Level Terlemah Keimanan Manusia Versi Hadits Nasa’i 5009

0
458

Keimanan itu diibaratkan seperti roller coaster, terkadang berada di tempat tinggi dan kadang pula berada di tempat yang paling menghujam kebawah. Dan yang pasti setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk menaikkan rating keimanannya dan memiliki pula kelemahan dimana hal tersebut bisa menjatuhkan keimanannya.

Nah, terkait dengan naik turunnya keimanan tersebut. Sobat cahayaislam percaya nggak sih kalo saling memberi nasihat kepada teman atau saudara semuslim bisa meningkatkan level keimanan? – Bisa kok, hal ini dilandaskan dari kajian Al Hadits riwayat Nasa’i nomor 5009. Simak detailnya deh:

3 level cara menasihati dan mencegah hal-hal buruk

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مَخْلَدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، قَالَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَغَيَّرَهُ بِيَدِهِ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَغَيَّرَهُ بِلِسَانِهِ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِلِسَانِهِ فَغَيَّرَهُ بِقَلْبِهِ فَقَدْ بَرِئَ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Abu Sa’id berkata bahwa dia pernah mendengar tentang Rasulullah bersabda: barang siapa diantara kalian yang melihat keburukan dan mengubahnya dengan tangannya. Maka dia telah melaksanakan kewajibannya. Barang siapa yang melihat keburukan, lalu dia mengubahnya dengan lisannya. Maka dia sudah memenuhi kewajibannya. barang siapa pula yang melihat keburukan namun hanya bisa mengubahnya dengan hatinya. Maka dia telah memenuhi kewajibannya, dan itu adalah yang paling lemahnya iman.

Penjelasan tentang hadits 3 level cara menasihati

Dalam kehidupan islam, kita mengenal batas-batas mana yang seharusnya kita jaga agar tidak terlewati. Kita mengerti kaidah dan hukum-hukum islam yang seharusnya kita patuhi dengan sebaik-baiknya. Namun, manusia yang ditakdirkan oleh Allah sebagai makhluk yang penuh dengan dosa, sering melenceng dan secara sengaja atau tidak sengaja melewati batas-batas itu dengan malakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.

Nah, kewajiban kita sebagai orang beriman ketika melihat hal tersebut adalah memberikan nasihat. Karena seperti yang kita tahu bahwa agama adalah nasihat (الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ). Seperti yang dijelaskan dalam hadits tersebut. Cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk membenahi keburukan yang terjadi adalah dengan perbuatan. Hal ini bisa dianggap tidak hanya sekedar berkata, namun juga memberikan contoh pada perbuatan secara konkret.

Sedangkan cara kedua yang bisa dilakukan dalam mengubah keburukan adalah dengan lisan. Ketika seseorang melihat keburukan dan bisa menegur serta menasihati dengan lisan maka itu adalah baik. Namun akan lebih baik bila saja orang yang menasihati dengan lisan tersebut bisa pula mengerjakan apa yang dia nasihatkan dengan baik.

Cara ketiga yang tertulis dalam hadits diatas adalah dengan hati. Orang yang melihat keburukan terjadi dan dia hanya membencinya dalam hati tentu tidak akan bisa membuat orang yang melakukan keburukan tersebut mengerti dan introspeksi atas keburukan yang diperbuatnya. Namun, paling tidak dia yang membencinya dalam hati bisa memberikan manfaat tersebut kepada dirinya sendiri. Nah, dalam hadits Nasa’i diatas dijelaskan pula tambahan bahwa dia yang hanya melakukan cara nasihat yang ketiga merupakan satu level keimanan yang paling lemah.

Nah, pastinya sobat cahayaislam tidak mau dong dikatakan sebagai orang dengan keimanan lemah? – untuk itu alangkah lebih baiknya bila kita bisa saling menasihati saudara seiman kita dengan lisan dan perbuatan serta hati kita. Semoga bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!