Mengenal Pertanda Bahwa Anda Telah Menjadi Budak Dunia (Bagian 7)

0
219

Mau tidak mau suatu saat nanti (entah kapan waktunya). Kematian akan datang kepada kita semua. Allah berfirman dalamm Al Quran bahwa setiap makhluk yang memiliki nyawa pastilah akan melewati fase kematian. Ibarat uang gadai, nyawa makhluk di dunia ini hanyalah sekedar “uang” dari hidup kita yang digadaikan. Kita mendapatkan kebaikan dari uang tersebut dari Allah yang memilikinya. Allah pun akan mengambil kembali uang tersebut ketika kita telah menyelesaikan kehidupan kita.

Maka dari itu sebagai orang islam yang mengaku beriman. Kita harus sadar betul bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah layaknya kegiatan gadai menggadai barang. Setelah semuanya selesai semuanya akan kembali. Nyawa yang diibaratkan “uang” tersebut akan diambil kembali oleh Allah. Karenanya, kita sebagai orang yang beriman seharusnya lebih condong kepada kehidupan hakiki kita kelak di akhirat. Kehidupan yang akan berlangsung selamanya tanpa henti. Bila kenikmatan yang kita dapatkan, maka kenikmatanlah yang akan terus kita rasakan. Bila siksaan lah yang kita dapatkan, maka kehidupan penuh derita dan siksaan lah yang akan terus menerus kita jalani di akhirat.

Nah, pada kesempatan kali ini kami tim Cahayaislam berkeinginan untuk mengulas lanjutan seri artikel kami yang memiliki judul yang sama. Yakni ulasan tenang beberapa pertanda dimana seseorang telah menjadi budak-budak dari dunia yang fana ini. Yuk, kita mulai bahas sama-sama bagaiamana indikasi-indikasi selanjutnya.

Anda melalui hari demi hari dalam hidup anda tanpa terbersit tentang kematian sedikitpun

Tahukah sobat cahayaislam bahwa malaikat pencabut nyawa akan berkeliling memeriksa rumah kita beberapa kali dalam sehari. Mereka memandangi anda sembari memperhatikan buku catatan kematian mereka untuk melihat apakah waktu giliran anda sudah tiba atau belum. Kematian adalah suatu hal yang sangat dekat dengan kita. Bila anda bekerja di sebuah rumah sakit anda mungkin bisa paham bagaimana maksud kami. Orang-orang meninggal setiap harinya. Malaikat maut tak pernah memiliki waktu luang untuk bersantai. Pertanyaannya adalah tentang kapan itu giliran kita?

Dengan melalui hari-hari kehidupan anda di dunia ini tanpa sebersitpun memikilkan tentang kematian adalah sebuah perilaku yang menunjukkan bahwa seseorang telah benar adanya menjadi budak dunia. Padahal kenyataannya mengingat kematian itu adalah hal yang penting. Rasulullah sendiri telah berpesan soal hal tersebut.

Anda banyak meluangkan waktu-waktu untuk kegiatan yang tidak memberi faidah untuk akhirat

Orang-orang yang paling baik imannya adalah mereka yang meninggalkan segala hal yang tidak memberika kaidah atau manfaat untuknya. Itulah sabda Rasulullah dalam satu hadits. Dari hadits tersebut jelas dikatakan bahwa karakter mereka yang baik imannya dan selalu ingat kepada kehidupan hakiki di akhirat adalah mereka yang meninggalkan hal-hal tidak berguna bagi kebaikan akhirat mereka. Hal ini dijelaskan dalam satu hadits riwayat Ibnu Majjah 3976:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ قُرَّةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَيْوَئِيلَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Bila sobat cahayaisla disini ada banyak yang masih melakukan banyak hal yang pada dasarnya tidak memberikan manfaat apa-apa untuk diri sendiri maupun manfaat untuk kehidupan akhirat kelak. Maka lebih baik introspeksi. Tanyakan kepada diri sendiri apakah kita sudah benar menjadi budak dari dunia?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!