Menjadi Pemimpin Yang Mengemban Jabatan adalah Berbahaya!

0
645

Orang-orang diluar sana banyak yang berkoar-koar tentang tiga hal yang dicari manusia di dunia ini yaitu harta, tahta dan wanita. Itu adalah kenyataan yang sadar tidak sadar terjadi betul di dunia ini. Semua orang berusaha untuk mengejar dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta benda walaupun sebenarnya harta tersebut tidak akan dibawa sampai keliang lahat. Banyak para lelaki tergila-gila dan mengejar wanita untuk memenuhi hawa nafsunya. Dan banyak dari kita percaya, bahwa kekuasaan (tahta) adalah suatu hal yang menakjubkan dan bisa membuat kita melakukan apapun yang kita inginkan. Pada kajian islam kali ini kita akan membahas soal tahta yaitu Menjadi Pemimpin Yang Mengemban Jabatan adalah Berbahaya!. Banyak dari orang-orang yang mengira bahwa mendapatkan sebuah jabatan yang diemban merupakan hal yang menyenangkan. Kita bisa melihat tipikal-tipikal pejabat di negara yang banyak memberikan janji-janji palsu dan menipu kesana kemari demi mendapatkan satu jabatan yang diinginkannya. Ketika dirinya berhasil, maka dirinya berkhianat dan menyalahgunakan kekuasaan mereka untuk memanipulasi dan menipu rakyatnya.

Menjadi Pemimpin Yang Mengemban Jabatan adalah Berbahaya!

Jabatan merupakan hal yang dekat dengan api neraka!

Pada zaman Rasulullah dan khalifah, para sahabat akan menundukkan kepalanya seraya berkata dalam hati agar mereka tidak dipilih dan diberi jabatan untuk diemban. Mereka takut dan khawatir. Karena menjadi seorang pemimpin yang mengemban suatu jabatan adalah hal yang menakutkan. Dimana kelak di akhirat sesosok malaikat akan mencengkeram tengkuk seorang pemimpin dan menunggu perintah dari Allah. Ketika Allah memerintahkan untuk melemparkannya ke neraka karena dia tidak bisa bertanggung-jawab atas jabatan yang diemban olehnya. Maka Malaikat yang mencengkeram tersebut akan langsung melemparnya ke neraka yang memiliki dalam terhitung 40 tahun perjalanan.

Kengerian tentang tanggung-jawab dan dekatnya siksa Allah pada seorang pemimpin itu dijelaskan dengan sangat gamblang dalam satu hadits yang diriwayatkan di hadist :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ ثَعْلَبَةَ بْنِ سَوَاءٍ حَدَّثَنِي عَمِّي مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعَانَ عَلَى خُصُومَةٍ بِظُلْمٍ أَوْ يُعِينُ عَلَى ظُلْمٍ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Tsa’labah bin Sawa] berkata, telah berkata kepadaku pamanku [Muhammad bin Sawa] dari [Husain Al Mu’allim] dari [Mathar Al Warraq] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membantu sengketa dengan cara zhalim, atau membantu kezhaliman, maka ia akan senantiasa dalam murka Allah hingga ia mencabut (bantuannya).” [1]

Sebagian dari para alim ulama menyatakan bahwa kutipan tersebut bisa dijadikan pelajaran tentang bagaimana ngeri dan beratnya menjadi seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus bisa mempertanggung-jawabkan jabatan yang dia pikul di dunia. Jangan harap perilaku culas sekecil bulir debu yang anda lakukan ketika menjadi pemimpin di dunia akan dilupakan begitu saja oleh Allah. Sekecil apapun itu akan dimintai pertanggung-jawaban dan diadili oleh Allah. Semoga meninspirasi sobat cahaya islam semuanya untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang adil ya!

[1] H.R Ibnu Majjah 2311

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!