Mengambil Pelajaran dari Kisah Nabi Musa yang Ingin berguru pada Nabi Khidir

0
1992

Allah megutus banyak sekali nabi, tapi mungkin kita selama ini hanya mengenal 25 nabi dan rasul. Padahal, kita juga perlu mengetahui kisah nabi yang bukan termasuk rasul. Bahkan, ada seorang nabi yang ilmunya lebih tinggi dari nabi Musa. Beliau adalah nabi Khidir. Apa kalian sudah pernah mendengar kisahnya? Kisah nabi Musa yang ingin menjadi murid nabi Khidir sangat menarik dan banyak hikmah yang bisa kita ambil.

Kisah lengkap pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir bisa dilihat dengan detail dalam Al Quran surat Al Kahfi 60 sampai dengan 82.

Nabi Musa Meminta Izin Berguru ke Nabi Khidir

Kisah rasul Musa yang ingin berguru ke nabi Khidir dimuali saat Allah memberi tahu bahwa ada seseorang yang lebih berilmu daripada nabi Musa. Kemudian, Allah memberi tahu bahwa orang itu adalah nabi Khidir. Allah juga memberi tahu di mana keberadaan nabi Khidir. Nabi Musa dikenal dengan sifatnya yang selalu ingin tahu dan belajar. Itulah kenapa beliau memutuskan untuk menacari nabi Khidir dan berniat untuk berguru kepadanya. Kisah nabi ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 66:

قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”

Nabi Musa Tidak Diterima Menjadi Murid Nabi Khidir

Singkat cerita, nabi Musa bertemu dan meminta izin untuk menjadi murid nabi Khidir. Dalam kisah nabi ini, Nabi Khidir memberi syarat agar tidak bertanya apapun tentang apa yang dilakukannya. Saat itu, beliau mengajak nabi musa untuk berlayar. Namun, nabi Musa tidak tahan karena sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh nabi Khidir.

Perbuatan yang dilakukan nabi Khidir dan membuat Nabi Musa penasaran adalah yaitu ketika nabi Khidir merusak perahu yang ditumpanginya, membunuh seorang anak yang sedang asik bermain, dan membangun tembok yang hampir rubuh untuk sebuah rumah warga padahal mereka berdua tidak diterima oleh warga tersebut.

Akhirnya dalam kisah nabi dan rasul ini, nabi Musa gagal untuk diterima menjadi murid nabi Khidir karena sudah melanggar syarat yang diberikan yaitu bertanya bahkan hingga 3x. Nabi Musa pun meminta maaf tapi tetap bersyukur karena telah dipertemukan dengannya.

Penjelasan Nabi Khidir kepada Nabi Musa

Karena nabi Musa tidak diterima mejadi murid nabi Khidir, beliau meminta nabi Musa untuk tidak mengikutinya lagi. Namun sebelum berpisah, dalam kisah nabi ini, beliau menjelaskan apa yang dilakukannya tadi. Nabi Khidir merusak perahunya karena di sana terdapat seorang raja yang suka menyita barang milik rakyatnya, termasuk kapal.

Yang kedua, beliau membunuh anak kecil yang sedang asik bermain karena anak itu bisa merusak iman kedua orang tuanya yang beragama Islam. Ketiga, beliau mengajak nabi Musa membangun tembok tersebut karena ada harta anak yatim di sana dan jika tembok tersebut roboh maka bisa ditemukan oleh orang yang dzalim.

Pesan Nabi Khidir Kepada Nabi Musa

Dalam penjelasan beberapa ulama yang tim Cahayaislam temui,  dalam perjalanan kembali nabi Khidir dan nabi Musa ada satu kejadian menarik yang akhirnya dijadikan sebuah perumpamaan indah. Di tengah perjalanan, ada seekor burung yang hinggap dan minum air laut tersebut. Kemudian nabi Khidir berkata kepada nabi Musa ”Ilmu kita tidak sebanding dengan ilmu allah karena lmu Allah tidak akan berkurang seperti air laut ini tidak berkurang hanya karena diteguk oleh burung itu.” Dalam kisah nabi ini, nabi Khidir juga berpesan kepada nabi Musa agar meneruskan dakwah kepada kaumnya.

Hikmah yang Bisa Kita Ambil

Dari kisah nabi di atas, kita bisa mengambil beberapa hikmah. Yang pertama, kita tentu harus sopan dan hormat kepada orang yang berilmu. Nabi Musa yang dikenal sebagai nabi yang sedemikian hebat tetap mengagungkan seorang yang berilmu dengan meminta izin untuk berguru. Yang dilakukan nabi Musa kepada nabi Khidir itu merupakan bentuk mengikuti perintah Allah untuk mengagungkan syair-syairullah (termasuk orang-orang yang berilmu).

Yang kedua, kita juga harus bersabar dan istiqomah untuk menuntu ilmu (dan tentunya banyak hal lainnya) seperti nabi Musa yang rela berjalan jauh untuk bertemu dengan nabi Khidir. Kesabaran adalah sesuatu yang hebat, bukankah dalam banyak surat di Al Quran Allah selalu mengatakan Innallaha Ma’ashobirin (Allah bersama orang-orang yang sabar).

Selain itu, kita juga harus menepati janji dan jika bersalah harus meminta maaf. Banyak orang-orang bijak yang telah tim Cahayaislam temui mengatakan bahwa “seseorang tidaklah lupa bahwa dirinya adalah manusia bila dia tidak melupakan dua kata: maaf dan terima kasih”. Semoga bermanfaat ya sobat Cahayaislam!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!