Melejitkan Derajat Surga dengan Menjadi Penghafal Al Quran

0
1211

Surga diciptakan oleh Allah dengan jenis kenikmatan yang berbeda dari pintu masuk yang berbeda-beda. Tinggi rendahnya kenikmatan yang bisa dinikmati oleh seorang ahli surga berdasarkan derajat tinggi surganya. Semakin tinggi derajat surga yang didapatkan, maka semakin tinggi pula tingkat kenikmatan yang bisa diraih seseorang.

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي هِلاَلٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَأَقَامَ الصَّلاَةَ، وَصَامَ رَمَضَانَ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ هَاجَرَ، فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا ‏”‏‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَبِّئُ النَّاسَ بِذَلِكَ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Dalam salah satu hadits yang dijelaskan dalam riwayat Bukhari nomor 7423 diatas. Rasulullah pernah bersabda bahwa di surga ada sekitar 100 tingkatan. Dan antara 1 tingkat ke tingkat lainnya ada jarak sejauh bumi dan langit. Dijelaskan pula bahwa yang ada ditengah dan paling tinggi diatara keseratus surga tersebut adalah Surga Firdaus yang merupakan surga yang memiliki derajat paling mantab.

Memperoleh derajat tinggi dengan menjadi penghafal Al Quran

Tentu untuk mendapatkan derajat surga yang tinggi, kita harus memiliki banyak amal sholih. Ada banyak sekali cara yang diajarkan oleh Rasulullah tentang hal ini. Salah satunya yang cukup memungkinkan untuk dilakukan di masa sekarang adalah menjadi penghafal Al Quran. Benarkah menjadi seorang hafidz Al Qur’an bisa menjadikan kita mendapatkan surga dengan derajat yang tinggi. YA! ada hadits yang melandasi hal tersebut.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، أَنْبَأَنَا شَيْبَانُ، عَنْ فِرَاسٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ اقْرَأْ وَاصْعَدْ ‏.‏ فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدُ بِكُلِّ آيَةٍ دَرَجَةً حَتَّى يَقْرَأَ آخِرَ شَىْءٍ مَعَهُ

“Akan dikatakan kepada para ‘sahabat Al Quran’, ketika mereka memasuki pintu surga: Bacalah (ayat-ayat Al Quran yang engkau hafal) dan naiklah satu derajat untuk setiap ayat yang engkau hafalkan. (Sunan Ibn Majah 3780)

Para alim ulama mengatakan bahwa yang dimaksud sebagai ‘sahabat Al Quran’ (صَاحِبِ الْقُرْآنِ) disini adalah seorang yang mendedikasikan hidupnya sebagai penghafal Al Quran. Jadi orang yang menghafalkan Al Quran akan diperintahkan oleh Allah ketika memasuki pintu surga untuk membaca ayat-ayat Al Quran yang dihafalkannya (semacam ujian lisan gituu). Dan sobat Cahayaislam bisa bayangkan deh, seberapa banyak derajat penghafal Al Quran itu bila dia ternyata bisa hafal keseluruhan juz dan ayat yang ada dalam Al Quran? Sungguh menakjubkan bukan.

Nah, sobat cahayaislam pasti pengen dong bisa naik derajatnya lebih tinggi dan tinggi lagi di surga kelak? Namun, menjadi seorang hafidz Al Quran bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Yang terpenting adalah niyat kita harus lurus dan hati kita harus bersih. Pada dasarnya Allah-lah yang mengizinkan dan membuat anda bisa menghafalkan ayat-ayat Al Quran tersebut, bukan karena kepintaran atau skill anda dalam menghafalkan. Jadi, dekati Allah dan terus berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghafalkan Al Quran. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!