Memohon Hati yang Lapang Kepada Allah dengan Membiasakan Sikap Sabar

0
1138

Kata banyak orang kesabaran ada batasnya. Kami tidak bisa berdebat mengenai hal itu karena dizaman sekarang, menemui insan mulia yang benar-benar bisa bersabar seperti para ulul azmi yang memiliki tingkat kesabaran yang tinggi sangatlah sulit. Terlebih banyak sekali hal-hal dizaman modern ini yang membuat banyak orang lebih mudah mengeluarkan amarahnya daripada memilih berdiam dan bersabar. Namun tidak ada kejelekannya bila kita senantiasa memohon hati yang lapang dan sabar kepada Allah. Dengan cara membiasakan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari kita.

Belajar Kisah Keluarga dengan 8 orang anak

Kebetulan tim Cahayaislam memiliki salah satu teman yang tinggal di daerah Jawa Timur. Dia memiliki seorang istri dan 8 orang anak. Kami yakin beberapa dari sobat Cahayaislam disini ada yang berkata dalam hati: wah banyak banget! Gimana ngurusinnya itu? Atau berkata “pasti pusing itu ngerawatnya”. Teman yang memiliki delapan orang anak tersebut pernah bercerita bahwa dua anak yang paling tua (seumuran SMP) termasuk bisa dikatakan anak yang bandel. Mereka selalu keluar bermain setelah pulang dari sekolah dan pulang dalam keadaan kotor atau babak belur (entah apa yang mereka lakukan diluar sana). Sedangkan keenam anak yang lain yang masih kecil-kecil sering bermain dirumah, namun selalu berakhir ricuh karena mereka berantem satu sama lainnya.

Bayangkanlah anda berada dalam posisi teman yang memiliki 8 orang anak tersebut. Pertanyaannya: apa dan bagaimana anda menghadapi itu? Nah, jawaban dari pertanyaan tersebut bisa menjadi penilaian apakah anda memiliki hati yang lapang dan sabar atau belum.

Cara Anda bersikap adalah kunci dari solusi

Setelah membanyangkan keadaan tersebut terjadi kepada anda, mari sekarang kita bayangkan lagi 2 cara atau tindakan yang dilakukan dalam situasi tersebut:

Cara (1) memukul atau mencubit anak-anak yang nakal tersebut ketika pulang dalam keadaan kotor dan memarahi anak-anak yang sedang ricuh didalam rumah ketika sedang sedang berantem satu sama lain. Sedangkan cara (2) mencari anak-anak yang bandel yang main diluar tersebut dan setelah menemukan mereka anda beri nasihat dan pengertian kalau apa yang mereka lakukan kurang baik dan mengajak mereka pulang, lalu setelah sesampainya dirumah, anda melerai beberapa anak yang sedang ricuh berantem dirumah kemudian menenangkan mereka tanpa harus mengeluarkan kata-kata yang keras.

Nah, kira-kira diantara dua cara tersebut, yang paling terdengar enak dan baik cara yang mana? Kebanyakan pasti menjawab bahwa cara yang kedua lebih baik dan tidak melelahkan. Selain terdengar kurang baik, cara pertama juga melelahkan karena hati selalu dipenuhi amarah, sedangkan cara kedua lebih sejuk dan baik untuk mendidik anak.

Dari penggambaran diatas sudah jelas bahwa cara anda bersikap merupakan kunci dari solusi menemukan hati yang lapang dan sabar. Memang seseorang tidak bisa langsung berubah menjadi orang yang tidak pemarah dan penyabar, namun hal ini bisa dilatih dan dibiasakan. Cukup mengubah sedikit demi sedikit cara kita menghadapi sesuatu. Yang awalnya dengan mengedepankan amarah, coba kita ubah dengan pendekatan yang lebih lembut. Jangan lupa pula terus mendekatkan diri kepada Allah dan selalu berdoa supaya menjadikan kita sebagai orang-orang yang masuk golongan penyabar. Insha Allah dengan sifat Al-Baasit Allah yang merupakan dzat yang menggelar segala hal, termasuk menggelar hati kita supaya lebih sabar.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!