Membentuk Keluarga Bahagia Dunia Akhirat

0
6619

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sebelum membahas bagaimana membentuk keluarga bahagia, apakah anda mengerti keluarga itu apa?  Apakah yang dinamakan keluarga?

Keluarga disini adalah sebuah hubungan darah yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak-anak. Sebuah bagian terkecil dari sebuah komunitas masyarakat. Sebuah sistem “negara” terkecil yang ada. Berarti sebuah keluarga adalah dasar dan unsur penting dalam sebuah komunitas, negara bahkan dalam kehidupan. Keluarga ibaratnya seperti batu pondasi pertama yang diletakan untuk memulai sebuah bangunan. Bila inginkan bangunan yang kokoh, batu pondasinya harus kuat dan berkualitas. Begitulah pentingnya keluarga.

Sekarang kita bahas bagaimana dan seperti apa seharusnya keluarga itu?

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(QS. At-Tahrim: Ayat 6)

Berarti dalam membentuk sebuah keluarga harus bertujuan mencari surga dan terhindar dari neraka. Niat pertama bila ingin membentuk keluarga adalah niat karena Allah yang tentunya bila niatnya benar, pahala, kebahagiaan dan keberkahan akan kita dapatkan.

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
[QS. Al-Furqan: Ayat 74]

Maksudnya, sebuah keluarga harus selalu menyertakan Allah di dalamnya. Iman dan taqwa yang sesungguhnya, agar menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.

happy-muslim-family-close-to-allahDimulai dari pernikahan seorang pria dan seorang wanita, maka satu keluarga terbentuk. Ada dua individu yang bersatu, tentunya keduanya harus paham benar bahwa babak kehidupan baru mereka akan dimulai, jadi mereka harus benar-benar siap menjalankan perannya dalam keluarga. Keluarga dan segala yang akan mereka hadapi butuh tanggung jawab dan kerjasama berdua.

Seorang Pria
Adalah seorang yang akan menjadi suami. Nantinya akan mempunyai kewajiban untuk memimpin, menjaga, melindungi, membimbing, mendidik, mengajarkan, menasehati, memberi nafkah (lahir dan batin, materi maupun non materi) dan bertanggung jawab penuh pada keluarganya. Maka pria ini haruslah punya dasar kepemimpinan yang baik, harus siap menjalankan perannya sebagai seorang suami nanti. Terutama dasar agama dan moral. Bila agama dan moral bagus, Insya Allah yang lainnya bisa diusahakan dan akan mendapat pertolongan Allah.

Seorang Wanita
Akan berperan sebagai istri dan ibu. Mempunyai kewajiban taat suami, melayani suami, mendukung suami, membantu suami, mengurus rumah beserta isinya, mendidik anak, menjaga dan menjadi penanggung jawab, wakil dari suami saat suami pergi. Maka seorang istri harus punya akhlak mulia, moral yang baik dan agamanya/imannya kuat. Wanita punya tugas utama mendidik generasi penerus nantinya. Jadi harus berkualitas agar masa depan terselamatkan dari jebakan dunia dan api neraka kelak.

muslim-familyTentunya nanti akan ada anak-anak atau keturunan, generasi penerus. Anak-anak merupakan anugerah Allah dan titipan Allah. Ingatlah, anak-anak adalah “penyambung usia” orang tua, bila orang tuanya tiada akan tetap “hidup” dalam amalan anak-anaknya. Bila anaknya shalih dan shalihah maka amal baik akan terus menerus mengisi saldo pahama orang tuanya, apabila anaknya buruk perilakunya maka dosa akan terus menerus pula mengisi saldo dosa. Jadi pilih mana? Tentunya shalih dan shalihah kan? Maka orang tua yang harus berperan aktif membimbing, mendidik dan menjaga anak-anaknya.

