Liang Kubur: Fase Pertama Perjalanan Panjang Manusia Menuju Akhirat

0
789

Berziarah dan melakukan takziah adalah salah satu cara yang ampuh untuk kita agar terap ingat kepada kematian. Melihat liang lahat yang digali dan jenazah seseorang yang berakhir di dalam gemburnya tanah pekuburan haruslah memberi peringatan dan nasihat kepada kita semua, bahwa kita semua manusia akan berakhir sama. Seperti Allah telah berfirman dan mengemukakkan kebenaran tentang dunia sebagai tempat fana dan penuh tipuan di dalamnya dalam surat Al Imran 185.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Setiap yang memiliki jiwa akan menghadapi mati. Dan sungguh kelak di hari kiamat sajalah pahalamu disempurnakan. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke  surga, maka ia sungguh telah beruntung. Kehidupan di dunia ini tidak lain tidak bukan hanyalah kesenangan penuh tipu daya.

Mati, ketika sukma dan raga berpisah. Kita akan menapakkan kaki kealam lain setelah alam dunia. Kita akan memasuki alam yang dikenal sebagai Alam barzah atau yang secara familiar dikenal sebagai alam kubur, dimana itu merupakan perhentian pertama kita sebelum akhirnya kelak akan dibangkitkan di hari kiamat untuk menerima peradilan dari Allah.

Alam kubur adalah fase pertama perjalanan panjang menuju kekalnya akhirat

Alam kubur, dikatakan merupakan alam pertama yang merupakan batu loncatan dimana kita akan menunggu hari kebangkitan nanti. Alam yang satu ini penting perannya dalam perjalanan-perjalanan di alam selanjutnya yang akan kita lalui. Pentingnya alam ini dijelaskan dalam satu kisah khalifah Utsman bin Affan yang selalu menangis ketika melihat pekuburan dalam riwayat Tirmidzi 2308.

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَحِيرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ هَانِئًا، مَوْلَى عُثْمَانَ قَالَ كَانَ عُثْمَانُ إِذَا وَقَفَ عَلَى قَبْرٍ بَكَى حَتَّى يَبُلَّ لِحْيَتَهُ فَقِيلَ لَهُ تُذْكَرُ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلاَ تَبْكِي وَتَبْكِي مِنْ هَذَا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ يُوسُفَ

Ketika Utsman berhenti (melihat) pada sebuah pemakaman, Beliau akan terisak tangis hingga janggutnya basah oleh air mata. Beberapa sahabat bertanya tentang alasannya. Kenapa ketika diingatkan perihal mengerikannya api neraka dan nikmatnya surga, dia tidak menangis?  sedangkan dia menangis ketika melihat sebuah pemakaman?

Sahabat Utsman menjawab bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa kubur adalah fase pertama dari banyaknya fase-fase menuju akhirat. Jika seseorang selamat di fase pertamanya, maka apa yang datang setelahnya akan menjadi lebih mudah. Namun bila seseorang tidak selamat di fase pertama, maka yang akan dilaluinya setelah itu akan menjadi semakin berat. Rasulullah bersabda bahwa beliau tidak pernah melihat sebuah hal yang lebih mengerikan dibandingkan itu (kubur).

Nah, sahabat cahayaislam! semoga dengan sebersit hadits diatas, kita bisa mengambil hikmah agar khawatir pada kehidupan setelah kematian kita. Sehingga dengan begitu kita akan menjadi pribadi yang lebih berhati-hati lagi dalam hidup ini. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!