Managemen Waktu ala Islam dari Rasulullah SAW

0
646

Waktu itu ibarat pedang bermata dua, ia bisa melukai anda bila anda salah dalam mempergunakannya. Waktu oleh banyak orang dianggap sebagai hal yang lebih berharga dari apapun, bahkan banyak orang yang menggambarkan hal itu dengan kata-kata time is money. Tapi bagi kita para muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, waktu terlalu hina bila diibaratkan dengan uang. Kita seharusnya menggambarkan itu dengan Time is Love from Allah (Waktu adalah cinta Allah). Maka seyogyanya kita memaksimalkan waktu-waktu dikehidupan kita untuk mendapatkan cinta dari Allah. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan beberapa tips managemen waktu ala islam dari Rasulullah SAW.

Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat

Rasulullah SAW sendiri telah bersabda bahwasanya meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah merupakan tolok ukur kebaikan seorang muslim. Di kehidupan modern ini praktik meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat ini sangatlah berat. Terlebih lagi dengan adanya teknologi smartphone dan banyak aplikasi baik game maupun sosial media. Dalam kehidupan sosial misalnya, kita banyak sekali ikut nongkrong hingga larut malam hingga tidak bisa bangun shalat subuh dan masih banyak hal lainnya.

 

Dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, insha Allah kita bisa lebih cespleng melaksanakan managemen waktu ala islam dari Rasulullah SAW dan hari-hari yang kita habiskan akan lebih berbuah berkah dan cinta dari Allah.

Membuat batasan durasi pada berbagai aktifitas

Tentunya banyak sekali aktifitas-aktifitas yang kita lakukan setiap hari, termasuk tidur atau makan. Managemen waktu ala islam dari Rasulullah yang baik adalah dengan membuat batasan durasi pada aktifitas-aktifitas tersebut. Rasulullah sendiri bahkan merencanakan dan membatasi waktu tidurnya agar bisa bangun shalat malam untuk berdoa kepada Allah.

Membuat skala prioritas dari aktifitas kita setiap hari

Seperti yang telah kami ulas di beberapa artikel kami sebelumnya, membuat skala prioritas adalah hal yang penting. Skala prioritas tidak hanya berlaku pada kegiatan-kegiatan duniawi kita sehari-hari lho. Dalam konteks ini, sebagai orang-orang islam kita malah harus mengedepankan aktifitas-aktifitas agama untuk lebih dekat dengan Allah dibanding aktifitas yang bersifat selain untuk Allah agar hidup kita lebih berkah. Misalnya bila ada acara mengaji dan acara nongkrong dengan teman pada jam yang sama, maka sudah seharusnya kita memprioritaskan acara mengaji tersebut dibandingkan acara nongkrong.

Memusuhi perilaku menunda-nunda sesuatu

Bila anda memiliki pekerjaan yang memiliki waktu dateline, maka perilaku menunda-nunda sesuatu adalah bunuh diri untuk anda. Menunda-nunda pekerjaan adalah tindakan yang akan membuat tertimpa banyak kesulitan. Banyak dari para ulama yang kami temui dan mintai nasihat tentang managemen waktu ala islam yang memberikan petuah agar tidak menunda-nunda sesuatu. Karena kita tidak pernah tahu apakah kita akan diberi izin oleh Allah untuk membuka mata kita dikeeseokan hari.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!