Keluarga yang baik akan semakin kuat dan kokoh bila memiliki :

♡ Dasar agama atau keimanan yang baik
Artinya seluruh anggota keluarga menjadi muslim yang paham dan baik ibadahnya. Pendidikan agama dan penjagaan moral menjadi utama. Semua anggota keluarga supaya saling bantu dan menjaga. Butuh kesabaran dan perhatian, terutama dari orang tua ke anak. Saling menguatkan, mengingatkan dan menasehati. Saling mengontrol dan mengawasi. Intinya agar semua anggota keluarga selamat dunia akhiratnya. Bila kepahaman ada, Insya Allah sisanya pasti baik.

♡ Kasih sayang dan cinta kasih
Dengan adanya rasa kasih sayang dan cinta kasih, akan ada keterkaitan batin, hingga saling jaga, bantu, menguatkan, dan mengokohkan. Jagalah selalu kehangatannya, dari suami ke istri, dari istri ke suami, dari orang tua ke anak, dari anak ke orang tua.

♡ Komunikasi
Merupakan hal sangat penting dan dibutuhkan. Tanpa adanya komunikasi yang baik, akan banyak timbul masalah, baik hubungan suami istri maupun hubungan orang tua dan anak. Harus ada “saling” di dalam komunikasi ini. Tak ada yang “ter”, tapi tetap harus menempatkan diri sesuai pada tempatnya masing-masing.

Contoh: Bapak adalah kepala rumah tangga, wajib dihormati. Tapi ibu dan anak boleh menegur, mengingatkan dan menasehati, tapi tentu dengan tetap hormat dan tak boleh asal bicara. Seorang anak memang wajib taat orang tua, tapi orang tua tak boleh semaunya mengatur anak, dengarkan anak, sayangi dan datangkan hak nya termasuk dinasehati dengan baik. Apabila komunikasi baik, keluarga tak akan mencari orang lain untuk berbagi rasa, hingga memperkecil pengaruh luar dan mempererat hubungan internal keluarga itu sendiri.

♡ Kejujuran
Karena jujur itu utama juga mulia, seluruh keluarga harus menjaga itu. Termasuk orang tua tidak boleh membiasakan membohongi anak walau hanya bercanda ataupun membujuk untuk hal baik. Ingat, orang tua memberi teladan, dicontohi, dan diawasi oleh anak. Sebab satu kebohongan akan diikuti seribu kebohongan dan keburukan lain. Berhati-hatilah dan jangan pernah berbohong.

♡ Kepercayaan
Suami, istri, dan anak harus bisa saling percaya dan mempercayai pun juga bisa dipercaya. Akan banyak cobaan dalam keluarga bila kepercayaan diabaikan. Bahkan hingga perceraian dan perseteruan. Naudzubillahi mindzalik.

♡ Tanggung Jawab
Berkaitan juga hubungannya dengan hak dan kewajiban. Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban, bagaimana dia menjalankannya dengan segala konsekuensi dan hal tak terduga lainnya, inilah yang disebut tanggung jawab.

♡ Rukun Kompak
Perwujudan akumulasi dari nilai baik di depan. Keluarga yang solid akan terwujud hingga kerukunan dan kekompakan nyata ada. Nantinya keluarga menjadi kesatuan yang saling menguatkan dan tak mudah terpengaruh, tak mudah tergoncang apapun yang terjadi.

Demikianlah sedikit uraian tentang keluarga. Keluarga dalam Islam, keluarga sesuai tuntunan Allah dan Rasul Nya, keluarga yang baik, ideal, dan sempurna. Uraian lebih terperinci mengenai bagian-bagian dan apa saja seluk beluk keluarga, Insya Allah akan kita bahas dalam artikel selanjutnya.

Namun, lebih jelasnya bisa kita pelajari dalam Al Qur’an dan Al Hadist, maka “Ayo mengaji!”

Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang baik, sakinah, mawadah, warohmah, rukun, kompak, harmonis, romantis, dan selalu dalam hidayah, bimbingan juga perlindungan Allah. Amiin.. Amiin.. Amiin..

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!