Melihat Kepada Keindahan: Mengubah Perspektif ala Rasulullah

0
549

Bahagia itu mudah kok, satu yang perlu kita lakukan adalah melihat kepada keindahan. Beberapa waktu yang lalu tim Cahayaislam sempat ngobrol dengan pengendara Go-jek dikota Yogyakarta yang nampaknya sudah mulai merebak kemana-mana. Pada satu kesempatan kami bertanya kepada salah satu pengendara Go-jek tentang pekerjaannya sebagai pengendara Go-jek. Orang tersebut bilang “Kerjanya nggak enak mas, kena macet tiap hari, sering ada kustomer yang nggak enak, fasilitasnya juga saya rasa kurang oke dst” – perbincangan itu dilanjutkan dengan banyak sekali keluhan yang tidak mengenakkan.

Setelah itu, tim Cahayaislam keesokan harinya bertanya lagi kepada salah satu pengendara Go-jek yang lain. Pertanyaan masih sama, namun jawaban kali ini sangat berbeda. Pengendara Go-jek yang satu ini menjawab “alhamdulillah mas, saya masih bisa bekerja dengan baik, walaupun panas dan macet saya masih senang tetap bisa memiliki pemasukan untuk keluarga saya, fasilitas dan managemen terbilang cukup baik menurut saya dan dengan menghadapi banyak jenis kustomer, saya jadi banyak pengalaman” – jawab pengendara Go-jek yang kedua ini.

Bila kita lihat dan cermati, sebenarnya kedua pengendara Go-jek tersebut pastilah memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang sama. Mereka juga mendapatkan perlakuan yang sama, kustomernya pun beragamnya juga sama. Namun, jawaban yang dikeluarkan dari pertanyaan tim Cahayaislam sangatlah berbeda.

Hidup itu pilihan tentang kebaikan atau keburukan

Dalam Al Quran dan Al Hadits, kita selalu diperintahkan oleh Allah dan diajari oleh Rasulullah untuk membedakan dua hal, yakni kebaikan dan keburukan. Kedua hal itu adalah pilihan yang kita miliki. Allah dan Rasulullah selalu mengajak kita condong kepada kebaikan daripada menuju pada keburukan. Oleh karena itulah kenapa Rasulullah selalu menjadi tauladan yang baik karena sifat-sifat beliau yang budiman.

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلَاقِ (Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia)

Pilihan hidup tidak hanya berlaku ketika kita harus memilih mengambil jurusan psikologi atau budaya ketika mau kuliah atau memilih antara pergi ke pantai atau ke gunung. Pilihan hidup yang diajarkan Allah Rasul yang mengarah kepada kebaikan juga berlaku pada sudut pandang kita terhadap segala hal. Seperti halnya penggambaran diatas. Pengemudi Go-jek yang kedua lebih memilih untuk fokus melihat kepada keindahan dan kebaikan dari pekerjaannya.

Bersabar dan menerima ketentuan dari Allah kepada Kita

Rasulullah sendiri telah memberikan wejangan kepada kita agar mempraktikkan hidup dengan penuh kesabaran dan menerima ketentuan Allah. Segala cobaan dan ujian dari Allah merupakan sebuah tes yang diberikan oleh Allah untuk mengetahui seberapa dalam ketaqwaan kita kepadaNya. Ketika sesuatu hal buruk terjadi, bukankah lebih baik kita menerima bahwa hal buruk memang sudah terjadi kepada kita. (dengan catatan kita telah melakukan ikhtiar secara mastatho’na sebelumnya.

Mengeluh, marah, dan mencaci maki tidaklah membantu sama sekali. Apakah dengan mengeluh atau menangis bersedih, sesuatu hal buruk kemudian akan berubah menjadi baik dengan sendirinya. Tentu tidak. Rasulullah sendiri telah mengajarkan untuk mengucapkan istirja’ bila kita mendapatkan musibah, dan mengeluhkan semua itu dengan doa kepada Allah agar diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Membiasakan diri menjadi orang yang banyak bersyukur

Tentu saja orang yang memilih melihat kepada keindahan atas apa yang terjadi pada dirinya dan dunia ini, merupakan orang yang beruntung. Hal ini bisa dilakukan dengan menjadi lebih bersyukur dalam segala hal. Melihat sekeliling kita bahwa banyak orang yang lebih menderita dibandingkan dengan kita. Melihat seberapa beruntungnya dan mencari jalannya syukur kepada Allah disetiap kesempatan. Orang-orang seperti inilah yang oleh Allah disebut orang yang beruntung, karena mereka tidak menyalahkan situasi dan tergantung kepada keadaan. Semoga bermanfaat ya sobat Cahayaislam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!