Mari Membiasakan Hidup Zuhud!

0
988

Bagaimana gaya hidup kita memiliki pengaruh yang terpatri kuat pengaruhnya pada agama kita. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena cara kita hidup sehari-hari dan perilaku kita merupakan sebuah layar utama dimana orang-orang disekitar kita akan memandangnya. Orang berperawakan preman dengan segudang tato ditubuhnya tidak akan dipandang orang memiliki agama yang kuat, begitu pula orang yang selalu memakai surban tidak bisa pula dipandang sebagai orang yang begundal. Namun, kita tidka memiliki hak untuk menghakimi hal itu! Terlepas dari hal itu, dalam islam, Tim Cahaya sangat yakin bila seorang islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah akan lebih memancarkan keindahan dirinya bila dalam kehidupan sehari-harinya selalu membiasakan hidup zuhud.

Apa itu hidup Zuhud?

Ketika ditanya mengenai apa itu membiasakan hidup zuhud? Maka jawaban yang paling pas adalah kehidupan dimana seseorang memiliki prioritas tertinggi pada tujuan akhirat dibandingkan hal-hal yang berbau duniawi. Dengan kata lain, hidup dengan mementingkan akhirat dari kesenangan fana dunia. Lalu apakah dengan membiasakan kehidupan yang Zuhud tersebut, maka kita harus meninggalkan secara total hal-hal yang berbau duniawi?

Hidup Zuhud tidak berarti meninggalkan kehidupan dunia

Membiasakan hidup zuhud bukan berarti kita meninggalkan hal-hal yang berbau duniawi secara holistik. Namun lebih kepada pemikiran bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini adalah tidak lain sebagai bekal untuk kita di akhirat kelak. Dengan hidup zuhud kita tidak membanggakan atau menyombongkan harta kita kepada orang-orang banyak, namun bersikap rendah hati untuk membelanjakan hal itu pada hal yang bermanfaat untuk akhirat dan khalayak ramai. Orang yang Zuhud dalam hidupnya adalah mereka yang tidak bangga karna memiliki dunia ditangannya serta tidak sedih bila kehilangannya.

Mendekat dengan Orang yang Zuhud agar mendapat hikmah

Dalam hadits tentang pergaulan yang telah banyak kami sampaikan, Rasulullah dengan khusus merekomendasikan orang-orang Zuhud dalam hidupnya sebagai teman bergaul karena orang-orang seperti itu akan mengajarkan kepada kita tentang hikmah kehidupan dalam Hadits Riwayat Ibnu Majjah.

Nah, dengan ulasan tentang membiasakan hidup zuhud diatas, marilah kita bersama-sama mencoba agar bisa menjadi golongan orang yang bisa merasakan nikmatnya iman dengan kezuhudan kita tersebut. Insha Allah dengan begitu, kita akan memiliki pandangan tentang hidup yang berbeda dan lebih bisa memaksimalkan ibadah kita kepada Allah SWT. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!