Mari Menjadi Anak-anak dari Akhirat! – by Ali bin Abi Thalib

0
531

Kita hidup untuk apa sih sebenarnya? Itu adalah pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh banyak orang-orang diluar sana. Kita sebagai orang islam yang beriman patut bersyukur karena pada dasarnya kita telah memiliki jawaban atas pertanyaan tersebut. Kita tahu betul bahwa manusia diciptakan oleh Allah tidak lain dan tidak bukan untuk beribadah kepada Allah samata.

Kita diciptakan Allah dan terlahir untuk mengarungi dunia ini untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Sebagai orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, kita tahu betul bahwa hakikinya kehidupan kita adalah di akhirat sana. Dan disana kita hanya akan dihadapkan kepada dua tempat: Surga dan Neraka.

Surga adalah tempat segala kenikmatan dan kesenangan, sedangkan neraka adalah tempat siksaan dan kepedihan. Dan kita akan menjalaninya untuk selama-lamanya. Tidak ada waktu jeda, tidak ada waktu berhenti. Mereka yang masuk ke dalam neraka akan terus menerus menjalani kehidupan penuh penderitaan diakhirat tanpa terputus. Dan mereka yang hidup di surga akan selalu dipenuhi dengan kegembiraan untuk selamanya. Untuk itu, dalam perjalanan hidup kita di dunia ini. Kita haruslah menjadi para “anak-anak” dari akhirat. Bukan menjadi anak-anak dari Dunia. Hal ini telah dinasihatkan oleh Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam kutipan catatan dibawah ini:

أَنْبَأَنَا أَنْبَأَنَا أَبُو طَاهِرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ السِّلَفِيُّ ، أنبا الْحَافِظُ أَبُو عَلِيٍّ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْبَرْدَانِيُّ ، ثنا عَلِيُّ بْنُ عُمَرَ الْبَرْمَكِيُّ ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ الْجَرَادِيُّ ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ ، ثنا بُهْلُولُ بْنُ إِسْحَاقَ ، ثنا مُهَاجِرٌ الْعَامِرِيُّ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : ” أَلا إِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً ، وَالآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلا حِسَابٌ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلا عَمَلٌ ”

Dunia ini akan bertandang menjauh sedangkan akhirat akan lebih mendekat. Dunia dan akhirat memiliki para anak, maka menjadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dari dunia. Di dunia adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan. Sementara di akhirat adalah hari perhitungan dan bukan hari beramal.

Menjalani kehidupan dunia dengan sikap zuhud dan qonaah

Banyak para alim ulama yang memberikan nasihat perihal cara-cara menjadi anak-anak dari akhirat. Dan tiada yang lebih menakjubkan dari membiasakan kedua sifat dan karakter baik ini: Yaitu Zuuhud dan Qana’ah dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini. Pergabungan dua sifat tersebut bila bisa dibiasakan pada diri sendiri, maka hasilnya akan sangat luar biasa hebat.

Sikap Qana’ah akan membuat anda menjadi pribadi yang lebih berlapang dada. Muslim yang beriman dan bisa berqona’ah adalah mereka yang dengan ikhlas menerima apa yang diberikan oleh Allah. Entah itu sedikit atau banyak, mereka akan bersyukur kepada Allah. Orang dengan sikap ini akan selalu menyadari bahwa apa yang mereka dapatkan dan miliki adalah merupakan anugerah dari Allah.

Dilain sisi sifat zuhud yang membuat seseorang memiliki prioritas utama kepada akhirat. Mereka tidak akan ragu untuk memberikan sejumlah harta mereka untuk Sabilillah. Karena mereka tahu betul, harta yang mereka miliki adalah titipan dari Allah. Dan besok di akhirat akan dimintai pertanggung-jawaban. Selain itu dengan zuhud, seseorang akan beramal dan mengerjakan apapun di dunia ini dengan niyat mukhlis yang condong ke arah kebaikan akhirat dan pengharapan kepada ridha dan rahmat dari Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!