Menelisik Tafsir Al Quran Surat Al-Hajj Ayat 24

0
479

Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada Jalan (Allah) yang terpuji

Itulah petikan dari surat al hajj ayat 24. Al hajj sendiri memiliki arti ibadah haji dan ayat-ayat di dalamnya merupakan ayat berkategori makiyah dan madaniyyah. Ada banyak sekali tafsir Al Quran mengenai ayat ini. Setiap ahli tafsir memiliki gambaran yang berbeda. Pada saat mentafsirkannya pun, kita tidak bisa lepas dari ayat yang lain. Satu ayat ke ayat lainnya saling berhubungan satu sama lain. Jika kita hanya mentafsirkan satu ayat saja, akan memiliki makna yang berbeda. Mari kita ulas semua mengenai surat al hajj ayat 24 ini.

وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ

Tafsir Jalalyn Surat Al Hajj Ayat 24

Pertama kita akan bahas tafsir Al Quran dari jalalyn terlebih dahulu. Menurut jalalyn mentafsirkan, dan mereka diberi petunjuk di dunia kepada ucapan-ucapan yang baik yaitu kalimat la illaaha illallaah / tidak ada Tuhan selain Allah dan mereka ditunjuki pula kepada jalan yang terpuji yakni jalan Allah yang terpuji dan agama-nya. Untuk surat al hajj ayat 19-25 membahas tentang keadaan orang kafir di dalam neraka dan juga balasan terhadap orang beriman. Dari ayat 23, kita akan tahu bahwa Allah SWT akan memasukkan orang beriman ke dalam surga dan menceritakan seperti apa keadaan surga.

Dan diayat ke 24 kita bisa tahu bahwa orang baik akan diberi petunjuk, dengan ucapan yang baik pula. ucapan ini berhubungan dengan kalimat la illaha illAllah atau tiada tuhan selain Allah. Allah SWT akan memberi petunjuk pada semua orang yang ia beri hidayah, jalan yang baik menuju ke jalannya. Kita semua tahu bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Sedangkan untuk orang kafir yang menghalangi jalan Allah, akan mendapatkan azab atau siksanya tersendiri. Tafsir Al Quran memang sangat luas cakupannya. Kita tidak bisa menelannya mentah-mentah, harus menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

Tafsir Quraish Shihab Surat Al Hajj Ayat 24

Untuk tafsir Al Quran dari quraish shihab juga tidak begitu berbeda dari tafsir jalalyn. Menurutnya untuk menambah kesenangan di surga, mereka diajari Allah lewat ilham mengenai ucapan-ucapan manis dan perbuatan terpuji. Mereka pun kemudian menyucikan Allah, mensyukurinya dan saling bergaul antar mereka dalam suasana cinta dan kedamaian. Dari tafsir diatas, kita tahu bahwa Allah menjanjikan sebuah kebahagian di surga bagi orang yang beriman. Sekarang kita akan membahas seperti apakah orang yang beriman.

Kita tak akan pernah tahu keimanan seseorang, masalah iman hanya Allah SWT yang tahu. Ada banyak orang yang terlihat beriman, tapi tidak memiliki ucapan yang manis dan juga perbuatan yang terpuji. Seseorang yang beriman, pasti akan selalu menjaga omongannya. Apa yang keluar dari mulutnya, karena ia sendiri takut akan siksaan Allah. Dari tafsir Al Quran diatas, kita diajarkan untuk selalu mengucapkan kata yang baik dan selalu berbuat terpuji. Masalah amal yang didapatkan, hanya Allah yang tahu. Hanya Allah yang tahu apa yang kita lakukan baik atau tidak. Ini akan memberikan rasa cinta dan damai antar sesama.

Kalau semua orang bisa mengucapkan kata yang baik, pasti kehidupan ini akan lebih damai. Mulutmu hariamaumu. Jaga ucapan dan selalu berbuat baik, dalam hal apapun. Jangan hanya memikirkan masalah ucapan orang lain. Yang penting kita melakukan hubungan yang baik. Selalu bergaul dengan siapapun dengan cara yang baik, mensyukuri nikmatnya dan hidup saling berdampingan. Jadi dalam mempelajari tafsir Al Quran al hajj kita harus melihat banyak tafsir dari para ahli.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!