Mengenal Pertanda Bahwa Anda Telah Menjadi Budak Dunia (Bagian 8)

0
432

Menjadi orang-orang yang zuhud sebenarnya adalah sebuah kunci agar kita selalu memiliki batasan-batasan diri. Batasan-batasan agar kita tidak terjerumus kepada gemerlapnya dunia yang pada akhirnya bisa memperbudak diri kita. Manusia adalah makhluk yang selalu diliputi dengan dosa dimana dirinya mudah untuk terombang-ambing dalam indahnya dunia ini yang pada dasarnya hanyalah kenikmatan yang menipu diri dan tak kekal. Namun apa boleh buat, karena manusia sebenarnya adalah ciptaan Allah yang diqodar oleh-Nya pula sebagai makhluk yang melakukan kesalahan.

Walaupun demikian, bukan berarti kita harus pasrah begitu saja dan menjadi para budak dari dunia kan? Untuk itu, tim cahayaislam akan mengulas beberapa penjelasan tambahan tentang pertanda dari seseorang telah menjadi budak dari dunia yang merupakan ulasan lanjutan dari seri artikel dengan judul yang dan pembahasan yang sama. Yuk kita ulas bareng-bareng:

Anda percaya bahwa anda bisa mendapatkan ketenangan hidup dari memiliki kemewahan dunia

Kita tahu bahwa Rasulullah merupakan sosok pribadi yang sederhana. Beliau memilih untuk menjadi orang yang tidak bergelimang harta disaat beliau sebenarnya bisa saja memilikinya. Hal ini karena Rasulullah sadar bahwa harta adalah sebuah cobaan dari Allah kepada hambanya. Rasulullah lebih senang menghabiskan banyak waktunya bermunajat kepada Allah, mengingat Allah dan mencintai Allah. Rasulullah mendapati hal tersebut sebagai hal-hal yang bisa memberikan ketenteraman hidup.

Seharusnya sebagai orang islam yang mengaku patuh kepada Rasulullah SAW dan ajaran-ajarannya. Kita haruslah mengambil contoh dari bagaimana Rasulullah menjalani hidup. Kita seharusnya tidak memiliki perspektif bahwa hidup tenang bisa didapatkan dari harta yang berlimpah ruah dan memberikan kita kemewahan untuk dinikmati. Melainkan kesejahteraan dan ketenteraman hidup yang hakiki adalah kita bisa selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah.

Anda berdoa sungguh-sungguh dalam meminta kenikmatan dunia, namun tidak ketika berdoa agar masuk surga

Pernah nggak sih kita membuat list tentang doa-doa yang ingin kita panjatkan kepada Allah? Kebanyakan dari kita banyak mencantumkan permintaan kepada Allah atas apa yang kita inginkan, dan itu dilandasi oleh hawa nafsu dan kecondongan kepada dunia saja. Jarang sekali seseorang berdoa dengan khidmat kepada Allah sembari berlinang air mata untuk meminta agar dirinya dimasukkan kedalam surga oleh Allah.

Dalam satu hadits riwayat Nasa’i 5521, Rasulullah pernah menyatakan bahwa surga akan memohon kepada Allah agar seseorang yang meminta kepada Allah untuk dimasukkan surga kelak akan dimasukkan kesurga. Sama hal nya pada orang yang meminta perlindungan dari neraka. Neraka sendiri akan memohon kepada Allah untuk menjauhkan orang tersebut darinya.

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ الْجَنَّةُ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَمَنِ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ النَّارُ اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ

Nah, ada baiknya juga kita semua berkaca diri. Apakah doa-doa kita yang mengarah kepada kebaikan akhirat kita lebih serius kita panjatkan kepada Allah daripada doa-doa dan permintaan yang mengarah kepada keduniaan? semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!