Mengenal Penjelasan “Khalwat” dari A sampai Z

0
249

Sobat cahayaislam mungkin pernah mendengar teguran ustadz atau nasihat dari orang-orang sholeh disekitar kita kepada dua orang yang bukan mahrom yang sedang berduaan. Ada ungkapan: jangan berduaan saja lho, nanti yang ketiganya syetan! – Nah, nasihat itu sebenarnya ada penjelasannya dalam hadits riwayat Tirmidzi 2165.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ أَبُو الْمُغِيرَةِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ خَطَبَنَا عُمَرُ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قُمْتُ فِيكُمْ كَمَقَامِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِينَا فَقَالَ ‏ “‏ أُوصِيكُمْ بِأَصْحَابِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى يَحْلِفَ الرَّجُلُ وَلاَ يُسْتَحْلَفُ وَيَشْهَدَ الشَّاهِدُ وَلاَ يُسْتَشْهَدُ أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَذَلِكَ الْمُؤْمِنُ

Dalam hadits tersebut sahabat Umar berkutbah dan memberikan nasihatnya agar tetap teguh bersama, tetap dalam jama’ah dan jangan berpecah belah, berlaku baik dan meninggalkan hal buruk dan lain sebagainya. Dalam khutbah tersebut pula sahabat Umar mengatakan agar menghindari khalwat atau berduaan dengan orang yang bukan mahrom, karena orang ketiganya adalah syetan.

Dari sini kita tahu bahwa istilah khalwat datang dari definisi sebuah kelakuan berdua-duaan dengan orang yang bukan mahrom. Hal ini dilarang dalam islam karena sangat rawan menjerumuskan kepada kemaksiyatan dan dosa had perzinahan. Mari kita ulas lebih dalam tentang hal tersebut!

Jenis Khalwat yang diperbolehkan dalam islam

Dalam islam ada banyak rentetan aturan dalam hal khalwat. Yang pasti kunci utama dari jenis khalwat yang diperbolehkan dalam agama adalah khalwat yang dilakukan dimana orang lain dan khalayak ramai masih bisa melihat mereka. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari 5234 yang bergaris sanad dari anas bin Malik dijelaskan bahwa suatu ketika seorang wanita datang kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata: Demi Allah, kalian orang anshar adalah yang paling aku cintai.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةٌ مِنَ الأَنْصَارِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَخَلاَ بِهَا فَقَالَ ‏ “‏ وَاللَّهِ إِنَّكُنَّ لأَحَبُّ النَّاسِ إِلَىَّ

Bukan tentang rasa cinta Rasulullah kepada kaum anshar yang kami tekankan disini. Namun keadaan ketika seorang wanita datang dan duduk disebelah Rasulullah. Hadits ini pun masuk dalam pembahasan bab tentang bolehnya seorang wanita dan pria berkumpul, asalkan tidak tertutup dan tidak menyendiri (باب مَا يَجُوزُ أَنْ يَخْلُوَ الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ عِنْدَ النَّاسِ).

Selain itu dalam hadits riwayat Muslim 2326, ada pula waktu ketika seorang wanita bernama Ummu fulan yang meminta waktu sedikit dari Rasulullah untuk membicarakan sesuatu secara pribadi. Rasulullah kemudian mengikuti Ummu fulan ketempat yang agak menjauh dari para sahabat, namun masih bisa terlihat (tidak menyendiri) dari khalayak ramai.

وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ امْرَأَةً، كَانَ فِي عَقْلِهَا شَىْءٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً فَقَالَ ‏ “‏ يَا أُمَّ فُلاَنٍ انْظُرِي أَىَّ السِّكَكِ شِئْتِ حَتَّى أَقْضِيَ لَكِ حَاجَتَكِ ‏”‏ ‏.‏ فَخَلاَ مَعَهَا فِي بَعْضِ الطُّرُقِ حَتَّى فَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا

Jenis Khalwat yang dilarang dalam islam

Dengan memahami jenis khalwat yang diperbolehkan dalam islam diatas, maka kita bisa menarik garis merah dimana pada dasarnya jenis khalwat yang diperbolehkan harus memenuhi beberapa syarat. Prasyarat tersebut antara lain (1) tidak menyendiri atau tertutup dari orang lain, dan (2) tidak mengandung unsur syahwat yang bisa mengarahkan pada fitnah dan kerusakan.

Sebenarnya ada beberapa penjelasan tipe-tipe yang lebih mendetail tentang hal khalwat. Insha Allah tim cahayaislam akan menjelaskan tiap-tiap poin pentingnya pada kesempatan selanjutnya. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!