada islam sebagai agama yang patut disukai”

Nah, jadi sebenarnya ikut andil menjadi kartini muda muslimah tidak mengharuskan anda untuk ikut demo kesetaraan gender atau sebagainya. Namun, anda bisa meneruskan tongkat estafet R.A Kartini dengan menjadi wanita sholihah yang bisa menciptakan kebaikan dalam aspek kehidupan secara luas dari mulai keluarga dan lingkungan sekitar. Dan meski demikian, itu merupakan hal yang tidak mudah lho? Siapkah kita menjalaninya?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!