Menjadi Pribadi Islami Yang Indah Dengan Sikap Rendah Hati

0
543

Ajaran agama apapun, terlebih agama islam telah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berbuat baik dengan sesama, saling toleransi, saling menghargai dan saling menghormati antar sesama. Ajaran islam selalu menganjurkan kepada umatnya untuk selalu dalam kebaikan, senantiasa berpegang teguh terhadap Al qur’an dan hadits. Banyak perilaku kebaikan yang telah dicontohkan oleh Al qur’an dan Al Hadits, salah satunya mengenai sikap rendah hati. Sobat cahaya islami, kemudian apakah itu rendah hati menurut Al qur’an dan bagaimana Menjadi Pribadi Islami Yang Indah Dengan Sikap Rendah Hati? untuk dapat memahami arti atau makna dari rendah hati menurut Al Qur’an, berikut sedikit ulasan kajian islam mengenai rendah hati.

Menjadi Pribadi Islami Yang Indah Dengan Sikap Rendah Hati

Nabi Muhammad, suri tauladan kita yang rendah hati

Ketika membahas mengenai makna rendah hati tentunya kita tidak bisa lepas dari sosok seorang rosul akhir zaman yang memang merupakan nabi yang sangat terkenal dengan kerendahan hatinya. Nabi Muhammad selalu mengajarkan kepada para keluarganya, sahabatnya dan umatnya untuk selalu bersikap tawadhu dalam menyikapi segala hal. Nabi Muhammad tidak pernah berlaku sombong, pamer dengan segala kelebihan yang dimilikinya. Beliau juga tidak pernah merendahkan ataupun mengejek orang lain ketika orang tersebut dalam keadaan yang berada di bawahnya. Nabi Muhammad senantiasa memberikan contoh rendah hati menurut Al Qur’an kepada umatnya.

Sepenggal kisah sikap rendah hati menurut Al Quran pada diri sang nabi yaitu ketika beliau nabi Muhammad berkumpul di tengah masyarakat Madinah. Banyak orang dari kalangan bawah sampai atas yang menyalamiya. Dan nabi ketika menyalami mereka tak sedikit pun memalingkan muka, padahal di sana banyak sekali masyarakat yang tidak punya, para pengemis, dan kaum arab badui. Nabi Muhammad tetap menyalami mereka, dan tidak segera melepaskan jabat tangan tersebut sebelum mereka sendiri yang melepaskannya.

Nah setelah membaca kisah ini, maka kita dapat meyimpulkan bahwa rendah hati menurut Al Qur’an adalah sikap mulia yang tidak menyombongkan diri atas kelebihan yang dimiliknya, dan senantiasa memanfaatkan kelebihannya tersebut di jalan yang lurus tanpa harus menjelekkan atau menghinakan orang lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur-an yang berbunyi :

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang sombong lagi membanggakan diri.“ [1]

Manfaat sikap rendah hati bagi seorang muslim

Rendah hati menurut Al Qur’an yang dijelaskan dalam kajian islam merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang muslim. Karena dengan bersikap rendah hati, maka kelakuan muslim itu menjadi indah dan banyak yang menyukainya. Selain itu ketika seorang muslim telah memiliki sikap rendah hati, maka banyak sekali manfaat yang diperolehnya, antara lain :

Terhindar dari perilaku sombong

Ketika seorang muslim telah terpatri jiwanya akan sikap rendah hati, maka ia akan dengan sendirinya berusaha keras untuk menghindari sikap sombong yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dapat mengendalikan nafsu

Selain dapat terhindar dari sikap sombong maka manfaat sikap rendah hati bagi seorang muslim adalah dapat mengendalikan nafsu. Karena sikap rendah hati dapat melunakkan hati yang keras dan kaku, pikirannya dan hatinya jernih sehingga mudah menerima kebaikan.

Meninggikan derajat di sisi Allah

Manfaat rendah hati menurut Al Qur’an yang selanjutnya adalah bagi orang muslim yang telah memiliki sikap rendah hati akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Sehingga ia yang bersikap rendah hati akan banyak disukai dan dihormati penduduk bumi serta akan disayang oleh malaikat dan Allah. Dan hal ini telah dijelaskan dengan sangat jelas pada hadits berikut yaitu :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ رَجُلًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي كَبْشَةَ الْأَنَّمَارِيِّ وَاسْمُهُ عُمَرُ بْنُ سَعْدٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Al Ala` bin Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekah itu, pada hakekatnya tidak akan mengurangi harta. Tidaklah seorang memberikan maaf, kecuali ia akan semakin bertambah mulia. Dan tidaklah seorang yang tawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan meninggikan derajatnya.” Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf, Ibnu Abbas, dan Ibnu Kasyabah Al Anmari, namanya adalah Umar bin Sa’d. Hadits ini adalah hadits hasan shahih. [2]

Begitu mulianya seorang muslim yang telah memiliki sikap rendah hati. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin marilah kita semua membiasakan untuk dapat memiliki sifat rendah hati menurut Al Qur’an dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga kita semua selamat dunia dan akhirat.

[1] Q.S Al Luqman : 18

[2] HR. tirmidzi 1952

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!