Memahami Takrif Dosa Besar Agar Bisa Menghindarinya!

1
542

Memahami takrif dosa besar – Manusia memang sudha dari sananya memiliki kodrat menjadi makhluk yang penuh dengan dosa dan kesalahan (الانسان محل الخطاء). Yang penting adalah bagaimana kita dengan ilmu dan keyakinan kita pada sifat Allah yang selalu mengawasi kita bisa selalu berusaha untuk jauh dari segala dosa-dosa yang merusak keimanan kita. Namun tahukah anda kalau dalam islam ada dua jenis dosa yaitu dosa kecil dan dosa besar? Dosa kecil lebih ringan dan bisa diampuni oleh Allah dengan melaksanakan ibadah sunnah atau melakukan kebaikan serta beristighfar meminta ampun kepada Allah. Sedangkan dosa besar? Itu hal yang berbeda.

Oleh karena itu, mengaji dan menuntut ilmu baik dari Al Quran maupun Al Hadits itu penting sekali. Selain membantu kita untuk mengetahui tuntunan amalan-amalan yang akan kita kerjakan, mengaji bisa membuat kita lebih memahami takrif dosa besar dan konsekuensinya (dengan tujuan bisa menghindarinya). Memang sih ada beberapa hadits yang berisi sabda Rasulullah tentang dosa besar yang menyebutkan beberapa jenis perilaku atau perbuatan yang kongkret. Namun, sebenarnya definisi dosa besar dalam islam itu lebih luas dari yang kita kira. Berikut takrif dosa besar yang dijelaskan oleh para alim ulama:

5 Kategori takrif dosa besar secara umum

Dari beberapa sumber yang telah tim Cahayaislam dapatkan, kita dapat menarik kesimpulan bahwa katergori dosa besar ada 5 secara umum. (1) setiap hal yang si pelaku mendapatkan ancaman keras berdasarkan nas Quran dan hadits secara khusus, (2) Setiap perbuatan maksiyat yang dijatuhi (dengan wajib) hukum had ancaman pada pelakunya (3) segala hal yang haram karena makna dalam dirinya, dzatnya, dan berdasarkan nas Al Quran dan Sunnah, terutama yang memiliki lafad Al Tahrim, dan (4) Setiap tindak kejahatan yang dilakukan karena kurangnya atensi dari sang pelaku terhadap kepercayaan dan agama.

Jadi secara sederhana, dosa besar adalah suatu tindakan yang memiliki ancaman (laknat Allah, ancaman siksa neraka, murka Allah dll), memiliki konsekuensi hukum had yang jelas, dan memiliki unsur yang berhubungan dengan haramnya sesuatu. Namun tidak hanya itu saja, ada beberapa penjelasan para Imam dan ulama islam terkemuka dalam mendefinisikan dosa besar.

Dosa besar adalah tindakan tanpa rasa takut dan penyesalan pada Allah

Kita juga bisa memahami takrif dosa besar dalam definisi yang dikemukakan oleh Imam Al Ghazali. Beliau berkata bahwasanya dosa besar merupakan tindakan seseorang dimana ketika melakukannya, orang tersebut tidak memiliki rasa takut, serta setelah melakukannya, orang tersebut tidak memiliki penyesalan kepada Allah.

Imam Gazali berpendapat bahwa disebutlah dosa besar bila seseorang melepaskan jiwanya dan rasa bersalahnya dalam melanggar ketetapan Allah. Hal ini kemudian sejalan dengan penjelasan tentang dosa-dosa kecil yang dilakukan terus menerus sehingga menumpuk. Mereka yang terus melakukan dosa-dosa kecil terus menerus cenderung terbiasa dengan hal itu dan lama-kelamaan tertutup hatinya sehingga tidak memiliki rasa takut dan penyesalan kepada Allah.

Dosa besar adalah tindakan yang memiliki tingkat kerusakan yang besar pula

Lain halnya dengan pendapat Iman ‘izzudin bin Abd Salam. Dosa besar menurut beliau bisa dilihat dari seberapa parah tingkat kerusakan yang diciptakannya. Jika suatu tindakan memiliki tingkat kerusakan yang besar meskipun itu tidak dijelaskan dalam nas Al Quran maupun hadits, tetap saja disebut sebagai dosa besar.

Nah, itulah beberapa pengertian agar kita bisa memahami takrif dosa besar secara gamblang. Tentu saja paham disini bertujuan agar kita bisa lebih jauh dari jangkauan dan tidak terjerumus pada dosa-dosa besar tersebut. Semoga Allah selalu melindungi kita dari dosa-dosa besar tersebut ya.