Lubna Dari Cordoba: Wanita Hebat Islam Yang Hidup Di Zaman Umayyah

0
2150

Assalamu’alaikum sahabat Cahaya Islam yang dirahmati Allah. Membicarakan sejarah Islam memang tidak akan ada habisnya, bukan hanya di Mekkah, Arab atau madinah saja. Ternyata Islam juga sempat mencicipi masa kejayaan di Andalusia Spanyol. Pada masa peradaban tersebut, banyak tokoh muslim baik pria ataupun wanita lahir dan berpengaruh disana. Bila kita berkunjung disana, masih terdapat bukti-bukti kejayaan Islam dimasa tersebut. Salah satu wanita muslimah yang namanya masih menggema hingga saat ini adalah Lubna, pejuang muslimah dari Cordoba yang dimuliakan karena bakat serta bukunya.

Lubna Wanita Muslim Dari Cordoba

Lubna merupakan seorang putri asli Spanyol pada abad ke 10, yang tumbuh dilingkungan istana khalifah Abdurrahman III (931 – 961) dari Bani Umayah. Putri Lubna mempunyai peran serta bakat yang sangat banyak, sayangnya semua itu belum jelas kebenarannya. Hal ini disebabkan karena sedikitnya literatur yang ditemukan. Akan tetapi banyak sumber yang menyatakan bahwa Lubna merupakan seorang penyihir, juru tulis, penerjemah, sekretaris pribadi dan ahli matematika. Bahkan Lubna juga disebut sebagai wanita muslimah yang penuh dedikasi terhadap buku perpustakaan dimasa tersebut.

Sumber lain juga menyebutkan bahwa dedikasi Lubna akan perpustakaan sangat besar, dia bertanggung jawab untuk memperoleh buku guna melengkapi perpustakaan. Akhirnya wanita muslimah ini melakukan perjalanan ke Kairo, Damaskus hingga Baghdad untuk tanggung jawabnya tersebut. perjuangan menjadi pustakawan kekhalifahan ini membuatnya berhasil mengkoleksi lebih dari 500 ribu buku. Selama berabad-abad, perpustakaan pimpinan Lubna menjadi perpustakaan terbesar di Eropa.

Selain kesuksesan sebagai seorang pustakawan, perannya sebagai juru tulis juga sangat patut dicontoh. Dimasa itu juru tulis memiliki tanggung jawab melampaui tugas standar juru tulis saat ini, kisah Lubna dari Cordoba, dia menulis dan menterjemahkan dan menyalin banyak teks termasuk Euclid dan Archimedes. Memahami teks dan menterjemahkan sendiri tentu bukan perkara mudah bukan? seperti yang kita ketahui sebelumnya, Lubna juga menjadi seorang ahli matematika. Bahkan dia menjadi seorang matematikawan besar pada masanya. Dia sering berjalan disepanjang jalan Cordoba untuk mengajarkan persamaan matematika kepada anak-anak.

Anak-anak ini lalu mengikutinya hingga dinding pembatas istana Cordoba sambil membaca tabel perkalian yang diajarkan Lubna. Seorang penulis dan sejarawan Andalusia Ibnu Bashkuwal mengatakan bahwa Lubna menjadi seorang wanita muslimah yang ahli dalam banyak bidang, hingga memujinya “Saat itu tak ada seorang pun yang lebih mulia dibandingkan dirinya” (Ibnu Bashkuwal kitab al Silla vol. 2:324). Sosoknya mungkin menjadi tokoh perempuan yang berpengaruh namun terlupakan dalam sejarah peradaban Islam di Cordoba. Namun bukan berarti namanya tidak berbekas sama sekali. Banyak argumen yang belum pasti akan dirinya, bahkan nama panjangnya pun menjadi misteri.

Inspirasi Sosok Lubna Dari Cordoba

Berhasil munculnya sosok wanita muslimah bernama Lubna tersebut dapat menjadi sebuah inspirasi untuk wanita lainnya. banyak hal yang dapat diambil dari kisah Lubna. Kisah sebuah perjuangan gigih tanpa mengenal lelah, perpustakaan juga menjadi jendela dunia dan harus senantiasa dibaca agar ilmu selalu bertambah. Menjadi seorang wanita pun harus tetap cerdas, tidak hanya mengandalkan wajah serta penampilan semata. Menebar kebaikan juga harus dilakukan tanpa pamrih serta ikhlas.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan dari kisah Lubna wanita inspiratif dari Cordoba. Sosoknya memang terlupakan, namun keharuman namanya tetap tercium hingga saat ini. Para sahabat Cahaya Islam terlebih lagi wanita muslimah, jadikanlah Lubna menjadi sosok inspiratif dan panutan yang patut dicontoh.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!