Mengenal Pertanda Bahwa Anda Telah Menjadi Budak Dunia (Bagian 2)

0
319

Mengejar akhirat diibaratkan membeli sapi. Sedangkan keduniaan adalah tali dari sapi tersebut. Ketika seseorang bertransaksi untuk membeli sapi, maka secara otomatis tali tersebut akan di dapatkan pula. Berkebalikan dengan itu. Seseorang yang hanya membeli sebuah tali tidak akan secara otomatis membawa seekor sapi. Itulah keyakinan yang harus kita tanamkan pada hati sanubari kita sebagai orang islam yang mengharapkan rahmat dari Allah yang maha dahsyat berupa surga di akhirat kelak.

Mencari dunia tentu adalah hal yang penting. Kita membutuhkan harta benda untuk memperjuangkan agama Allah. Masjid-masjid megah tidak terbangun begitu saja hanya dengan panjatan doa atau lantunan sholawat. Kenyamanan tempat-tempat ibadah tak hanya tercipta dari kegiatan bangun sholat malam sahaja. Namun dibalik itu ada usaha keras untuk mencari rezeki dari Allah. Namun meski begitu, kita tidak boleh dong hanya menghabiskan waktu kita untuk terus terusan mencari keduniawian saja. Dan malah melewatkan hakikinya hidup, yaitu akhirat.

Jangan biarkan diri kita menjadi golongan yang termasuk budak-budak dunia. Nah, pada kesempatan kali ini tim cahayaislam akan melanjutkan artikel seri dengan tajuk yang serupa, yakni pembahasan tentang tanda-tanda seseorang telah terjerumus kedalam perbudakan dunia. Bila sobat pembaca belum membaca bagian satunya bisa anda cek DISINI. Mari kita bahas sama-sama apa lagi pertanda kita telah menjadi budak dari dunia:

Setiap waktu milik anda dihabiskan untuk memikirkan cara bagaimana harta anda bisa bertambah

Seseorang dengan keimanan yang top bukan memikirkan bagaimana cara hartanya semakin bertambah banyak, melainkan dia akan memikirkan bagaimana hartanya akan semakin bermanfaat untuk mendukung kemuliaannya di akhirat nanti. Seseorang yang tidak terpedaya oleh dunia akan bersikap zuhud dimana dia akan cenderung memikirkan bagaimana dia membelanjakan hartanya agar memberikan faidah untuknya di akhirat kelak.

Orang yang beriman tidak menganggap harta yang dimilikinya sebagai teman, melainkan sumber malapetaka yang bila dia salah dalam menggunakannya akan menjerumuskan kedalam lilitan panas api neraka. Rasulullah sendiri telah menyatakan bahwa harta adalah salah satu fitnah besar yang harus dihadapi oleh umatnya (Hadits Riwayat Tirmidzi 2336).

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ، حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرِ، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ ‏”

Tiada penyesalan dalam hati anda tatkala anda melakukan dosa-dosa kecil nan remeh

Pertanda lainnya yang ingin kita bahas sebagai indikasi anda telah menjadi budak dunia adalah, tiada lagi penyesalan di hati sanubari anda pada dosa-dosa kecil yang telah anda lakukan. Ada unsur “meremehkan” disini. Seseorang yang berani meremehkan dosa-dosa kecil pada dasarnya meremehkan keadilan Allah. Dia memandang rendah pada kenyataan bahwa besok di hari akhir, barang sekecil apapun keburukan yang dilakukan manusia akan dibalas oleh Allah. Hal ini termaktub dalam pesan Rasulullah kepada istrinya, ibunda Aisyah agar tidak meremehkan dosa-dosa kecil. (Ibnu Majjah 4243)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ بَانَكَ، قَالَ سَمِعْتُ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، يَقُولُ ‏:‏ حَدَّثَنِي عَوْفُ بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏:‏ ‏ “‏ يَا عَائِشَةُ إِيَّاكِ وَمُحَقَّرَاتِ الأَعْمَالِ فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللَّهِ طَالِبًا

Nah bagaimana sobat cahayaislam? Apakah anda termasuk dalam kategori orang-orang yang menjadi budak dunia pada ulasan diatas? Semoga kita tetap diberi rahmat dan kekuatan oleh Allah untuk terlepas dari jerat perbudakan dunia ini. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!