Masuknya Khalifah Umar Bin Khattab Dalam Sejarah Islam

0
610

Sobat Cahaya islam pasti tidak asing lagi dengan nama Umar bin Khattab, Umar bin Khattab merupakan salah satu tokoh besar dalam Islam dan juga merupakan salah satu sahabat Rasulullah. Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah yang kedua setelah masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq walaupun dulu sebelum menjadi seorang muslim Umar bin Khattab menjadi tokoh Quraisy yang paling membenci dan memusuhi orang mukmin termasuk Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi atas kehendak Allah SWT akhirnya Umar bin Khattab memeluk agama Islam. Nah, berikut ini akan diulas secara lengkap kajian islam mengenai Masuknya Khalifah Umar Bin Khattab Dalam Sejarah Islam dan menjadi bagian dari agama Islam.

Masuknya Khalifah Umar Bin Khattab Dalam Sejarah Islam

Umar bin Khattab tokoh penting dalam sejarah Islam yang lahir ditengah-tengah suku Bani Adi yang merupakan rumpun suku Quraisy terbesar di kota Makkah pada saat itu. Umar bin Khattab dilahirkan berselang tiga belas tahun dengan Tahun Gajah dengan sifat tegas dan pemberani. Umar bin Khattab lahir dari pasangan Khattab bin Nufail dan Khantamah binti Hisham bin Mughirah, yang mana Hisham bin Mughirah adalah kakek Umar bin Khattab sekaligus Khalid bin Walid yang merupakan seorang pembesar suku Quraisy. Ibu Umar bin Khattab atau Khantamah binti Hisham adalah saudara dari Amr bin Hisham atau lebih dikenal dengan Abu Jahal. Sehingga Umar bin Khattab merupakan keponakan dari Abu Jahal.

Dilahirkan di tengah-tengah keluarga pemuka Quraisy yang begitu disegani juga berdampak pada Umar bin Khattab karena Umar menjadi orang yang disegani dan ditakuti juga. Selain karena lahir dari keluarga terpandang Umar juga disegani karena kelebihan yang dimiliki. Umar memiliki badan tinggi, besar dengan suara yang berwibawa, selain itu Umar juga memiliki kepribadian yang berpengetahuan luas, pandai, keras, berani dan juga disiplin semua sifat tersebut merupakan hasil didikan dari Ayahnya. Tercatat dalam sejarah Islam sebelum masuk Islam pun Umar bin Khattab begitu memerangi Islam dan begitu teguh dengan keyakinannya, bahkan Umar merupakan tokoh yang banyak menyakiti kaum mukmin sebelum akhirnya memeluk Islam.

Dalam sejarah Islam tercatat bahwa Umar bin Khattab menjadi seorang yang paling menentang ajaran Islam, oleh sebab itu Rasulullah tidak berdakwah secara terang-terangan. Hingga saat itu Umar bin Khattab berniat membunuh Rasulullah SAW, saat di perjalanan Umar bertemu dengan Nuaim bin Abdullah. Nuaim menanyakan akan kemana gerangan Umar pergi, lantas Umar menjawab dengan lantang bahwa Umar akan mencari Nabi Muhammad dan membunuhnya. Setelah itu Nuaim mengatakan bila adik dan adik iparnya sudah memeluk Islam dimana nabinya adalah orang yang akan Umar bunuh sehingga Umar merasa syok dan berbalik arah untuk menemui adiknya, Fatimah dan suaminya Said bin Zaid.

Kemudian sesampainya di rumah Fatimah, Umar langsung disambut dengan suara Fatimah yang sedang membaca lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Begitu menyadari ada orang di luar Fatimah langsung berhenti membaca Al-Quran dan saat itu juga Khabab bin Arats yang sedang di rumah Fatimah bergegas bersembunyi. Saat itu juga Umar mendesak adiknya untuk lekas memberikan Al-Quran tetapi Fatimah enggan, sehingga Umar memukul Fatimah dan suaminya tanpa belas kasih. Melihat adik yang begitu dicintainya terluka karena ulah tangannya sendiri membuat Umar goyah dan tersentuh hatinya hal ini menjadi awal dari masuknya Umar menjadi salah satu bagian kisah sejarah Islam yang penting.

Sehingga menurut cerita sejarah dalam Islam, Umar meminta Fatimah untuk membacakan kembali surah yang baru saja ia baca yaitu Surah Thaha ayat 1 sampai 8 sekali lagi, mendengar lantunan ayat tersebut Umar tersentuh dan memuji keindahan ayat-ayat Al-Quran. Selepas kejadian itu tercatat dalam histori Islam Umar bin Khattab bergegas menemui Rasulullah dan mengikrarkan dua kalimat syahadat dengan disambut gegap gempita oleh kaum muslimin, karena dengan masuknya Umar bin Khattab akan semakin menguatkan Islam. Dimulai saat itu sejarah Islam mengukir cerita baru dengan bertambah satu lagi pembela Islam. Jadi sobat Cahaya islam kita tidak pernah tau siapa yang akan Allah berikan petunjuk, jika Allah menghendakinya maka dia akan mendapatkan petunjuk bagaimanapun perangainya dulu, seperti yang tertulis dalam hadist :

حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ، عَنْ أَبِي كَعْبٍ، صَاحِبِ الْحَرِيرِ حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ، قَالَ قُلْتُ لأُمِّ سَلَمَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ مَا كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ ‏”‏ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ‏”‏ ‏.‏ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لأَكْثَرِ دُعَائِكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ قَالَ ‏”‏ يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ ‏”‏ ‏.‏ فَتَلاَ مُعَاذٌ ‏:‏ ‏(‏ ربَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ‏)‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَالنَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ وَأَنَسٍ وَجَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَنُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ ‏.‏ قَالَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏

“Saya berkata kepada Umm Salamah: ‘Wahai Ibu orang-orang yang beriman! Apa sajakah yang Rasulullah (ﷺ) katakan paling sering saat dia bersamamu? “Dia berkata: ‘Doa yang paling dia katakan adalah:” hai obat hati, tegaskan hatiku atas agamamu (Yā Muqallibal-qulūb, thabbit qalbī `alā dīnik). ‘” Dia berkata:’ Jadi saya berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kamu sering meminta terlalu banyak: ‘ hai obat hati, membuat hatiku teguh pada agamamu.’ Dia berkata: ‘wahai Umm Salamah! Sesungguhnya, tidak ada manusia kecuali bahwa hatinya ada di antara Dua Jari dari Sabda Allah, jadi siapapun yang Dia kehendaki Dia teguh, dan siapapun yang Dia kehendaki yang Dia maksudkan menyimpang. ‘” [1]

[1] HR. Tirmidhi nomor 3522

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!