Memberikan Hak Pada Tubuh Kita

0
1660

Manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan yang diciptakan oleh Allah. Manusia diciptakan dengan fisik yang sempurna, lengkap dengan fungsi setiap organ tubuh. Manusia selalu beraktivitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dari pagi hingga malam, manusia selalu bergerak dalam melakukan aktivitasnya. Tak dapat dipungkiri, manusia akan merasakan lelah ketika telah melakukan banyak gerakan, setelah seharian beraktivitas maka tubuh manusia mulai kekurang energy, tenaga, dan akhirnya lelah dan lesuh. Hal ini adalah hal yang normal yang terjadi pada setiap manusia dan yang harus dilakukan adalah memberikan hak pada tubuh kita yaitu dengan beristirhat. Segala sesuatunya memiliki hak-haknya masing-masing, begitupun dengan tubuh manusia baik secara lahir dan bathin. Secara ruhiyah, manusia harus memenuhi haknya dengan beribadah agar hatinya merasa tenang, tentram, dan damai dan juga harus memenuhi hak tubuhnya agar beristirahat ketika merasa lelah.

memberikan hak pada tubuh kita

Sahabat cahaya Islam, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menunaikan hak dan kewajibannya. Begitupun pada tubuh kita, memang kita yang memiliki tubuh ini tapi bukan berarti kita semena-mena dalam menggunakannya bahkan jika untuk beribadah sekali pun namun jika sudah secara berlebihan hingga tak memperhatikan hak-hak tubuh lagi maka itu sudah mendzalimi tubuh sendiri. Apapun yang dilakukan oleh seorang manusia maka sudah seharusnya sesuai pada tempatnya, seimbang antara satu dan lain sehingga tercipta keselarasan, tidak hanya fokus pada satu hal. Dalam hadits Rasulullah menyebutkan bahwa tubuh manusia memiliki haknya.

حَدَّثَنَا ابْنُ مُقَاتِلٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ ‏”‏‏.‏ فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَلاَ تَفْعَلْ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْرِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا، فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ ‏”‏‏.‏ فَشَدَّدْتُ، فَشُدِّدَ عَلَىَّ، قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَصُمْ صِيَامَ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَلاَ تَزِدْ عَلَيْهِ ‏”‏‏.‏ قُلْتُ وَمَا كَانَ صِيَامُ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ ـ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ـ قَالَ ‏”‏ نِصْفَ الدَّهْرِ ‏”‏‏.‏ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقُولُ بَعْدَ مَا كَبِرَ يَا لَيْتَنِي قَبِلْتُ رُخْصَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم‏.

Rasulullah pernah berkata kepadaku: “Wahai Abdullah, bukankah telah dikabarkan kepadaku bahwa engkau biasa puasa di (setiap) siang hari dan shalat di (sepanjang) malam hari?”. “Iya, wahai Rasulullah,” jawabku. Beliau lalu memberikan nasihat: “Jangan engkau lakukan lagi. Puasalah dan berbukalah. Bangunlah untuk shalat dan tidurlah. Karena tubuhmu memiliki hak terhadapmu. Matamu pun punya hak terhadap-mu. Demikian pula istrimu memiliki hak terhadapmu  dan tamu Anda memiliki hak atas Anda Dan cukup bagi Anda untuk berpuasa tiga hari dalam sebulan, karena pahala perbuatan baik dikalikan sepuluh kali, jadi akan seperti puasa sepanjang tahun. ” Saya berkeras (berpuasa) dan karena itu saya diberi instruksi keras. Saya berkata, “Ya Rasulullah (ﷺ)! Saya memiliki kekuatan.” Nabi (ﷺ) berkata, “Puasa seperti puasa Nabi (ﷺ) Daud dan jangan berpuasa lebih dari itu.” Saya berkata, “Bagaimana puasa Nabi (ﷺ) Allah, Daud?” Dia berkata, “Setengah tahun,” (dia biasa berpuasa setiap hari alternatif). Setelah itu, ketika Abdullah menjadi tua, dia biasa berkata, “Akan lebih baik jika saya menerima izin dari Nabi (yang dia berikan kepada saya untuk berpuasa hanya tiga hari dalam sebulan).” HR. Al-Bukhari no. 1975 (sahih)

Pada hadits tersebut menyebut bahwa sesungguhnya tubuh kita juga memiliki hak maka sudah seharusnya kita tunaikan dengan cara-cara yang baik, yaitu :

Makan dan Minum

Tubuh manusia memerlukan energy dalam beraktivitas dan energy didapatkan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang cukup. Kita harus memberikan makan dan minum yang baik kepada tubuh kita, dan tidak lalai hanya karena kesibukan karena bisa menyebabkan terjadinya sakit pada tubuh.

Istirahat

Istirahat adalah hak tubuh selanjutnya, ketika merasa lelah maka sudah seharusnya kita memberikan hak pada tubuh kita yaitu dengan beristirahat, tak boleh dipaksa kerja terus menerus karena bisa berdampak buruk bagi tubuh kita.

Kebersihan

Menjaga kebersihan adalah sesuatu yang harus dilakukan, tubuh kita punya hak atas kebersihannya jadi kita harus rajin membersihkan tubuh kita seperti rajin mandi, rajin membersihkan tubuh, potong kuku, dan hal lainnya.

Berhati-hati

Dalam menjalani aktivitas kita harus berhati-hati agar tubuh kita tidak terluka, jangan menjadi orang yang sembrono agar tidak ada dampak buruk bagi tubuh kita.
Sahabat cahaya Islam, sebaik-baik contoh adalah Rasulllah Sallallahu a’laihi Wassalam, selalu ada kebaikan dari diri beliau maka sudah sepatutnya sebagai umatnya untuk menjalankan apa yang diperintahkannya.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”(Q.s. al Ahzaab 33 : 21)

sahabat cahaya islam, tubuh kita adalah titipan dari Allah SWT yang harus kita jaga dan kita rawat dengan sebaik mungkin, semoga penjelasan dan cara-cara diatas dapat membantu kita semua. Aamiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!