Mengamalkan Apa yang Kita Bicarakan (Tips Parenting Islami)

0
960

Mengamalkan apa yang kita bicarakan – Rasulullah dalam Surat Al Ahzab diterangkan sebagai sebaik-baiknya contoh / teladan bagi kaumnya. Hal ini dikarenakan Rasulullah selalu konsisten baik dalam ucapan maupun pengamalan. Rasulullah tetap melaksanakan Shalat malam hingga kakinya bengkak walaupun Beliau sudah digaransi surganya oleh Allah hanya karena beliau ingin menjadi orang yang bersyukur. Beliau melakukan hal itu agar orang-orang disekitarnya mengambil contoh akan hal itu.

Karena perilaku-perilaku baik yang dilakukan Rasulullah itulah banyak kaumnya, termasuk para sahabat Rasul yang pol amalannya melaksanakan hal yang sama secara konsisten. Contohnya saja dalam cerita Sahabat Abdullah bin Umar yang memiliki amalan andalan shalat malam atau Abdurrahman bin Auf yang mencontohkan keyakinan akan pertolongan Allah dalam cerita hijrahnya ke Madinah.

Rasul dan para sahabat tersebut konsisten dengan apa yang mereka katakan. Mereka mengamalkan apa yang telah mereka bicarakan. Dan hal tersebut haruslah kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari pula. Bukankah Allah benci kepada mereka yang mengatakan atau menasihatkan sesuatu namun mereka tidak melakukannya (Kaburo maktan indAllahi an taqulu mala ta’malun)?

Mengamalkan apa yang kita bicarakan dalam mendidik anak

Contohnya saja dalam hal parenting. Mengamalkan apa yang kita bicarakan adalah sangat krusial. Banyak orang tua yang tidka mengindahkan hal ini. Sebagai contoh, orang tua hanya tahu melarang anaknya namun tidak memberikan contoh yang jelas tentang hal itu. Misalnya, orang tua melarang anak untuk terlalu banyak bermain game di smartphone atau memerintahkan untuk belajar dan mematikan televisi, namun dilain sisi mereka sibuk dengan gadget mereka sendiri dan menonton sinetron ketika anak-anak mereka belajar.

Anak-anak harus menemukan role model pada orang tuanya. Ketika kita sebagai orang tua menasihati supaya tidak pelit, maka sudah seharusnya kita mencontohkan dengan menjadi orang yang lebih dermawan. Ketika kita menasihati anak suapaya rajin mengaji, maka kita sebagai orang tua haruslah lebih banyak semangatnya dalam mengaji. Jadi marilah kita jadikan nasihat-nasihat kita kepada buah hati kita menjadi lebih bermakna dan bisa terpatri dalam diri mereka sampai mereka tua nanti.

Memulai perubahan dari diri sendiri walaupun dari yang terkecil

Memang segala sesuatu tidak bisa terjadi secara instan, namun kita sebagai hamba Allah yang beriman kepadaNya harus tetap berusaha keras untuk merubah diri kita kearah yang lebih baik. Kita coba pelajari Sunnah Rasulullah terlebih dahulu, dan kita bisa memulainya dari yang paling simpel. Misalnya makan dengan tangan kanan, membiasakan shalat tepat waktu atau malah bisa berjamaah dengan anak-anaknya, membiasakan bangun doa malam, berlomba-lomba dzikir kepada Allah dengan anak-anak, sering meluangkan waktu untuk saling berbicara dari hati ke hati.

Kalimat Action speaks louder than words memang benar adanya. Oleh karena itu marilah kita sebagai orang tua menjadi sosok perubahan yang kita inginkan pada anak-anak kita. Marilah kita Menjadi orang tua yang bisa menjadi tauladan bagi anak-anaknya seperti Rasulullah SAW. Semoga kita semua bisa mempraktikkannya ya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!